ReLEx SMILE vs LASIK, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Efektif?

relex-smile-dan-lasik-apa-perbedaannya

Koreksi penglihatan laser telah merevolusi cara kita mengatasi miopi (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder), menawarkan kebebasan dari kacamata dan lensa kontak. Salah satu metode refraktif yang populer saat ini adalah ReLEx SMILE dan LASIK, yang kini sebagian besar dilakukan dengan teknologi Femtosecond Laser atau sering disebut FemtoLASIK.

Meskipun keduanya bertujuan merapikan bentuk kornea agar cahaya jatuh tepat di retina, teknik yang digunakan sangat berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting sebelum Anda memutuskan. Mana yang menawarkan pemulihan tercepat?

Baca Juga: Setelah LASIK Mata Masih Buram Apakah Normal? Kapan Perlu Khawatir

ReLEx SMILE vs LASIK Femto

relex-smile-lasik-konvensional

Koreksi penglihatan laser telah merevolusi cara kita mengatasi miopi (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder), menawarkan kebebasan dari kacamata dan lensa kontak. Dua metode paling populer dan canggih saat ini adalah ReLEx SMILE dan LASIK yang kini sebagian besar dilakukan dengan teknologi Femtosecond Laser (sering disebut FemtoLASIK).

Meskipun keduanya bertujuan merapikan bentuk kornea agar cahaya jatuh tepat di retina, teknik yang digunakan sangat berbeda. Memahami perbedaannya sangat penting sebelum Anda memutuskan. Apakah operasi lasik sakit? Mana yang menawarkan pemulihan tercepat? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan mendalam antara ReLEx SMILE dan FemtoLASIK.

Baca Juga: Berapa Lama Proses Penyembuhan Setelah Operasi LASIK? Singkat Kok

Perbandingan Metode ReLEx SMILE dan LASIK

perbandingan-metode-relex-smile-dengan-lasik

Perbedaan utama antara ReLEx SMILE vs LASIK terletak pada cara dokter mengakses kornea untuk pembentukan ulang (ablasi) dan seberapa besar sayatan yang diperlukan. Berikut beberapa perbedaan metode antara ReLEx SMILE dan LASIK.

1. LASIK (FemtoLASIK)

FemtoLASIK adalah standar emas dalam bedah LASIK modern, yang menggantikan pisau mekanis dengan laser untuk langkah pertama. Di bawah ini adalah langkah-langkah singkat prosedur LASIK atau FemtoLASIK.

  • Pembuatan Flap (Tutup Kornea): Dokter menggunakan Femtosecond Laser (laser super-cepat) untuk membuat sayatan melingkar dan membentuk lapisan tipis di permukaan kornea, yang disebut flap (tutup kornea). Flap ini kemudian diangkat atau dibuka seperti halaman buku.
  • Koreksi: Setelah flap dibuka, Excimer Laser digunakan untuk merapikan jaringan kornea di bawahnya (stroma), mengoreksi kelainan refraksi.
  • Penyelesaian: Flap dikembalikan ke posisi semula. Flap akan menempel kembali tanpa jahitan dan bertindak sebagai perban alami.

Prosedur ini telah teruji selama puluhan tahun dan dapat mengoreksi miopi, hiperopi (rabun dekat), dan astigmatisme.

2. ReLEx SMILE (Small Incision Lenticule Extraction)

SMILE adalah revolusi “lubang kunci” atau flapless dalam bedah refraktif. Berikut penjelasan singkat dari prosedur ReLEx SMILE.

  • Pembentukan Lenticule: Seluruh prosedur dilakukan hanya dengan satu jenis laser, yaitu Femtosecond Laser (VisuMax). Laser ini menciptakan sepotong jaringan berbentuk lensa (lenticule) di dalam kornea, yang ukurannya disesuaikan dengan resep mata pasien.
  • Ekstraksi Lenticule: Dokter membuat sayatan kecil (sekitar 2-4 mm) pada tepi kornea. Lenticule kemudian ditarik keluar melalui sayatan kecil ini.
  • Koreksi: Pengangkatan lenticule ini secara permanen mengubah bentuk kornea, mengoreksi penglihatan.

Karena tidak ada flap kornea yang dibuka, SMILE dikategorikan sebagai prosedur minimal invasif dan disebut sebagai keyhole surgery (bedah lubang kunci).

Perbandingan Risiko dan Pemulihan

perbandingan-risiko-pemulihan-dan-biaya-lasik-relex

Tak hanya soal prosedur, ReLEx SMILE dan LASIK mata memiliki perbedaan dalam tingkat risiko, kenyamanan, dan proses pemulihan.

Baik LASIK ReLEx SMILE maupun FemtoLASIK dilakukan menggunakan anestesi lokal (tetes mata). Pasien tidak akan merasakan sakit selama prosedur dilakukan. Namun, pasien mungkin akan merasakan tekanan atau sensasi tarikan ringan pada mata, terutama saat cincin laser dipasang. Setelah efek anestesi hilang, mata mungkin akan terasa perih, ada rasa mengganjal, atau berair. Umumnya, rasa tidak nyaman ini akan hilang dalam 4-6 jam.

Meski sama-sama tidak sakit, ReLEX SMILE dan FemtoLASIK memiliki risiko komplikasi yang berbeda. Berikut penjelasannya:

  • Komplikasi Flap: Risiko ini hanya ada pada FemtoLASIK. Meski laser femtosecond telah meminimalisir risiko ini, namun tetap ada kemungkinan komplikasi flap seperti flap yang bergeser ketika terjadi trauma. Sedangkan, ReLEx SMILE tidak memiliki risiko ini karena tidak ada proses pembuatan flap dalam prosedur.
  • Mata Kering: Mata kering pasca prosedur koreksi menjadi komplikasi yang paling umum. Namun, risiko mata kering jangka panjang cenderung lebih rendah terjadi pada ReLEx SMILE. Beberapa studi menyebutkan hal ini karena sayatan ReLEx SMILE sangat kecil. Sehingga hanya sedikit saraf kornea yang terambil dan fungsi air mata lebih cepat pulih dibandingkan dengan prosedur FemtoLASIK.

Kecepatan proses pemulihan pada prosedur FemtoLASIK dan ReLEx SMILE juga berbeda. Umumnya LASIK bisa sangat cepat. Banyak pasien yang dapat melihat dengan lebih baik dalam waktu 24 jam pasca operasi. Sedangkan pada ReLEx SMILE, pemulihan visual cenderung sedikit lebih lambat.

Secara umum, biaya untuk prosedur ReLEx SMILE lebih tinggi dibandingkan LASIK di banyak klinik. Namun, biaya ReLEx SMILE dan LASIK ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti teknologi tambahan, dan kualitas dokter bedah dan spesialis mata pada fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga: Adakah Batas Minimal Umur untuk LASIK Mata? Ini Rekomendasinya

Bagaimana, tertarik untuk melakukan operasi mata minus? Kamu juga memiliki pilihan untuk menjalani tindakan refraktif canggih dengan SILK Elita di IEC Eye Care. Anda akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan ditangani oleh dokter spesialis mata berpengalaman tinggi.

Referensi:

Ortho K vs LASIK Femto, Mana Pilihan Terbaik?

ortho-k-lasik-femto

Bagi banyak orang, kacamata dan lensa kontak siang hari adalah beban. Untungnya, kemajuan teknologi telah menawarkan dua solusi utama untuk mengoreksi kesalahan refraksi, terutama miopi (mata minus): Orthokeratology (Ortho K) dan LASIK.

Keduanya menjanjikan penglihatan jernih tanpa alat bantu di siang hari, namun filosofi, metode, dan dampaknya sangat berbeda. Ortho K menawarkan solusi sementara yang reversibel, dan prosedur LASIK menawarkan koreksi yang cenderung permanen.

Memilih antara Ortho K dan LASIK adalah keputusan besar yang melibatkan pertimbangan usia, gaya hidup, risiko, dan tujuan jangka panjang (apakah hanya koreksi atau sekaligus kendali miopi). Di bawah ini penjelasan lengkap tentang perbedaan Ortho K dan FemtoLASIK.

Baca juga: Tingkat Keberhasilan Operasi LASIK, Benarkah Bisa Gagal?

Perbandingan Metode: Prosedur Bedah dan Non-Bedah

perbandingan-metode-prosedur-bedah-non-bedah-femto-lasik

Perbedaan terbesar antara kedua perawatan ini terletak pada sifatnya: LASIK adalah prosedur bedah permanen, sementara Ortho K adalah perawatan non-bedah yang reversibel.

