Kotoran mata yang muncul saat bangun tidur sebenarnya masih tergolong normal. Namun, jika mata mengeluarkan kotoran terus menerus sepanjang hari, jumlahnya berlebihan, atau disertai rasa tidak nyaman, kondisi ini tidak boleh diabaikan.
Banyak orang bertanya-tanya, kenapa kotoran mata keluar terus, apakah ini tanda infeksi, alergi, atau justru masalah saluran air mata. Kondisi ini bisa dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa, dan penyebabnya pun beragam, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan medis oleh dokter spesialis mata.
Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab mata mengeluarkan kotoran terus menerus, jenis kotoran mata yang perlu diwaspadai, serta cara mengobati mata keluar kotoran terus yang aman dan efektif.
Baca juga: Penyebab Ablasi Retina dan Gejalanya, Kapan Harus ke Dokter?
Apa Itu Kotoran Mata?
Kotoran mata merupakan campuran dari lendir, minyak, sel kulit mati, dan air mata. Dalam jumlah kecil, kotoran mata berfungsi membersihkan mata dari debu dan partikel asing.
Namun, jika produksinya berlebihan atau terjadi terus-menerus, hal ini biasanya menandakan adanya gangguan pada mata atau saluran air mata. Kotoran mata yang tidak normal berbeda dengan “belek” yang biasa muncul saat bangun tidur atau mata berair. Jika tidak normal, tekstur, warna, atau jumlah kotoran mata akan terasa berbeda dari biasanya.
Baca Juga: Perbedaan Katarak dan Glaukoma, Perlu Waspadai Keduanya
Penyebab Mata Mengeluarkan Kotoran Terus-Menerus
Berbicara tentang kotoran mata, kita sering mengabaikannya. Padahal kotoran mata dapat menjadi gejala terhadap suatu infeksi atau penyakit mata. Di bawah ini penyebab kenapa mata mengeluarkan kotoran terus.
1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan atau infeksi pada konjungtiva mata. Kondisi ini merupakan penyebab paling umum dari mata merah. Konjungtivitis tak hanya membuat bola mata menjadi merah, namun juga sering disertai dengan mata berair dan kotoran mata.
Terdapat dua jenis penyebab konjungtivitis, yaitu infeksius dan non infeksius. Pada konjungtivitis infeksius, biasanya disebabkan oleh bakteri atau virus. Sedangkan pada konjungtivitis non infeksius disebabkan oleh alergi atau paparan zat iritan.
Penanganan konjungtivitis berbeda-beda, tergantung dari penyebab kondisi ini. Pada konjungtivitis yang disebabkan bakteri atau virus, umumnya kondisi ini dapat sembuh sendiri. Namun, pemberian obat dapat meringankan gejala.
2. Blefaritis
Penyebab lain dari mata yang mengeluarkan kotoran terus-menerus adalah blefaritis. Kondisi ini terjadi ketika kelopak mata teriritasi dan bengkak. Kondisi ini cukup umum terjadi dan bersifat kronis, namun tidak menular. Jika Anda memiliki kulit berminyak atau kulit dengan kondisi tertentu, risiko untuk mengalami blefaritis bisa lebih tinggi.
Terdapat dua jenis blefaritis, antara lain:
- Blefaritis Anterior: Jenis blefaritis ini terjadi pada bagian depan kelopak mata, yaitu area tempat bulu mata tumbuh. Gejalanya meliputi kelopak mata yang berwarna kemerahan atau lebih gelap, bengkak, serta munculnya ketombe atau kerak pada bulu mata.
- Blefaritis Posterior: Blefaritis jenis ini terjadi ketika kelenjar minyak meibom di bagian dalam kelopak mata menghasilkan minyak yang mengental atau tidak sehat, sehingga mengganggu fungsi normal mata.
Blefaritis menimbulkan beberapa gejala, seperti kelopak mata bengkak atau tampak berminyak; mata kemerahan, iritasi, terasa gatal atau panas; kerak pada bulu mata atau sudut kelopak mata; terdapat serpihan kulit di kelopak mata; dan mata menjadi kering.
Blefaritis dapat ditangani dengan mudah di rumah, terutama jika mata Anda mengeluarkan kotoran terus-menerus. Berikut beberapa cara mengobati mata keluar kotoran terus pada kasus belafritis.
