Skip to content

8 Ciri-ciri Mata Plus atau Rabun Dekat (Hipermetropia)

Mata plus atau rabun dekat (hipermetropia) adalah gangguan penglihatan yang membuat seseorang kesulitan melihat objek pada jarak dekat dengan jelas. Kondisi ini sering kali tidak langsung disadari karena gejalanya dapat muncul secara perlahan.

Banyak orang baru menyadari mata plus ketika mata terasa cepat lelah, sering sakit kepala, atau sulit membaca dalam waktu lama. Pada anak-anak, keluhan ini bahkan bisa tidak terucap dan baru terlihat dari perubahan perilaku atau prestasi belajar.

Memahami ciri mata plus, gejala mata plus, dan tanda rabun dekat sejak dini sangat penting. Dengan deteksi lebih awal, Anda dapat mencegah keluhan berlanjut dan menjaga kenyamanan penglihatan dalam beraktivitas sehari-hari.

Apa Itu Mata Plus (Hipermetropia)?

Hipermetropia adalah kondisi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh di belakang retina, bukan tepat di permukaannya. Akibatnya, objek dekat terlihat buram, sementara objek jauh bisa tampak lebih jelas.

Hipermetropia dapat terjadi ketika bola mata terlalu pendek atau kelengkungan kornea terlalu datar, sehingga cahaya tidak difokuskan dengan baik ke retina. Mata harus bekerja lebih keras untuk memfokuskan penglihatan, terutama saat melihat dekat.

Pada sebagian orang, mata plus ringan tidak menimbulkan keluhan berarti. Namun, tanpa penanganan yang tepat, gejalanya dapat semakin terasa seiring waktu.

Ciri Mata Plus yang Perlu Diwaspadai

Ciri mata plus sering kali muncul saat mata digunakan untuk aktivitas jarak dekat. Keluhan ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat hipermetropia dan usia.

Mengingat sifatnya yang bertahap, banyak orang menganggap ciri-ciri ini sebagai kelelahan biasa. Padahal, tanda rabun dekat perlu dikenali agar tidak mengganggu kualitas hidup.

Berikut beberapa ciri mata plus yang paling umum dialami.

1. Penglihatan Dekat Terasa Buram

Salah satu tanda rabun dekat yang paling umum adalah sulit melihat objek dekat dengan jelas. Membaca buku, melihat ponsel, atau menjahit terasa kurang nyaman.

Tulisan bisa tampak kabur atau sulit difokuskan, terutama saat mata digunakan terus-menerus. Kondisi ini sering membuat mata harus bekerja lebih keras dari biasanya.

Jika dibiarkan, keluhan ini dapat mengganggu aktivitas harian. Banyak orang baru menyadarinya saat membaca menjadi cepat melelahkan.

2. Mata Cepat Lelah Saat Membaca

Gejala mata plus sering muncul dalam bentuk mata cepat lelah. Hal ini bisa terjadi karena mata dipaksa terus menyesuaikan fokus untuk melihat jarak dekat.

Rasa lelah ini biasanya disertai mata terasa berat atau tidak nyaman. Keluhan semakin terasa jika Anda membaca atau menatap layar tanpa jeda.

Dalam jangka panjang, mata yang terus dipaksa bekerja dapat memicu keluhan lain. Oleh karena itu, kondisi mata cepat lelah tidak sebaiknya dianggap sepele.

3. Sering Sakit Kepala

penyebab-mata-plus-hipermetropia

Sakit kepala, terutama di area dahi atau sekitar mata, sering dialami penderita hipermetropia. Kondisi ini berkaitan dengan ketegangan otot mata.

Sakit kepala biasanya muncul setelah membaca atau bekerja di depan layar dalam waktu lama. Intensitasnya bisa ringan hingga cukup mengganggu.

Keluhan ini kerap disalahartikan sebagai kelelahan biasa. Padahal, sakit kepala berulang bisa menjadi tanda gangguan fokus penglihatan.

4. Mata Terasa Tegang atau Tidak Nyaman

apa-itu-mata-plus-atau-hipermetropia

Mata plus membuat mata terus berusaha menyesuaikan fokus. Akibatnya, mata terasa tegang meski tidak tampak merah atau iritasi.

Rasa tegang ini sering muncul setelah aktivitas visual jarak dekat. Mata terasa tidak rileks meski sudah beristirahat sejenak.

Banyak orang mengabaikan keluhan ini karena tidak terlihat jelas. Padahal, rasa tidak nyaman bisa menjadi sinyal awal masalah penglihatan.