1. Ortho K: Pembentukan Kornea Saat Tidur (Non-Bedah)

Orthokeratology (sering disingkat Ortho K) adalah prosedur non-bedah yang menggunakan lensa kontak Rigid Gas Permeable (RGP) khusus yang dirancang secara individual. Lensa Ortho K dipakai semalaman saat pasien tertidur. Lensa ini secara lembut dan sementara akan meratakan permukaan korean. Penipisan sentral kornea ini akan mengubah cara cahaya dibiaskan dan menghasilkan penglihatan yang lebih jernih pada siang hari setelah lensa dilepas.

Efeknya yang sementara, jika penggunaan lensa dihentikan, maka kornea akan kembali ke bentuk aslinya dan miopia akan kembali.

Meski begitu, Ortho K sering jadi solusi unggulan untuk mengendalikan miopia pada anak-anak dan remaja. Berbagai studi menunjukkan bahwa Ortho K efektif memperlambat laju peningkatan mata minus hingga sekitar 50% dibandingkan kacamata standar.

2. LASIK (FemtoLASIK)

LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis), terutama yang menggunakan teknologi Femtosecond Laser (FemtoLASIK), adalah prosedur bedah refraktif yang bertujuan memberikan hasil koreksi permanen. 

LASIK menggunakan laser Femtosecond untuk membuat lapisan tipis atau flap pada kornea (di IEC Eye Care pembentukan flap menggunakan mesin Elita). Flap kemudian diangkat, dan laser Excimer digunakan untuk membentuk kembali lapisan kornea di bawahnya (stroma) secara permanen. Lalu, flap akan dikembalikan ke tempatnya dan melekat kembali tanpa jahitan.

Koreksi yang dihasilkan LASIK bersifat permanen, dan mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak secara signifikan dengan waktu yang sangat lama. Namun, LASIK hanya boleh dilakukan pada pasien dengan usia minimal 18 tahun dengan resep kacamata yang stabil.

Baca juga: Proses Operasi LASIK Mata dan Waktu yang Diperlukan

Perbandingan Risiko Ortho K vs LASIK

perbandingan-risiko-ortho-k-dan-lasik

Meskipun keduanya dianggap aman, risiko dan proses pemulihan mencerminkan perbedaan mendasar antara lensa kontak dan operasi. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Ortho K: Risiko utama terkait dengan kebersihan lensa kontak. Jika lensa RGP tidak dirawat atau dibersihkan dengan benar, ada risiko infeksi mata yang serius, seperti keratitis mikrobial. Namun, karena tidak melibatkan pemotongan jaringan, Ortho K tidak memiliki risiko komplikasi bedah seperti flap bergeser.
  • LASIK: Sebagai prosedur bedah, terdapat risiko yang lebih serius (meskipun jarang). Ini termasuk komplikasi flap (misalnya dislokasi atau pertumbuhan epitel di bawah flap), sindrom mata kering kronis (dry eye syndrome), dan efek visual pasca-operasi seperti glare dan halo di malam hari. Risiko infeksi juga ada, tetapi sangat rendah.

Perbandingan Proses Pemulihan 

perbadingan-proses-pemulihan-ortho-k-dan-femto-lasik

Pada proses pemulihan, keduanya sama-sama tidak akan merasakan sakit. Jika Anda menjalani prosedur LASIK, Anda akan diberikan anestesi berbentuk obat tetes mata. Pasien hanya akan merasakan tekanan ringan pada mata selama prosedur. Pasca operasi, pasien juga mungkin akan merasakan tidak nyaman seperti mata gatal, rasa mengganjal, dan mata berair. Namun, ketidaknyamanan ini akan hilang dalam waktu 24-48 jam.

Pemulihan visual LASIK cukup cepat, biasanya pasien dapat melihat dengan jelas pada keesokan harinya. Namun, untuk pemulihan total dan stabilitas penglihatan bisa memakan waktu 3-6 bulan.

Sedangkan pada Ortho K tidak dilakukan prosedur bedah seperti LASIK. Ketidaknyamanan hanya terjadi pada saat adaptasi awal dengan lensa RGP di malam hari, namun umumnya ini proses pemulihan cukup cepat. Penglihatan akan mulai membaik dalam beberapa hari pertama, dan koreksi penuh tercapai dalam 1 minggu hingga 2 minggu pemakaian yang konsisten.

Baca juga: Adakah Efek Samping Jangka Panjang Setelah Operasi LASIK?

Perbedaan Biaya Ortho K vs LASIK

perbedaan-biaya-ortho-k-dan-femto-lasik

Membandingkan biaya Ortho K vs LASIK membutuhkan pemikiran jangka panjang, bukan hanya biaya awal. Berikut perkiraan biaya Ortho K dan LASIK.

  • LASIK: Merupakan biaya satu kali di muka (upfront) yang besar. Biaya ini mencakup prosedur FemtoLASIK untuk kedua mata, pemeriksaan pra-operasi yang komprehensif, dan kunjungan pasca-operasi awal. Meskipun biayanya mahal (umumnya berkisar antara Rp15.000.000 hingga lebih dari Rp30.000.000 untuk kedua mata di Indonesia), tidak ada biaya rutin setelah itu (kecuali potensi enhancement jika diperlukan di masa depan).
  • Ortho K: Memiliki biaya awal yang lebih rendah (mencakup fitting dan lensa RGP pertama, sekitar Rp8.000.000 hingga Rp15.000.000 per pasang). Namun, Ortho K melibatkan biaya berulang (recurring costs) yang signifikan, termasuk penggantian lensa (biasanya setiap 1-2 tahun) dan biaya kunjungan tindak lanjut rutin yang ketat untuk pemantauan kornea dan kendali miopi.

Itulah perbedaan Ortho K vs LASIK Femto yang bisa jadi pilihan kamu untuk melakukan prosedur koreksi mata. Tertarik untuk melakukan LASIK dan prosedur koreksi lainnya? Lakukan LASIK mata di Klinik IEC Eye Care. Dapatkan pelayanan terbaik dari dokter spesialis mata profesional berpengalaman.

Referensi:

Apakah Perlu Obat Tetes Mata setelah Operasi LASIK?

Operasi LASIK kini menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin bebas dari kacamata dan lensa kontak. Prosedur LASIK menawarkan hasil penglihatan yang cepat dan efektif, bahkan sering kali sudah terasa membaik dalam hitungan jam.

Namun, setelah operasi selesai, perawatan pasca-LASIK menjadi tahap yang tak kalah penting. Banyak pasien masih bertanya-tanya, apakah obat tetes mata benar-benar diperlukan setelah LASIK, atau cukup dengan istirahat dan perlindungan biasa?

Rasa perih, kering, atau sensasi “berpasir” di mata sering muncul pascaoperasi. Karena itulah, memahami fungsi dan cara penggunaan obat tetes mata sangat penting agar pemulihan berjalan optimal dan hasil LASIK tetap bertahan lama.

Artikel ini akan membantu Anda memahami pentingnya obat tetes mata setelah LASIK, jenis-jenisnya, serta tips penggunaan yang benar agar proses penyembuhan mata lebih aman dan nyaman.

Mengapa Obat Tetes Mata Penting setelah LASIK?

Setelah LASIK, mata Anda akan melalui fase penyembuhan yang cukup sensitif. Kornea yang dibentuk ulang oleh laser memerlukan waktu untuk kembali stabil dan menyesuaikan diri.

Dalam proses ini, produksi air mata alami sering menurun sementara. Akibatnya, banyak pasien mengalami mata kering, terasa gatal, atau silau terhadap cahaya.

Obat tetes mata membantu menggantikan kelembapan alami yang hilang dan menjaga permukaan kornea tetap sehat. Beberapa jenis tetes juga mengandung bahan aktif untuk mencegah infeksi atau peradangan ringan.

Tanpa bantuan tetes mata, risiko ketidaknyamanan dan komplikasi seperti dry eye syndrome dapat meningkat. Oleh karena itu, dokter biasanya meresepkan tetes pelumas, antibiotik, dan anti-inflamasi sebagai bagian dari perawatan standar pasca-LASIK.

Baca juga: Proses Operasi LASIK Mata dan Waktu yang Diperlukan

Jenis-jenis Obat Tetes Mata yang Umum Digunakan

Setelah operasi, dokter biasanya memberikan kombinasi beberapa jenis tetes mata. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam proses pemulihan mata.

  • Tetes antibiotik: Digunakan untuk mencegah infeksi bakteri di area kornea yang baru saja dibentuk ulang. Umumnya, penggunaan tetes ini dilakukan selama 5-7 hari pertama setelah operasi.  
  • Tetes steroid atau anti-inflamasi: Digunakan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan yang mungkin terjadi. Jenis tetes air mata ini penting agar mata cepat pulih dan tidak terasa panas atau nyeri.
  • Tetes pelumas atau air mata buatan: Digunakan untuk menjaga kelembapan mata. Dokter biasanya menyarankan varian tanpa pengawet agar aman digunakan sesering mungkin tanpa menimbulkan iritasi. 