- Hindari menggunakan riasan mata
- Kompres air hangat
- Konsumsi omega-3
- Bersihkan kelopak mata secara rutin
3. Mata Kering
Mata kering adalah kondisi yang sering terjadi, yang memengaruhi permukaan okular, serta lapisan air mata. Kondisi ini terjadi ketika kelenjar air mata tidak berfungsi dengan normal, atau ketika tubuh tidak memproduksi air mata yang cukup untuk melembapkan mata. Sindrom mata kering ini dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:
- Rasa tidak nyaman
- Penglihatan kabur
- Kotoran mata yang mengering dan membentuk kerak
Kotoran mata membantu membersihkan debu dan kotoran agar permukaan mata dan lapisan air mata biasanya akan membilas lendir sebelum mengeras. Memiliki sedikit kotoran mata pada mata kering masih tergolong normal, terutama setelah bangun tidur.
Namun, jika mata Anda mengeluarkan kotoran mata dalam jumlah banyak, berwarna kuning atau hijau, berkerak, atau membuat kelopak mata saling menempel, hal ini bisa menjadi tanda infeksi.
Pengobatan mata kering tergantung pada penyebabnya, seperti alergi atau infeksi mata. Jika mata kering sudah mengganggu penglihatan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes mata, salep dan gel pelembap mata, atau obat-obatan lainnya.
4. Alergi Mata
Alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau kosmetik dapat memicu mata gatal, merah, dan berair. Pada alergi mata, kotoran yang keluar biasanya bening dan disertai rasa gatal hebat.
Satu-satunya cara utama untuk mengatasi alergi mata adalah dengan menghindari penyebabnya. Namun, jika alergi sudah terjadi, penanganan hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari menyentuh mata, melakukan perawatan di rumah, serta menggunakan obat mata yang diresepkan oleh dokter.
Anda juga dapat mengompres mata dengan air dingin untuk mengurangi rasa gatal dan bengkak pada mata.
5. Penggunaan Lensa Kontak
Penggunaan lensa kontak yang tidak higienis atau terlalu lama dapat mengiritasi mata dan memicu produksi kotoran berlebih. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi infeksi mata.
Lensa kontak memberikan manfaat untuk penglihatan, tetapi bukan tanpa risiko. Penggunaan lensa kontak dikaitkan dengan peningkatan risiko keratitis, yaitu peradangan pada kornea. Salah satu jenis keratitis, yang disebut keratitis mikroba, terjadi ketika kuman menginfeksi kornea. Kuman tersebut dapat berupa virus, bakteri, jamur, atau parasit (amoeba). Risiko infeksi meningkat ketika lensa kontak dipakai terlalu lama atau tidak dirawat dengan benar.
Keratitis mikroba merupakan infeksi mata yang serius pada pengguna lensa kontak dan, pada kasus yang paling berat, dapat menyebabkan kebutaan.
Keratitis mikroba umumnya dapat dicegah dengan menjaga kesehatan mata serta perawatan lensa kontak dan perlengkapannya dengan benar. Sebagian besar komplikasi dapat ditangani dengan mudah oleh dokter mata. Namun, infeksi yang lebih serius dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan jika tidak segera diobati.
Jika Anda mengalami iritasi mata yang tidak biasa:
- Segera lepaskan lensa kontak
- Hindari menggunakan lensa kontak kembali sampai dokter mata menyatakan aman
- Segera periksakan diri ke dokter mata
Baca juga: Apa Itu Ablasi Retina? Kenali Jenis & Faktor Risikonya
Mengetahui kenapa kotoran mata keluar terus, memahami penyebab mata mengeluarkan kotoran terus menerus, serta menerapkan cara mengobati mata keluar kotoran terus yang tepat akan membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan mata kamu.
Jika keluhan tidak membaik, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan mata di klinik mata IEC Eye Care Jakarta demi penglihatan yang sehat dan optimal. Percayakan kesehatan mata Anda pada dokter berpengalaman dan dapatkan pelayanan terbaik.
Referensi:
- CDC. 2025. What Causes Contact Lens-Related Eye Infections. https://www.cdc.gov/contact-lenses/causes/index.html
- Cleveland Clinic. 2024. Allergic Conjunctivitis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/allergic-conjunctivitis
- Cleveland Clinic. 2022. Blepharitis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10032-blepharitis
- Cleveland Clinic. 2024. Eye Discharge. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/eye-discharge
- Hashmi, Muhammad, et al. 2024. Conjunctivitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541034/
- Healthline. 2023. What Causes Dry Eye Discharge?. https://www.healthline.com/health/dry-eye-discharge