5. Sulit Fokus pada Aktivitas Jarak Dekat

Kesulitan mempertahankan fokus saat membaca atau menulis juga termasuk ciri mata plus. Mata terasa mudah kehilangan fokus meski objek berada dalam jarak dekat.

Tulisan bisa terlihat jelas sesaat lalu kembali buram. Kondisi ini membuat aktivitas visual menjadi tidak efisien.

Akibatnya, waktu membaca menjadi lebih lama dan melelahkan. Konsentrasi pun dapat terganggu karena mata terus berusaha menyesuaikan fokus.

6. Anak Menghindari Aktivitas Membaca

Pada anak-anak, tanda rabun dekat sering terlihat dari perubahan perilaku. Anak cenderung menghindari membaca atau menulis dalam waktu lama.

Anak juga bisa menjadi cepat bosan atau mengeluh matanya tidak nyaman. Keluhan ini sering tidak diungkapkan secara jelas.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar. Maka itu, orang tua perlu peka terhadap perubahan kebiasaan anak saat belajar.

Baca juga: Sakit Mata pada Anak-anak

7. Mata Terasa Perih atau Berair

penyebab-mata-plus

Ketegangan mata akibat hipermetropia dapat memicu rasa perih atau mata berair. Keluhan ini sering muncul setelah aktivitas visual yang intens.

Mata yang terus dipaksa fokus bisa menjadi lebih sensitif. Akibatnya, mata mudah terasa perih meski tanpa infeksi.

Meski terlihat ringan, kondisi ini menandakan mata bekerja terlalu keras. Pemeriksaan mata membantu memastikan penyebab keluhan tersebut.

8. Penglihatan Memburuk Saat Lelah

Gejala mata plus sering terasa lebih jelas saat tubuh atau mata sedang lelah. Penglihatan dekat menjadi semakin buram menjelang sore atau malam hari.

Kelelahan membuat kemampuan fokus mata menurun. Mata tidak lagi mampu mengompensasi gangguan penglihatan dengan baik.

Jika kondisi ini sering terjadi, aktivitas harian bisa terganggu. Oleh sebab itu, penglihatan yang memburuk saat lelah sebaiknya tidak Anda abaikan.

Apakah Mata Plus Berkaitan dengan Katarak?

penyebab-katarak-dan-glaukoma

Mata plus berbeda dengan katarak, meski keluhannya sama-sama berkaitan dengan penglihatan. Katarak terjadi akibat lensa mata yang keruh, sedangkan hipermetropia berkaitan dengan fokus cahaya.

Vitamin mata katarak sering dibahas untuk mendukung kesehatan lensa mata. Namun, vitamin bukanlah obat katarak paling ampuh dan tidak dapat menggantikan penanganan medis bila katarak sudah terbentuk.

Pola hidup sehat dan nutrisi seimbang dapat membantu menjaga kesehatan mata secara umum, tetapi pemeriksaan mata tetap menjadi langkah utama.

Baca juga: Apa Itu Katarak Kongenital?

Ciri mata plus dan gejala rabun dekat sering muncul secara perlahan dan kerap diabaikan. Padahal, mengenali tanda-tanda awal membantu Anda mengambil langkah tepat sebelum keluhan semakin mengganggu.

Dengan pemeriksaan mata rutin dan kebiasaan visual yang sehat, hipermetropia dapat ditangani dengan baik. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat, lakukan konsultasi dan kunjungi klinik mata IEC Eye Care sekarang.

Referensi: 

  • Hyperopia (Long Sightedness) – Symptoms, Causes & Treatment | Lions Eye Institute. (2022, November 15). Lions Eye Institute. https://www.lei.org.au/services/eye-health-information/hyperopia/
  • What Causes Farsightedness. (2023, August 15). Hyperopia (Farsightedness): Symptoms, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/hyperopia-farsightedness
  • Hypermetropia (Long-sight) – University Hospitals Sussex NHS Foundation Trust. (2024, March 20). University Hospitals Sussex NHS Foundation Trust. https://www.uhsussex.nhs.uk/resources/hypermetropia-long-sight/
  • admin. (2025, April 10). Hypermetropia: Causes, Symptoms & Treatment – Laxmi Eye Hospital. Laxmi Eye Hospital. https://www.laxmieye.org/blog/hypermetropia-causes-symptoms-treatment/
  • Farsightedness – Symptoms and causes. (2025). Mayo Clinic; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/symptoms-causes/syc-20372495
×