Kapan dan Bagaimana Anda Harus Menggunakannya

Waktu penggunaan obat tetes mata pasca-LASIK sangat penting. Biasanya, pasien diminta mulai meneteskan obat dalam beberapa jam hingga satu hari setelah operasi.

Frekuensinya tergantung jenis tetesnya. Antibiotik dan anti-inflamasi umumnya digunakan 3-4 kali sehari, sedangkan tetes pelumas bisa digunakan lebih sering sesuai kebutuhan.

Agar efeknya maksimal, beri jarak sekitar lima menit antara satu jenis tetes dengan tetes lainnya. Hal ini mencegah obat pertama tercuci oleh tetes berikutnya.

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum meneteskan dan hindari ujung botol menyentuh mata atau kulit. Kebersihan menjadi kunci utama agar tidak menimbulkan infeksi baru.

Baca juga: Apakah Butuh Kacamata Setelah LASIK?

Apakah Semua Pasien Memerlukan Obat Tetes Mata?

Hampir semua pasien LASIK membutuhkan obat tetes mata, meski dengan dosis dan durasi berbeda. Namun, tingkat kebutuhan setiap orang bisa bervariasi tergantung kondisi awal matanya.

Jika Anda memiliki riwayat mata kering, dokter mungkin akan menyarankan pemakaian tetes pelumas lebih sering dan lebih lama. Bahkan, beberapa pasien disarankan menggunakan tetes hingga berbulan-bulan.

Sementara bagi pasien dengan kondisi normal, tetes antibiotik dan anti-inflamasi biasanya hanya diperlukan selama masa awal pemulihan. Setelah itu, cukup gunakan tetes pelumas untuk menjaga kenyamanan.

Dokter mata akan memantau perkembangan Anda melalui kontrol pascaoperasi. Jika kondisi membaik, penggunaan tetes bisa dikurangi secara bertahap.

Tips Praktis untuk Mendukung Pemulihan Mata Anda

Selain menggunakan obat tetes mata, beberapa kebiasaan kecil bisa mempercepat penyembuhan mata Anda. Salah satunya adalah menghindari mengucek mata, terutama dalam dua minggu pertama setelah operasi.

Gunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan. Sinar UV, debu, dan angin bisa memperparah kekeringan serta memperlambat proses penyembuhan.

Hindari air langsung mengenai mata, baik saat mandi maupun berenang. Air bisa membawa bakteri dan meningkatkan risiko infeksi.

Batasi waktu menatap layar di minggu pertama. Menatap layar terlalu lama bisa membuat mata jarang berkedip, sehingga memperparah rasa kering dan perih.

Kapan Anda Harus Menghubungi Dokter Mata?

Meski sebagian besar pasien pulih tanpa masalah, Anda tetap perlu waspada terhadap gejala tertentu. Jangan ragu menghubungi dokter bila rasa nyeri mendadak muncul atau penglihatan tiba-tiba memburuk.

Kemerahan parah, pembengkakan, atau keluarnya cairan dari mata bisa menjadi tanda infeksi yang perlu segera ditangani. Jangan menunda kontrol bila gejala ini terjadi.

Jika tetes pelumas tidak cukup mengatasi mata kering setelah beberapa bulan, konsultasikan kembali. Dokter mungkin akan menambahkan terapi lain seperti plug air mata atau tetes khusus.

Mengambil tindakan cepat membantu mencegah komplikasi jangka panjang dan menjaga hasil operasi tetap optimal.

Obat tetes mata setelah LASIK bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari proses penyembuhan. Jenisnya meliputi antibiotik, anti-inflamasi, dan pelumas, yang semuanya bekerja menjaga mata tetap sehat dan nyaman.

Ikuti selalu anjuran dokter dan jangan mengabaikan jadwal kontrol rutin. Perawatan yang konsisten akan membantu hasil LASIK Anda bertahan lebih lama tanpa keluhan berarti.

Jika Anda tertarik untuk melakukan LASIK, Anda bisa melakukan appointment maupun mengunjungi IEC Eye Care secara langsung. Untuk berkonsultasi dengan dokter mata berpengalaman yang siap mendampingi dan membantu Anda menemukan solusi terbaik agar memiliki penglihatan prima.

Referensi: 

  • Editorial Team. (2017, February 10). The Do’s and Don’ts after Laser Eye Surgery | Do’s and Don’ts after LASIK. Omaha Eye and Laser Institute. https://www.omahaeye.com/surgery/the-dos-and-donts-after-ilasik-surgery/
  • Post-Op Care Instructions. (2025). Uclahealth.org; UCLA Health. https://www.uclahealth.org/medical-services/ophthalmology/laser-refractive-surgery/your-visit/postoperative-instructions
  • studio3. (2021, October 31). Pacific Vision Institute. Pacific Vision Institute Blog. https://www.pacificvision.org/blog/the-dos-and-donts-post-lasik-eye-surgery/
  • Editorial Team. (2023). What should I expect before, during, and after surgery? U.S. Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/medical-devices/lasik/what-should-i-expect-during-and-after-surgery
  • Kaiser Permanente. (2021). @Kpthrive. https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/health-encyclopedia/he.lasik-what-to-expect-at-home.zy1396

 

Perbandingan Presbyond vs LASIK, Kebutuhan Sesuai Usia?

Artikel ini ditinjau oleh dr. Nelandriani Yudapratiwi, SpM

Menjelang usia 40-an, banyak orang mulai mengalami kesulitan membaca huruf kecil atau melihat dekat tanpa kacamata. Kondisi ini disebut presbiopia, dan sering kali menjadi alasan seseorang mempertimbangkan operasi koreksi penglihatan.

Selama ini, prosedur LASIK (FemtoLASIK adalah yang populer saat ini) dikenal luas sebagai solusi untuk rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme. Namun, ada pilihan prosedur lain, yakni Presbyond yang dirancang khusus untuk mengatasi presbiopia dengan hasil yang lebih natural.

Bagi Anda yang mulai merasa tergantung pada kacamata baca, pilihan antara Presbyond dan LASIK bisa cukup membingungkan. Pasalnya, kedua prosedur ini sama-sama melibatkan teknologi laser canggih, tetapi memiliki tujuan dan hasil berbeda.

Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan metode, risiko, proses pemulihan, serta biaya dari kedua prosedur tersebut. Tujuannya, agar Anda bisa menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan gaya hidup.

Perbandingan Metode Presbyond dan LASIK

LASIK konvensional (FemtoLASIK) bekerja dengan membentuk flap tipis di kornea menggunakan laser femtosecond. Kemudian, prosedur ini bekerja dengan mengubah bentuk kornea dengan laser Excimer untuk memperbaiki fokus cahaya ke retina. Metode ini efektif untuk mengoreksi rabun jauh, rabun dekat, dan silinder, tetapi tidak dirancang untuk mengatasi penurunan fokus akibat usia (presbiopia).

Sementara itu, Presbyond, merupakan pengembangan dari LASIK yang ditujukan khusus untuk presbiopia. Alih-alih hanya memperbaiki satu titik fokus, Presbyond menciptakan rentang penglihatan yang lebih luas. Dengan demikian, Anda bisa melihat dekat, menengah, dan jauh tanpa kacamata.

Secara teknis, Presbyond menggunakan prinsip “laser blended vision”, yaitu mengoreksi satu mata untuk penglihatan jauh dan satu mata untuk penglihatan dekat, lalu menggabungkannya melalui adaptasi otak. Hasilnya, penglihatan terasa alami tanpa perlu kacamata baca. Hal ini tentu berbeda dari monovision konvensional yang bisa menurunkan persepsi kedalaman.

Menurut studi di International Journal of Ophthalmology (2023), lebih dari 95% pasien Presbyond melaporkan kemampuan membaca tanpa kacamata meningkat signifikan, dengan tingkat kepuasan visual lebih tinggi dibanding monovision LASIK tradisional.

Risiko dan Recovery Presbyond vs LASIK

Setiap prosedur laser memiliki risiko, tetapi tingkat keamanannya kini sangat tinggi. Pada LASIK, risiko umum termasuk mata kering sementara, silau pada malam hari, atau ketidakstabilan penglihatan beberapa minggu pertama. Biasanya, penglihatan stabil dalam 1-2 minggu pascaoperasi.

Sementara itu, Presbyond memiliki profil risiko yang hampir sama karena menggunakan teknologi dasar LASIK yang sama. Bedanya, pada beberapa pasien dibutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk adaptasi otak terhadap “blended vision.” Proses ini bisa berlangsung selama kurang lebih 2-3 minggu hingga otak terbiasa memadukan penglihatan dari kedua mata.

