Skip to content

10 Penyakit Mata yang Sering Terjadi, Apa Saja Risikonya?

penyakit-mata-yang-sering-terjadi-dan-risikonya

Mata adalah salah satu indera paling vital dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penglihatan, Anda bisa bekerja, belajar, hingga menikmati indahnya dunia. Sayangnya, banyak orang masih menganggap sepele gangguan pada mata dan baru mencari pertolongan ketika kondisinya sudah cukup parah.

Padahal, ada berbagai penyakit mata yang sering terjadi dan bisa menimbulkan risiko serius jika tidak ditangani dengan tepat. Mulai dari gangguan ringan hingga penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan permanen. Dengan mengenali macam penyakit mata sejak dini, Anda bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Artikel ini akan membahas berbagai jenis penyakit mata yang umum terjadi, beserta risiko yang perlu Anda pahami.

Baca Juga: Penyebab Ablasi Retina dan Gejalanya, Kapan Harus ke Dokter?

Jenis-jenis Penyakit Mata dan Seberapa Bahaya Risikonya

penyakit-mata-dan-risikonya

Banyak penyakit mata berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas di awal. Akibatnya, penderita sering tidak menyadari adanya masalah sampai penglihatan sudah terganggu.

Dengan mengenali gejala awal dan faktor risikonya, pemeriksaan mata dapat dilakukan lebih cepat. Penanganan dini sangat berperan dalam menjaga kualitas penglihatan dan mencegah komplikasi jangka panjang.

1. Kelainan Refraksi

Kelainan refraksi adalah masalah mata yang paling umum terjadi pada berbagai usia. Kondisi ini terjadi etika bentuk mata tidak normal, sehingga mata tidak dapat membelokkan (merefraksikan) cahaya dengan baik. Hal ini membuat penglihatan menjadi kabur. Kelainan refraksi ini dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, dan dalam beberapa kasus operasi juga bisa menjadi pilihan.

Risiko dari kelainan refraksi yang tidak ditangani adalah penurunan kualitas hidup, kesulitan belajar pada anak, hingga kelelahan mata kronis. Terdapat beberapa jenis kelainan refraksi, antara lain:

  • Rabun Jauh (Miopia): Rabun jauh membuat objek yang jauh terlihat buram. Kondisi ini terjadi ketika bola mata terlalu panjang dari depan ke belakang, atau ketika terdapat masalah pada bentuk kornea (lapisan bening di bagian depan mata) atau lensa (bagian dalam mata yang membantu fokus). Akibatnya, cahaya difokuskan di depan retina, bukan tepat di atasnya.
  • Rabun Dekat (Hipermetropia): Rabun dekat membuat objek yang dekat terlihat buram. Kondisi ini terjadi ketika bola mata terlalu pendek dari depan ke belakang, atau ada masalah pada bentuk kornea atau lensa. Akibatnya, cahaya difokuskan di belakang retina, bukan tepat di atasnya.
  • Astigmatisme: Astigmatisme dapat membuat objek jauh maupun dekat terlihat buram atau terdistorsi. Kondisi ini terjadi ketika bentuk kornea atau lensa tidak normal, sehingga cahaya dibelokkan secara tidak merata saat masuk ke mata. Sebagian orang terlahir dengan astigmatisme, tetapi banyak juga yang mengalaminya saat masa kanak-kanak atau dewasa muda. Astigmatisme sering muncul bersamaan dengan kelainan refraksi lain, seperti rabun jauh atau rabun dekat.
  • Presbiopia: Presbiopia membuat orang paruh baya dan lanjut usia sulit melihat objek dekat. Seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi lebih keras dan kurang fleksibel, sehingga tidak lagi dapat memfokuskan cahaya dengan baik ke retina. Kebanyakan orang akan mengalami presbiopia seiring bertambahnya usia, biasanya setelah usia 45 tahun. 

2. Katarak

Katarak adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh. Pada kondisi normal, lensa mata bersifat jernih. Katarak dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Penyakit mata yang satu ini merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa di seluruh dunia. Meski katarak paling sering terjadi pada orang dengan usia lanjut, namun katarak dapat terjadi pada segala usia.

Risiko dari katarak adalah penglihatan yang menjadi buram atau tidak jelas, terutama pada malam hari. Katarak yang tidak diobati dengan tepat juga dapat mengakibatkan kebutaan permanen. Namun seiring berkembangnya teknologi, kini katarak dapat disembuhkan dengan tindakan operasi.

3. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit yang disebabkan kerusakan saraf optik pada salah satu atau kedua mata. Kerusakan ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen. Terdapat beberapa jenis glaukoma, tetapi yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis lain yang lebih jarang meliputi glaukoma sudut tertutup dan glaukoma kongenital (bawaan lahir).

Risiko utama dari glaukoma adalah kehilangan penglihatan secara permanen, terutama penglihatan samping. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting untuk mendeteksi glaukoma sejak dini.

4. Konjungtivitis

Konjungtivitis atau mata merah merupakan salah satu penyakit mata yang sangat umum terjadi. Pada kondisi ini, bagian putih mata tampak memerah. Penyakit mata ini menyerang berbagai usia. Terdapat dua jenis penyebab konjungtivitis, yaitu bakteri, virus, dan alergi. Gejala dari konjungtivitis cukup beragam, namun yang paling umum adalah rasa gatal, mata berair, dan rasa tidak nyaman pada mata.

Baca Juga: Perbedaan Katarak dan Glaukoma, Perlu Waspadai Keduanya

5. Mata Kering

Mata kering terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau berkualitas buruk untuk melembapkan mata. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang terlalu lama menatap layar. Umumnya, orang dengan mata kering akan merasakan perih, panas, mata merah, dan rasa tidak nyaman pada mata. Meski terlihat sepele, mata kering ternyata tidak boleh diabaikan. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan dan gangguan pada permukaan mata.

6. Kalazion

Kalazion merupakan benjolan yang muncul pada kelopak mata akibat penyumbatan kelenjar minyak. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai bintitan, padahal penyebabnya berbeda. Kalazion umumnya tidak nyeri, tetapi dapat mengganggu penglihatan jika ukurannya membesar. Jika sering kambuh, kalazion perlu diperiksa lebih lanjut oleh dokter mata.

7. Degenerasi Makula

Degenerasi makula, atau age-related macular degeneration (AMD), adalah salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada orang berusia 60 tahun ke atas. Penyakit ini merusak penglihatan pusat yang tajam, yang diperlukan untuk melihat objek dengan jelas serta melakukan aktivitas seperti membaca dan mengemudi.

AMD menyerang makula, yaitu bagian mata yang memungkinkan kita melihat detail halus. Penyakit ini tidak menimbulkan rasa nyeri, tetapi menyebabkan sel-sel di makula mati. Terdapat dua jenis AMD, yaitu AMD basah dan AMD kering.

Pemeriksaan mata menyeluruh secara rutin dapat mendeteksi degenerasi makula sebelum terjadi kehilangan penglihatan. Pengobatan dapat membantu memperlambat penurunan penglihatan, tetapi tidak dapat mengembalikan penglihatan yang sudah hilang.

8. Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik adalah kondisi mata yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan pada penderita diabetes. Penyakit ini menyerang pembuluh darah di retina, yaitu lapisan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata.

Jika Anda memiliki diabetes, sangat penting untuk menjalani pemeriksaan mata menyeluruh secara rutin. Retinopati diabetik sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi deteksi dini dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah untuk menjaga penglihatan.

9. Ablasio Retina

Ablasio retina terjadi ketika retina terangkat atau tertarik dari posisi normalnya. Kondisi ini dapat terjadi pada segala usia, tetapi lebih sering terjadi pada orang dengan usia di atas 40 tahun. 

Ablasi retina merupakan kondisi darurat medis. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan mata. Penanganan biasanya melibatkan berbagai jenis tindakan operasi

10. Infeksi Mata

Infeksi mata dapat terjadi pada segala usia. Umumnya infeksi mata ini disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua bagian mata sekaligus. Dua jenis infeksi mata yang sangat umum terjadi adalah konjungtivitis dan bintitan. Gejalanya pun cukup bervariasi, seperti mata merah, gatal, bengkak, mata berair, hingga gangguan penglihatan.

Pentingnya Pemeriksaan Mata Rutin

pentingnya-pemeriksaan-kesehatan-mata-rutin

Banyak macam penyakit mata yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan, bahkan ketika Anda merasa tidak ada keluhan. Di klinik mata IEC Eye Care, pemeriksaan mata dilakukan secara menyeluruh dengan teknologi modern dan dokter mata berpengalaman untuk membantu mendeteksi gangguan sejak dini.

Baca juga: Jenis Mata pada Anak: Penyebab, Gejala & Penanganannya

Penyakit mata dapat menyerang siapa saja dan sering kali berkembang tanpa disadari. Dengan mengenali berbagai penyakit mata, memahami risikonya, serta melakukan pemeriksaan rutin, Anda bisa menjaga penglihatan tetap optimal hingga usia lanjut.

Referensi:

×