Kabar baiknya, tingkat komplikasi serius pada Presbyond sangat rendah. Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas normal dalam kurun waktu 24 jam, dengan peningkatan kemampuan membaca dan jarak menengah yang terasa setelah masa adaptasi.

Baik Presbyond maupun LASIK biasanya dilakukan tanpa rawat inap dan menggunakan anestesi tetes, sehingga prosesnya relatif nyaman dan minim nyeri.

Perbandingan Biaya Presbyond dan LASIK

Dari sisi biaya, LASIK Femto umumnya lebih terjangkau karena sudah lama tersedia dan digunakan secara luas. Biayanya bisa berkisar antara Rp12-20 juta per mata, tergantung pada klinik dan teknologi laser yang digunakan.

Presbyond cenderung lebih mahal karena merupakan teknologi premium yang memerlukan software dan sistem laser khusus. Di beberapa pusat bedah mata internasional, biayanya bisa mencapai 20-30% lebih tinggi dibanding LASIK biasa. Namun, biaya ini sepadan dengan hasil multifokal yang didapat. Hal ini terutama jika Anda ingin bebas dari kacamata baca sekaligus mempertahankan penglihatan jarak jauh.

Bagi sebagian orang, investasi tambahan ini bernilai karena Presbyond menawarkan solusi yang lebih lengkap untuk kebutuhan visual harian, tanpa kompromi antara jarak dekat dan jauh. Meski begitu, keputusan akhir dalam memilih prosedur mana yang lebih tepat tetap perlu mempertimbangkan kondisi mata, usia, serta kebutuhan visual Anda sehari-hari.

Siapa yang Cocok untuk Presbyond dan LASIK

Jika Anda berusia di bawah 40 tahun dan hanya ingin memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, atau silinder, maka LASIK masih menjadi pilihan tepat. Hal ini disebabkan prosedur LASIK cenderung lebih cepat, efektif, dan stabil. Namun, bila Anda sudah mengalami presbiopia dan ingin bebas dari kacamata baca, Presbyond bisa menjadi solusi yang lebih ideal.

Presbyond sangat cocok bagi Anda dengan penglihatan jarak jauh yang masih baik, tetapi mulai kesulitan membaca dari jarak dekat. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk pasien yang sudah pernah menjalani LASIK sebelumnya, tergantung kondisi kornea dan rekomendasi dokter.

Sebelum memutuskan, konsultasi menyeluruh dengan dokter mata sangat penting untuk menilai ketebalan kornea, stabilitas refraksi, serta ekspektasi penglihatan Anda. Setiap pasien unik, dan hasil terbaik hanya bisa dicapai melalui perencanaan individual.

Baik Presbyond maupun LASIK sama-sama menawarkan teknologi laser canggih untuk meningkatkan kualitas hidup tanpa kacamata. Bedanya, Presbyond memberikan solusi lebih menyeluruh bagi Anda yang mengalami presbiopia, dengan kemampuan melihat pada berbagai jarak sekaligus.

Sebelum menentukan pilihan, bicarakan dengan dokter mata mengenai kebutuhan visual dan gaya hidup Anda. Dengan konsultasi yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil optimal, baik melalui LASIK maupun Presbyond.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan bedah mata dan teknologi penglihatan terkini, kunjungi website kami atau datang langsung ke klinik IEC Eye Care dan temukan solusi terbaik terkait kesehatan mata Anda!

Referensi:

  • Reinstein, D. Z., Ivory, E., Chorley, A., Archer, T. J., Vida, R. S., Gupta, R., Lewis, T., Carp, G. I., Fonseca, A., & Parbhoo, M. (2023). PRESBYOND Laser Blended Vision LASIK in Commercial and Military Pilots Requiring Class 1 Medical Certification. Journal of Refractive Surgery, 39(1), 6–14. https://doi.org/10.3928/1081597x-20221129-02
  • Shortt, A. (2020, January 15). What’s the difference between LASIK and PRESBYOND? Alex Shortt | London Eye Surgeon; Alex Shortt. https://www.alexshortt.co.uk/whats-the-difference-between-lasik-and-presbyond-vp/
  • Eagle Eye Surgeons. (2025, May 15). Eagle Eye Surgeons. https://eagleeyesurgeons.com.au/presbyond-reading-glasses-surgery/#:~:text=Introducing%20PRESBYOND%C2%AE:%20A%20customised,Call%20Today
  • Fu, D., Xu, Y., Han, T., Xia, F., & Zhou, X.-T. (2022). Refractive outcomes and optical quality of PRESBYOND laser-blended vision for presbyopia correction. International Journal of Ophthalmology, 15(10), 1671–1675. https://doi.org/10.18240/ijo.2022.10.16
  • S. Srakocic. (2023, November 27). Treatment Options for Presbyopia. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/eye-health/presbyopia-treatment#lens-implants

PRK vs LASIK: Perbandingan Metode, Risiko, Biaya, dan Hasilnya

Dalam dunia bedah refraktif mata, dua prosedur yang paling sering dibandingkan adalah Photorefractive Keratectomy (PRK) dan Laser Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK), termasuk versi modernnya yaitu FemtoLASIK. Keduanya bertujuan memperbaiki kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hyperopia), dan astigmatisme. Dengan cara membentuk ulang kornea agar cahaya dapat difokuskan secara optimal di retina.

Bagi Anda yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak, memahami perbedaan PRK dan LASIK menjadi langkah penting. Masing-masing memiliki perbedaan. Baik dari kondisi mata, teknik operasi, waktu pemulihan, hingga kenyamanan pasca tindakan. Faktor seperti ketebalan kornea, gaya hidup aktif, dan riwayat kesehatan mata juga berpengaruh terhadap prosedur yang paling sesuai untuk Anda.

Meskipun hasil akhirnya sama-sama menghasilkan penglihatan lebih jernih, PRK dan LASIK berbeda dalam cara kerja dan risikonya. PRK tidak melibatkan pembuatan flap pada kornea, sementara LASIK melibatkan flap untuk mempercepat pemulihan. Perbedaan inilah yang memengaruhi pengalaman pasien setelah operasi, potensi efek samping, serta besarnya biaya yang dikeluarkan. Artikel ini akan membantu Anda memahami keduanya secara menyeluruh agar Anda dapat memilih prosedur yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.

Perbandingan Metode PRK dan LASIK, Keduanya Punya Fungsi maupun Prosedur Berbeda

Pada LASIK konvensional atau FemtoLASIK, dokter membuat lapisan tipis (flap) di bagian depan kornea menggunakan laser berteknologi tinggi. Flap ini dibuka sementara agar bagian dalam kornea bisa dibentuk ulang dengan laser excimer sesuai kebutuhan penglihatan Anda. Setelah selesai, flap dikembalikan ke posisi semula dan akan menempel sendiri tanpa jahitan. Proses ini berlangsung cepat, dan sebagian besar pasien bisa melihat jelas hanya dalam satu atau dua hari setelah operasi.

Sementara itu, PRK tidak menggunakan flap sama sekali. Dokter mengangkat lapisan paling luar kornea (disebut epitel) lalu menggunakan laser excimer untuk membentuk ulang permukaan kornea secara langsung. Setelah tindakan, epitel akan tumbuh kembali secara alami dalam beberapa hari. Karena proses regenerasi ini memerlukan waktu, pemulihan PRK biasanya sedikit lebih lama, dan penglihatan bisa terasa buram sementara di awal masa penyembuhan.

Secara sederhana, perbedaan utama terletak pada cara dokter mengakses kornea. LASIK menggunakan flap untuk mempercepat pemulihan, sementara PRK mengangkat lapisan terluar agar lebih aman bagi pasien dengan kornea tipis atau yang memiliki aktivitas fisik tinggi seperti atlet. 

Perbandingan Risiko dan Recovery, Mana Lebih Minim dan Pulih Cepat?

Pasien LASIK umumnya mengalami peningkatan penglihatan signifikan dalam 1-2 hari setelah operasi. Proses penyembuhannya cepat, dan kebanyakan orang dapat kembali bekerja atau beraktivitas ringan dalam waktu singkat. Namun, untuk mencapai penglihatan yang benar-benar stabil, dibutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kondisi mata masing-masing.

Pada PRK, proses pemulihan lebih panjang. Setelah operasi, penglihatan dapat terasa kabur, silau, atau sensitif terhadap cahaya selama beberapa hari pertama. Rasa perih atau sensasi terbakar ringan biasanya dirasakan pasca tindakan. Penglihatan akan mulai membaik setelah beberapa hari, tetapi hasil yang stabil baru terlihat setelah beberapa minggu atau bulan.

Dari segi risiko, keduanya tergolong aman dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Efek samping umum meliputi mata kering, sensasi silau atau halo di malam hari, serta rasa tidak nyaman ringan pasca operasi. Untuk LASIK, risiko yang perlu diperhatikan berkaitan dengan flap kornea. Misalnya flap bergeser atau menimbulkan lipatan jika mata terbentur keras atau mata bila dikucek. Pada PRK, ketidaknyamanan cenderung lebih lama karena lapisan epitel butuh waktu untuk pulih.

Secara keseluruhan, baik PRK maupun LASIK aman dilakukan jika ditangani oleh dokter mata berpengalaman dan pasien menjalani pemeriksaan awal dengan teliti.

Menyesuaikan Kebutuhan dengan Gaya Hidup dan Kondisi Mata

Pemilihan antara PRK dan LASIK sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda. Jika Anda sering melakukan aktivitas fisik berat atau olahraga kontak, seperti futsal, bela diri, atau pekerjaan lapangan, PRK bisa lebih aman karena tidak ada flap yang bisa bergeser.

Namun, jika Anda ingin hasil yang lebih cepat terlihat dan ingin segera kembali ke rutinitas harian, LASIK sering menjadi pilihan yang lebih praktis, terutama bila kornea Anda cukup tebal dan tidak memiliki masalah kesehatan mata lainnya.

Perbandingan Biaya PRK maupun LASIK di Indonesia

Biaya PRK dan LASIK di Indonesia cukup bervariasi tergantung teknologi, reputasi dokter, dan fasilitas klinik. Sebagai gambaran umum:

  • LASIK: Sekitar Rp15 juta-Rp25 juta per mata
  • PRK: Sekitar Rp12 juta-Rp20 juta per mata

Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh jenis mesin laser yang digunakan dan tingkat pengalaman dokter bedah refraktif. Serta cakupan biaya layanan. Apakah cost sudah termasuk pemeriksaan pra operasi, kontrol lanjutan, dan obat tetes mata.

Sebelum memutuskan, mintalah rincian biaya lengkap kepada klinik. Termasuk apakah ada layanan koreksi ulang (enhancement) jika hasil awal belum optimal. Dengan begitu, Anda dapat menyiapkan anggaran dengan realistis dan memilih layanan yang benar-benar sesuai kebutuhan.

Teknologi LASIK Modern di IEC Eye Care

Selain memahami perbedaan antara PRK dan LASIK, penting juga untuk mengetahui bagaimana teknologi modern telah meningkatkan keamanan dan hasil operasi LASIK di berbagai klinik, termasuk di IEC Eye Care, salah satu pusat layanan bedah refraktif terkemuka di Indonesia.

IEC Eye Care menggunakan kombinasi dua teknologi laser terkini di dunia untuk memastikan setiap prosedur LASIK dilakukan dengan presisi tinggi dan hasil yang optimal:

Pembentukan Flap LASIK dengan Laser Elita

Teknologi ini digunakan untuk membentuk flap kornea dengan energi sangat rendah. Mesin Elita dapat menghasilkan potongan yang halus, presisi, dan minim trauma jaringan.

Femtosecond Laser Elita juga merupakan mesin yang digunakan dalam prosedur SILK (bedah refraktif tanpa flap). Sehingga pasien merasakan proses operasi yang lembut dan nyaman, dengan waktu pemulihan lebih cepat.

Excimer EX500 dan Topography-Guided System

Laser ini digunakan untuk membentuk ulang permukaan kornea sesuai bentuk unik mata setiap pasien. 

Berbeda dengan sistem wavefront-guided yang masih digunakan di banyak klinik, teknologi topography-guided milik IEC Eye Care memungkinkan tindakan laser dilakukan secara lebih akurat dan personal, sehingga hasil penglihatan menjadi lebih tajam dan alami. 

Kombinasi kedua teknologi ini membuat tindakan FemtoLASIK di IEC Eye Care memiliki beberapa keunggulan penting:

  • Presisi tinggi, karena laser menyesuaikan kondisi mata setiap individu.
  • Lebih aman, dengan energi rendah dan risiko komplikasi minimal.
  • Nyaman, tanpa rasa sakit dan dengan durasi tindakan yang singkat.
  • Pemulihan cepat, banyak pasien bisa kembali beraktivitas normal dalam waktu 24 jam.

FemtoLASIK merupakan bentuk inovasi modern dalam bedah refraktif yang memberikan hasil penglihatan yang jernih, stabil, dan minim efek samping. Jika Anda sedang mempertimbangkan operasi koreksi penglihatan, konsultasikan dengan dokter spesialis mata di IEC Eye Care untuk mengetahui metode yang paling sesuai dengan kondisi mata Anda.

Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur LASIK, PRK, atau pemeriksaan kesehatan mata, Anda dapat melakukan appointment atau datang langsung ke klinik untuk berkonsultasi dengan tim dokter profesional kami.

Sumber:

  • Editorial Team. (2023, September 8). Photorefractive keratectomy (PRK) is similar to LASIK, but it has important differences. Those make PRK a better laser eye surgery option for some people. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/procedures/photorefractive-keratectomy-prk-eye-surgery
  • Considering LASIK surgery. (2025). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/in-depth/lasik-surgery/art-20045751
  • Farsightedness – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2025). Mayoclinic.org; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/diagnosis-treatment/drc-20372499
  • Jewell, T. (2018, November 16). What’s the Difference Between PRK and LASIK? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/eye-health/prk-vs-lasik
  • Ames, H. (2021, July 7). What to know about laser eye surgery. Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/laser-eye-surgery
  • ARSC Editor. (2025, June 11). PRK Recovery Time: What to Expect. Refractive Surgery Council. https://americanrefractivesurgerycouncil.org/prk-recovery-time-what-to-expect/

Apa Itu Pre LASIK dan Post LASIK? Bagian Penting Operasi

apa-itu-pre-lasik-dan-posy-lasik

Operasi LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) telah merevolusi koreksi penglihatan, memberikan kebebasan dari kacamata dan lensa kontak bagi jutaan orang.

Namun, kesuksesan LASIK tidak hanya ditentukan oleh laser yang presisi saat operasi, melainkan oleh dua fase krusial, yaitu Pre LASIK (sebelum operasi) dan Post LASIK (setelah operasi). Kedua fase ini adalah bagian integral dari seluruh prosedur, yang memastikan pasien adalah kandidat yang aman dan mencapai hasil penglihatan yang optimal.

Istilah pre LASIK adalah keseluruhan proses evaluasi mendalam dan persiapan yang dilakukan oleh dokter mata untuk menentukan kelayakan pasien dan merencanakan prosedur laser yang spesifik. Sementara itu, Post LASIK adalah fase perawatan dan pemulihan pasca-operasi yang sangat penting untuk penyembuhan yang aman dan stabil.

Baca juga: Perbedaan LASIK dan Laser Mata, Apa Hubungan Keduanya?

Fase Pre LASIK: Penentu Kelayakan dan Akurasi

Sumber gambar: Canva

Fase pre LASIK adalah fondasi keselamatan dan akurasi operasi LASIK. Tanpa evaluasi yang cermat, risiko komplikasi seperti ektasia kornea atau koreksi yang tidak tepat akan meningkat. Itulah mengapa pasien harus menjalani serangkaian tes komprehensif.

Rangkaian pemeriksaan pre LASIK apa saja? Pemeriksaan ini dirancang untuk mendapatkan peta mata yang paling detail dan memastikan bahwa derajat minus mata stabil. Pemeriksaan mata ini meliputi:

  • Pengukuran Refraksi dan Stabilitas Resep: Dokter akan mengukur resep mata secara akurat dan memastikan bahwa resep telah stabil setidaknya selama satu tahun. Stabilitas ini merupakan syarat mutlak.
  • Kornea Topografi dan Tomografi: Ini adalah tes paling vital. Alat khusus akan membuat peta detail bentuk dan kelengkungan kornea (kornea topografi). Pengukuran ini sangat penting untuk mendeteksi kelainan bentuk kornea seperti keratoconus atau kelainan lain yang dapat membuat LASIK tidak aman, serta memberikan data yang tepat untuk program laser.
  • Pakimetri (Pengukuran Ketebalan Kornea): LASIK melibatkan pengangkatan jaringan kornea. Pengukuran ketebalan kornea (pachymetry) harus memastikan bahwa kornea memiliki ketebalan sisa yang memadai setelah operasi untuk mempertahankan integritas struktural mata.
  • Pengukuran Ukuran Pupil: Pupil diukur dalam kondisi terang dan gelap. Jika pupil terlalu besar dalam kondisi gelap, pasien berisiko mengalami efek samping seperti glare dan halo di malam hari pasca-operasi, karena zona laser ablasi mungkin tidak menutupi seluruh pupil.
  • Evaluasi Mata Kering (Tear Film Test): Sindrom mata kering adalah efek samping umum pasca-LASIK. Dokter akan melakukan tes (Schirmer test atau Tear Break-up Time/TBUT) untuk menilai kuantitas dan kualitas air mata. Pengelolaan mata kering sebelum operasi sangat penting untuk pemulihan yang sukses.
  • Pemeriksaan Kesehatan Mata Komprehensif: Dokter akan melebarkan pupil (dilated eye exam) untuk memeriksa kondisi retina, saraf optik, dan lensa secara menyeluruh guna menyingkirkan penyakit mata lain seperti glaukoma atau katarak, yang dapat memengaruhi hasil LASIK (Mayo Clinic).
  • Menghindari Lensa Kontak: Pasien diwajibkan menghentikan pemakaian lensa kontak (2 minggu untuk lensa lunak, dan lebih lama untuk lensa hard atau RGP) sebelum pre LASIK test dan operasi, karena lensa kontak dapat mengubah bentuk kornea sementara, yang akan menghasilkan pengukuran yang tidak akurat.

Baca juga: Apakah LASIK Bisa Dilakukan Sampai 2 Kali? Apa Penyebabnya

Fase Post LASIK: Perawatan Kritis Setelah Operasi

Sumber gambar: Canva

Setelah prosedur LASIK selesai, fase Post LASIK dimulai, yang sangat penting untuk penyembuhan yang sukses. Perawatan pasca operasi ini jadi kunci untuk mencegah infeksi, memastikan flap kornea sembuh dengan baik, dan meminimalisir risiko komplikasi.

Adapun fase Post LASIK ini biasanya meliputi pencegahan kebiasaan mengucek mata, penggunaan tetes mata, serta check up rutin untuk mengontrol proses pemulihan mata.

LASIK adalah prosedur bedah refraksi yang sangat sukses, tetapi keberhasilannya sangat tergantung pada persiapan yang matang (pre LASIK adalah evaluasi kritis untuk kelayakan) dan ketaatan pada instruksi pasca-operasi (post lasik care untuk penyembuhan yang aman).

Baca juga: Operasi LASIK Mata Pakai BPJS, Apakah Bisa Ditanggung?

Memahami dan mematuhi setiap langkah, mulai dari pemeriksaan pre LASIK apa saja hingga penggunaan tetes mata pasca-operasi, adalah cara terbaik untuk memaksimalkan hasil dan meminimalkan risiko dari prosedur ini.

Tertarik untuk melakukan LASIK? Anda bisa melakukannya di Klinik IEC Eye Care. Dapatkan pelayanan berkualitas dari dokter spesialis mata profesional dan peralatan medis modern yang canggih.

Baca juga: Setelah LASIK Mata Masih Buram Apakah Normal? Kapan Perlu Khawatir

Referensi:

  • American Academy of Ophthalmology (AAO). (2023). Laser Surgery Recovery. https://www.aao.org/eye-health/treatments/laser-surgery-recovery
  • American Academy of Ophthalmology (AAO). (2022). Refractive Surgery PPP. https://www.aao.org/education/preferred-practice-pattern/new-preferredpracticepatternguideline-3
  • Mayo Clinic. (2025). LASIK eye surgery: Is it right for you?. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/in-depth/lasik-surgery/art-20045751
  • WebMD. (2024). PRK vs. LASIK. https://www.webmd.com/eye-health/prk-vs-lasik

Apakah LASIK Bisa Dilakukan Sampai 2 Kali? Apa Penyebabnya

apakah-lasik-bisa-dilakukan-sampai-2-kali

LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) dikenal sebagai salah satu prosedur koreksi penglihatan paling populer dan efektif di dunia. Dengan tingkat keberhasilan lebih dari 95% menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), banyak pasien terbebas dari kacamata setelah operasi ini.

Namun, apakah LASIK bisa 2 kali? atau apakah bisa melakukan LASIK 2 kali jika penglihatan kembali kabur? Artikel ini akan mengulas jawabannya lewat ulasan di bawah ini!

Baca juga: Sudah Operasi LASIK, Apakah Tetap Butuh Kacamata?

Apakah LASIK Bisa Dilakukan 2 Kali?

Sumber gambar: Canva

Banyak pertanyaan muncul tentang LASIK. Tak hanya soal biaya atau prosedurnya yang rumit, namun juga “apakah LASIK bisa dilakukan 2 kali?”, jawabannya adalah iya. Dalam kondisi tertentu, LASIK bisa dilakukan lebih dari satu kali. Prosedur ini dikenal sebagai LASIK enhancement atau operasi ulang LASIK. 

Menurut AAO, sebagian pasien mungkin memerlukan prosedur tambahan pasca LASIK setelah beberapa tahun, terutama bila terjadi beberapa kondisi pada mata, seperti:

  • Regresi refraksi (miopia kembali pada mata)
  • Hasil koreksi awal kurang maksimal
  • Terjadi perubahan refraksi akibat faktor usia (presbiopia)

Namun, tidak semua pasien memenuhi syarat untuk melakukan LASIK kedua kali. Terdapat sejumlah pertimbangan medis yang harus diperiksa terlebih dulu sebelum melakukan prosedur LASIK kembali.

Baca juga: Apakah Operasi LASIK Mata Sakit, Signifikan atau Tidak?

Syarat untuk Melakukan LASIK 2 Kali

Sumber gambar: Canva

Jika Anda memiliki kondisi-kondisi seperti di atas, Anda bisa melakukan LASIK untuk kedua kalinya. Namun, terdapat beberapa syarat yang harus terpenuhi supaya prosedur LASIK bisa kembali dilakukan, antara lain:

1. Ketebalan Kornea Mencukupi

LASIK dilakukan dengan melakukan pengikisan jaringan kornea. Bila kornea sudah terlalu tipis setelah operasi pertama, LASIK ulang tidak aman untuk dilakukan. Oleh karena itu, topografi kornea jadi syarat utama sebelum melakukan operasi ulang.

2. Mata dalam Kondisi Sehat

Syarat lainnya untuk melakukan LASIK kedua kalinya adalah kondisi mata dalam keadaan sehat. Tidak ada penyakit mata aktif seperti glaukoma, katarak signifikan, atau keratoconus.

3. Minus Relatif Stabil

Sama dengan syarat LASIK pertama, mata harus dalam keadaan minus stabil. LASIK ulang hanya dianjurkan jika kondisi refraksi sudah stabil setidaknya dalam kurun waktu 6-12 bulan terakhir.

4. Evaluasi Risiko

Syarat selanjutnya untuk melakukan LASIK ulang adalah dengan melakukan evaluasi risiko. Dokter perlu memastikan bahwa operasi kedua tidak meningkatkan risiko komplikasi seperti ektasia kornea (pelemahan struktur kornea).

Baca juga: Berapa Lama Proses Penyembuhan Setelah Operasi LASIK? Singkat Kok

Risiko Jika LASIK Dilakukan 2 Kali

Sumber gambar: Canva

Walaupun aman pada banyak kasus, LASIK kedua kali memiliki risiko lebih tinggi dibanding operasi pertama, antara lain:

  • Kornea semakin menipis
  • Peningkatan risiko mata kering
  • Hasil visual tidak setajam operasi pertama
  • Komplikasi flap bila LASIK ulang dilakukan terlalu dekat dengan operasi awal

Baca juga: Ini Ciri-ciri Mata yang Tidak Bisa LASIK, Apa Alternatifnya?

Alternatif Jika LASIK Tidak Bisa Dilakukan 2 Kali

Sumber gambar: Canva

Jika pasien tidak memenuhi syarat untuk LASIK ulang, ada alternatif lain yang bisa dipertimbangkan:

  • PRK (Photorefractive Keratectomy): Prosedur ini lebih aman karena tidak memerlukan flap dan hanya mengikis bagian permukaan kornea. Prosedur ini cocok untuk pasien dengan kondisi kornea tipis.
  • ICL (Implantable Collamer Lens): Penanaman lensa buatan di dalam mata. Prosedur ini efektif pada pasien dengan miopia tinggi atau kornea tipis.
  • RLE (Refractive Lens Exchange): Prosedur RLE ini mirip dengan operasi katarak, yaitu mengganti lensa alami dengan lensa buatan multifokal. RLE ini sangat cocok untuk pasien dengan usia lanjut atau presbiopia.

Baca juga: Berapa Lama Proses Penyembuhan Setelah Operasi LASIK? Singkat Kok

Itulah informasi lengkap mengenai apakah LASIK bisa dilakukan 2 kali serta syarat dan risikonya. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan mata ulang sebelum memutuskan untuk melakukan LASIK 2 kali. 

Jika Anda tertarik untuk melakukan LASIK atau prosedur medis koreksi mata lainnya, Anda bisa melakukannya di Klinik IEC Eye Care. Nikmati pelayanan berkualitas dengan dokter spesialis mata berpengalaman dan peralatan medis modern yang canggih.

Referensi:

  • American Academy of Ophthalmology. (2022). Refractive Surgery PPP. https://www.aao.org/education/preferred-practice-pattern/new-preferredpracticepatternguideline-3
  • Refractive Surgery Council. LASIK Enhancements: LASIK Touch Up Facts. https://americanrefractivesurgerycouncil.org/understanding-facts-lasik-enhancement/
  • WebMD. (2024). LASIK Laser Eye Surgery: Procedure, Risks, Recovery, and Side Effects. https://www.webmd.com/eye-health/lasik-laser-eye-surgery
  • Zadok, D., et al. (1999). Outcomes of retreatment after laser in situ keratomileusis. Ophthalmology, 106(12), 2391-4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10599677/

Perbedaan LASIK dan Laser Mata, Apa Hubungan Keduanya?

beda-lasik-dan-laser-mata

Teknologi laser telah merevolusi dunia oftalmologi. Dari operasi katarak, glaukoma, hingga koreksi refraksi, laser digunakan dalam berbagai prosedur medis. Apakah semua yang menggunakan teknologi laser adalah LASIK? 

LASIK memang populer, tetapi sebenarnya hanyalah salah satu bentuk dari teknologi laser mata. Artikel ini membahas perbedaan dari LASIK dan laser mata, serta fungsi kedua teknologi tersebut.

Baca juga: Adakah Batas Minimal Umur untuk LASIK Mata? Ini Rekomendasinya

Apa Itu LASIK?

Sumber gambar: Canva

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah operasi refraktif menggunakan excimer laser (untuk mengikis jaringan kornea) dan femtosecond laser (untuk membuat flap kornea). Tujuannya adalah memperbaiki fokus cahaya agar jatuh tepat di retina.

Menurut Harvard Health Publishing, lebih dari 90% pasien LASIK mencapai penglihatan 20/40 atau lebih baik tanpa kacamata, sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa alat bantu visual (Harvard Health, 2019).

Baca juga: Syarat untuk Bisa Operasi LASIK, Adakah Maksimal Minus?

Apa Itu Laser Mata?

Sumber gambar: Canva

“Laser mata” adalah istilah umum yang merujuk pada berbagai prosedur oftalmologi dengan teknologi laser, tidak terbatas pada LASIK. Beberapa di antaranya:

  • SILK Elita: Metode operasi refraktif canggih dengan teknologi laser femtosecond untuk mengoreksi masalah penglihatan seperti miopia dan astigmatisme.
  • PRK (Photorefractive Keratectomy): Prosedur koreksi refraksi mata dengan waktu pemulihan yang lebih lama.
  • SMILE (Small Incision Lenticule Extraction): Prosedur koreksi mata dengan miopia menggunakan sayatan kecil tanpa flap.
  • Laser YAG: Prosedur untuk mengatasi katarak sekunder pasca operasi katarak.
  • Laser Trabekuloplasti: Prosedur medis untuk menurunkan tekanan mata pada glaukoma.
  • Laser Fotokoagulasi Retina: Prosedur medis untuk mengatasi retinopati diabetik.

Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Operasi LASIK? Ini Biayanya

Perbedaan LASIK dan Laser Mata

Sumber gambar: Canva

Meskipun sama-sama menggunakan teknologi laser, LASIK dan prosedur laser mata lainnya berbeda dalam tujuan dan teknik pelaksanaannya. LASIK adalah prosedur khusus yang dirancang untuk mengoreksi kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme.

Dalam LASIK, dokter menggunakan kombinasi femtosecond laser untuk membuat flap tipis pada kornea dan excimer laser untuk membentuk ulang jaringan kornea sehingga cahaya dapat difokuskan dengan benar ke retina. Proses ini relatif cepat, hasilnya stabil, dan pemulihannya hanya membutuhkan waktu singkat.

Sementara itu, istilah “laser mata” merujuk pada berbagai prosedur yang lebih luas di bidang oftalmologi. Misalnya, PRK (Photorefractive Keratectomy) yang juga menggunakan excimer laser tetapi tanpa membuat flap, sehingga cocok untuk pasien dengan kornea tipis.

Ada pula SMILE (Small Incision Lenticule Extraction) yang menggunakan sayatan sangat kecil untuk mengangkat lentikula di dalam kornea, dan biasanya menghasilkan pemulihan lebih nyaman pada pasien dengan risiko mata kering.

Selain itu, YAG laser sering dipakai untuk mengatasi katarak sekunder, sedangkan laser fotokoagulasi digunakan untuk mencegah kebutaan akibat retinopati diabetik.

Dengan kata lain, LASIK hanyalah salah satu jenis operasi laser mata, sedangkan laser mata secara umum mencakup banyak prosedur dengan fungsi berbeda, mulai dari koreksi penglihatan hingga perawatan retina dan glaukoma.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada tujuan, teknik, serta jenis laser yang digunakan. LASIK berfokus pada koreksi refraksi dengan hasil cepat, sementara prosedur laser lainnya ditujukan untuk kondisi medis tertentu dan memiliki waktu pemulihan yang bervariasi.

Baca juga: Apakah Setelah LASIK Bisa Minus Lagi? Seperti Apa Penjelasan Medis

Itulah informasi mengenai perbedaan LASIK dan laser mata yang perlu Anda ketahui. Jika tertarik untuk melakukan LASIK atau prosedur medis koreksi mata lainnya, Anda bisa melakukannya di klinik IEC Eye Care.

Dapatkan perawatan dari dokter profesional menggunakan alat-alat modern yang canggih dan pelayanan kesehatan yang berkualitas!

Referensi:

  • American Academy of Ophthalmology. (2022). LASIK Eye Surgery. https://www.aao.org/eye-health/treatments/lasik
  • Harvard Health Publishing. (2019). LASIK: Is it right for you?. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/lasik-is-it-right-for-you
  • Cleveland Clinic. (2023). Laser Eye Surgery Procedures. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/8565-laser-eye-surgery
  • Johns Hopkins Medicine. (2022). Laser Vision Correction. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/laser-vision-correction
  • Sharifa, et al. (2020). Excimer laser refractive surgery for myopia and myopic astigmatism. Cochrane Library. https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD007154.pub3/full
  • NIH / NCBI Bookshelf. (2018). Laser Refractive Surgery for Vision Correction: A Review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532537/

Ini Ciri-ciri Mata yang Tidak Bisa LASIK, Apa Alternatifnya?

ciri-ciri-mata-yang-tidak-bisa-di-lasik

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) dikenal sebagai prosedur bedah refraktif yang cepat, minim rasa sakit, dan efektif untuk mengoreksi miopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), dan astigmatisme. Namun, tidak semua orang dapat menjalani LASIK. Ada ciri-ciri mata yang tidak bisa di LASIK yang harus diperhatikan sebelum prosedur dilakukan.

Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat, tersedia alternatif selain LASIK yang aman dan efektif, termasuk tindakan operasi mata untuk penderita kacamata minus tinggi yang tidak bisa di LASIK. Artikel ini akan membahas ciri-ciri mata yang tidak bisa LASIK, kemungkinan efek samping, serta opsi alternatif yang diakui oleh organisasi kesehatan internasional.

Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Operasi LASIK? Ini Biayanya

Ciri-ciri Mata yang Tidak Bisa di-LASIK

Sumber gambar: Canva

Tidak semua pasien cocok untuk LASIK, menurut panduan medis berikut kondisi-kondisi tertentu yang bisa menjadi perhatian.

1. Kornea Tipis atau Abnormal

LASIK memerlukan ketebalan kornea yang cukup untuk dipotong dan dibentuk ulang. Pasien dengan keratoconus atau bentuk kornea tidak teratur tidak dianjurkan untuk melakukan LASIK karena risiko komplikasi yang tinggi (AAO, 2022).

2. Miopia atau Derajat Minus Tinggi

Pasien dengan derajat minus ekstrem (lebih dari -12 dioptri) sering kali tidak bisa melakukan operasi LASIK. Berdasarkan penelitian pada Ophthalmology menunjukkan bahwa pasien dengan minus tinggi lebih berisiko mengalami regresi atau hasil yang tidak stabil setelah LASIK.

3. Mata Terlalu Kering 

LASIK bisa memperburuk gejala mata kering. Pasien dengan sindrom mata kering kronis tidak dianjurkan menjalani LASIK karena dapat menimbulkan komplikasi. Pastikan untuk melakukan pemeriksaan mata dan konsultasi mendalam dengan dokter spesialis mata sebelum melakukan prosedur operasi LASIK.

4. Kondisi Mata Tertentu

Terdapat beberapa kondisi mata tertentu yang tidak diperbolehkan melakukan operasi LASIK. Beberapa di antaranya seperti glaukoma, katarak yang signifikan, infeksi mata, atau riwayat operasi mata tertentu yang bisa menjadi kontraindikasi dari tindakan LASIK.

5. Usia dan Stabilitas Minus

Pasien dengan usia di bawah 18 tahun tidak dianjurkan melakukan operasi LASIK. Selain itu, pasien dengan mata minus yang belum stabil dalam 1-2 tahun terakhir tidak dianjurkan untuk melakukan LASIK.

Baca juga: Apakah Setelah LASIK Bisa Minus Lagi? Seperti Apa Penjelasan Medis

Pilihan Prosedur Alternatif Selain LASIK

Sumber gambar: Canva

Bagi pasien dengan ciri-ciri mata yang tidak bisa di-LASIK, terdapat beberapa alternatif prosedur yang diakui secara medis, antara lain.

1. PRK (Photorefractive Keratectomy)

Tindakan PRK mengoreksi penglihatan dengan mengikis permukaan epitel kornea, tanpa membuat flap seperti LASIK. Tindakan ini sangat cocok untuk pasien dengan kondisi korena tipis. Namun, kekurangan dari PRK adalah waktu pemulihan yang lebih lama dan rasa sakit lebih intens pasca operasi.

2. SMILE (Small Incision Lenticule Extraction)

Alternatif lainnya selain LASIK adalah SMILE. Tindakan ini menggunakan teknis flapless yang lebih minimalis dibandingkan dengan LASIK. Prosedur SMILE menggunakan sayatan kecil untuk mengeluarkan lentikula di dalam kornea. Tindakan ini sangat cocok bagi pasien dengan risiko mata kering.

3. ICL (Implantable Collamer Lens)

Alternator yang satu ini sering disebut juga sebagai tindakan operasi mata untuk penderita kacamata minus tinggi yang tidak bisa di-LASIK. Lensa buatan akan ditanam di dalam mata, tepatnya di depan lensa alami untuk mengoreksi miopia ekstrem. Prosedur ICL ini sangat cocok untuk pasien dengan minus lebih dari -12 dioptri atau korena tipis.

4. Operasi Katarak Refraktif (Refractive Lens Exchange)

Operasi katarak refraktif ini umumnya dilakukan pada pasien dengan usia lanjut atau presbiopia, dengan mengganti lensa mata alami menggunakan lensa buatan multifokal. Prosedur Refractive Lens Exchange ini jadi alternatif yang tepat untuk pasien yang tidak bisa melakukan operasi LASIK maupun ICL.

Baca juga: Apakah Operasi LASIK Mata Sakit, Signifikan atau Tidak?

Itulah ciri-ciri mata yang tidak bisa di-LASIK serta alternatif selain LASIK yang bisa jadi pilihan Anda dengan kondisi mata yang sama. Tertarik untuk melakukan prosedur LASIK atau tindakan koreksi mata lainnya?

Anda bisa melakukannya di Klinik IEC Eye Care. Ditangani dengan dokter spesialis mata profesional dan peralatan medis modern yang canggih, membuat Anda tidak perlu khawatir lagi selama prosedur koreksi mata.

Referensi:

  • American Academy of Ophthalmology (AAO). (2022). LASIK Eye Surgery. https://www.aao.org/eye-health/treatments/lasik
  • Mayo Clinic. (2022). LASIK Eye Surgery.  https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/about/pac-20384774
  • WebMD. 2023. LASIK Laser Eye Surgery. https://www.webmd.com/eye-health/lasik-laser-eye-surgery
  • Alió JL, et al. 2017. Ten-year follow-up of LASIK for myopia: stability and regression. Ophthalmology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28216395/
  • Moshirfar M, et al. (2017). Patient-reported pain and discomfort after PRK, LASIK, and SMILE. Am J Ophthalmol. 2017;182:1-9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28366573/

Apakah Setelah LASIK Bisa Minus Lagi? Seperti Apa Penjelasan Medis

apakah-setelah-lasik-bisa-minus-lagi

LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah salah satu prosedur koreksi refraksi paling populer di dunia. Dengan teknologi laser, bentuk kornea diubah agar cahaya dapat difokuskan tepat ke retina, sehingga penglihatan menjadi jelas tanpa kacamata.

Namun, di balik keberhasilannya, muncul pertanyaan penting, yaitu “Apakah setelah LASIK bisa minus lagi?” atau “apakah setelah operasi LASIK mata bisa minus lagi?”. Artikel ini akan mengulas bukti medis, penelitian ilmiah, dan pandangan organisasi kesehatan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Baca juga: Setelah LASIK Mata Masih Buram Apakah Normal? Kapan Perlu Khawatir

Apa Benar Setelah LASIK Bisa Minus Lagi?

Sumber gambar: Canva

Berbagai pertanyaan tentang lasik tentu sangat banyak. Salah satunya adalah apakah setelah lasik bisa minus lagi? Jawaban dari pertanyaan ini adalah kemungkinan iya. Setelah operasi lasik mata bisa kembali mengalami miopia atau minus lagi. Fenomena ini disebut juga dengan regresi refraksi.

Menurut American Academy of Ophthalmology, sebagian pasien bisa mengalami perubahan penglihatan bertahun-tahun setelah melakukan operasi LASIK. Hal ini bisa berupa minus kembali (miopia), silinder yang muncul kembali, atau penurunan ketajaman visual (AAO, 2022).

Baca juga: Operasi LASIK Mata Pakai BPJS, Apakah Bisa Ditanggung?

Faktor-faktor Penyebab Minus Kembali Pasca LASIK

Sumber gambar: Canva

Studi Patient-reported outcomes after LASIK yang dipublikasikan di Journal of Cataract & Refractive Surgery menemukan bahwa meski tingkat kepuasan pasien LASIK sangat tinggi, yaitu lebih dari 95%, sebagian kecil pasien memang membutuhkan koreksi tambahan setelah bertahun-tahun.

Selain itu, menurut penelitian pada American Journal of Ophthalmology, meskipun hasil LASIK stabil dalam jangka pendek, regresi refraksi bisa terjadi setelah 5-10 tahun, terutama pada pasien dengan miopia tinggi sebelum operasi.

Kembalinya mata minus pasca operasi LASIK ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Regresi Refraksi

Regresi refraksi ini dapat terjadi pasca operasi LASIK. Hal ini disebabkan karena kornea yang sedikit berubah bentuk seiring waktu, menyebabkan kembalinya minus ringan atau miopia. Berdasarkan sebuah penelitian Ophthalmology (2017) menunjukkan bahwa sekitar 10% pasien LASIK mengalami regresi dalam 10 tahun pasca menjalani prosedur operasi LASIK.

2. Penuaan Mata (Presbiopia)

Lasik tidak bisa mencegah presbiopia, yaitu kondisi lensa mata yang kehilangan elastisitas seiring bertambahnya usia. Akibatnya, pasien dengan usia 40 tahun ke atas tetap membutuhkan kacamata baca meski telah menjalani operasi LASIK.

3. Perubahan Struktur Kornea

Pada sebagian kecil kasus, kornea bisa mengalami perubahan biomekanik jangka panjang setelah operasi, sehingga refraksi berubah. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya regresi refraksi dan kembalinya miopia.

4. Faktor Genetik

Gaya hidup dengan paparan layar digital, membaca dengan jarak terlalu dekat, atau faktor genetik juga bisa memengaruhi risiko miopia kembali pasca operasi LASIK.

Baca juga: Apakah Operasi LASIK Mata Sakit, Signifikan atau Tidak?

Apakah Pasien Bisa Melakukan LASIK Kembali?

Sumber gambar: Canva

Jika minus kembali signifikan, pasien bisa menjalani LASIK enhancement atau prosedur tambahan lain, tergantung kondisi kornea. Namun, hal ini hanya mungkin dilakukan jika:

  • Ketebalan kornea masih mencukupi,
  • Mata dalam kondisi sehat tanpa komplikasi serius,
  • Hasil pemeriksaan mata menunjukkan kelayakan untuk tindakan ulang.

Bila tidak memungkinkan, alternatif lain seperti implantasi lensa intraokular (IOL) dapat dipertimbangkan.

Baca juga: Sudah Operasi LASIK, Apakah Tetap Butuh Kacamata?

Jadi, itulah jawaban dari pertanyaan “apakah setelah lasik masih bisa minus?”. Dengan adanya potensi kembalinya miopia pasca operasi LASIK, pasien dianjurkan untuk menjaga pola hidup yang mencegah mata untuk mengalami regresi refraksi dan penuaan dini.

Jika ingin melakukan operasi LASIK mata minus, Anda bisa melakukannya di Klinik IEC Eye Care. Lakukan konsultasi dengan dokter profesional dan alat-alat modern yang canggih, serta nikmati pelayanan berkualitas dari klinik kami!

Referensi: