Glaukoma sering disebut sebagai “pencuri penglihatan” karena kerusakan yang ditimbulkannya terjadi perlahan tanpa gejala pada tahap awal. Banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika lapang pandang sudah terganggu.
Lalu, apakah kondisi ini bisa diturunkan dalam keluarga? Jika orang tua atau saudara kandung Anda mengidap glaukoma, wajar bila Anda merasa khawatir.
Memahami hubungan antara glaukoma keturunan, faktor genetik, dan pola pemeriksaan rutin dapat membantu Anda mengambil langkah pencegahan lebih dini. Artikel ini akan membantu Anda memahami risiko dan apa yang bisa dilakukan.
Peran Genetik dalam Risiko Penyakit Glaukoma
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki peran penting dalam perkembangan glaukoma, terutama pada tipe yang paling umum yaitu primary open-angle glaucoma. Risiko seseorang meningkat secara signifikan bila memiliki riwayat keluarga glaukoma, terutama dari orang tua atau saudara kandung.
Individu dengan kerabat tingkat pertama yang menderita glaukoma memiliki risiko beberapa kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum. Artinya, faktor keturunan bukan sekadar kemungkinan kecil, tetapi benar-benar berkontribusi pada peningkatan risiko.
Selain itu, ada variasi gen tertentu yang berkaitan dengan tekanan intraokular dan kerusakan saraf optik. Meski tidak semua kasus disebabkan oleh satu gen spesifik, kombinasi faktor genetik dan lingkungan dapat memicu penyakit ini.
Namun penting dipahami bahwa glaukoma bukan penyakit yang diturunkan secara sederhana seperti warna mata. Genetik meningkatkan risiko, tetapi bukan berarti Anda pasti akan mengalaminya.
Cara Mengetahui Risiko Anda dari Riwayat Keluarga
Langkah pertama adalah menggali informasi kesehatan keluarga secara terbuka. Tanyakan apakah orang tua, kakek-nenek, atau saudara kandung pernah didiagnosis glaukoma, menjalani operasi mata karena tekanan tinggi, atau rutin menggunakan obat tetes penurun tekanan bola mata.
Menurut informasi dari Glaucoma Research Foundation, memiliki satu anggota keluarga tingkat pertama dengan glaukoma dapat meningkatkan risiko hingga beberapa kali lipat. Jika lebih dari satu anggota keluarga terdampak, risikonya bisa lebih tinggi lagi.
Selain riwayat keluarga glaukoma, faktor risiko glaukoma lain juga perlu diperhatikan, seperti usia di atas 40 tahun, tekanan bola mata tinggi, miopia berat, diabetes, dan riwayat cedera mata. Kombinasi faktor-faktor ini dapat memperkuat kemungkinan terjadinya penyakit.
Jika Anda mengetahui adanya faktor risiko tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata untuk evaluasi menyeluruh. Pemeriksaan dini adalah kunci untuk mencegah kerusakan permanen pada saraf optik.
Langkah Pencegahan untuk Anggota Keluarga Pasien Glaukoma
Meskipun tidak ada cara untuk sepenuhnya mencegah glaukoma, deteksi dini sangat efektif dalam memperlambat progresi penyakit. Anggota keluarga pasien glaukoma sebaiknya menjalani pemeriksaan mata lebih awal dan lebih rutin.
Pemeriksaan glaukoma tidak hanya mengukur tekanan bola mata, tetapi juga meliputi evaluasi saraf optik dan tes lapang pandang. Pemeriksaan ini membantu dokter mendeteksi perubahan yang mungkin belum menimbulkan keluhan.
Edukasi dalam keluarga juga berperan penting. Ketika satu anggota keluarga terdiagnosis, sebaiknya informasi tersebut dibagikan kepada anggota lain agar mereka menyadari pentingnya skrining.
Berikut adalah panduan umum mengenai waktu dan frekuensi pemeriksaan.
-
Usia Ideal untuk Skrining Glaukoma Pertama
Bagi individu dengan glaukoma keturunan, pemeriksaan mata menyeluruh disarankan dimulai lebih awal, bahkan sebelum usia 40 tahun. Beberapa sumber menyarankan skrining dilakukan sekitar usia 35-40 tahun, atau lebih muda bila ada banyak faktor risiko.
Jika terdapat kasus glaukoma onset dini dalam keluarga, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan sejak usia 20-30 tahun. Penentuan usia ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi medis dan rekomendasi dokter mata.
-
Frekuensi Pemeriksaan Rutin yang Disarankan
Untuk individu berisiko tinggi, pemeriksaan mata umumnya dianjurkan setiap 1-2 tahun. Jika ditemukan tekanan bola mata tinggi atau perubahan awal pada saraf optik, frekuensinya bisa lebih sering sesuai anjuran dokter.
Orang tanpa faktor risiko biasanya dapat memeriksakan mata setiap 2–4 tahun setelah usia 40 tahun. Namun bagi Anda dengan faktor risiko glaukoma, interval yang lebih pendek sangat disarankan untuk pemantauan optimal.
Membangun Kesadaran Kesehatan Mata di Dalam Keluarga
Kesadaran adalah perlindungan pertama terhadap kebutaan akibat glaukoma. Diskusi terbuka mengenai kondisi kesehatan keluarga dapat membantu setiap anggota memahami risiko pribadi mereka.
Banyak kasus glaukoma tidak terdeteksi karena pasien tidak mengetahui bahwa mereka berisiko. Dengan memahami adanya glaukoma keturunan, Anda dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mata.
Dorong anggota keluarga untuk melakukan pemeriksaan rutin, terutama jika ada riwayat keluarga glaukoma. Ingat, kerusakan akibat glaukoma bersifat permanen, tetapi progresinya dapat dikendalikan bila ditemukan lebih awal.
Jika ingin melakukan skrining atau pemeriksaan mata menyeluruh, Anda bisa mengunjungi klinik mata IEC Eye Care Jakarta. Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter sekaligus ahli medis profesional untuk membantu mencegah sekaligus mengatasi masalah kesehatan mata Anda.
Referensi:
- McMonnies, C. W. (2017). Glaucoma history and risk factors. Journal of Optometry, 10(2), 71–78. https://doi.org/10.1016/j.optom.2016.02.003
- Is Glaucoma Hereditary? Family History & Genetic Risks. (2024, January 10). Glaucoma Research Foundation. https://glaucoma.org/articles/glaucoma-family-inheritance
- Wang, R., & Wiggs, J. L. (2014). Common and Rare Genetic Risk Factors for Glaucoma. Cold Spring Harbor Perspectives in Medicine, 4(12), a017244–a017244. https://doi.org/10.1101/cshperspect.a017244
- Risk Factors for Glaucoma | Glaucoma Australia. (2026). Glaucoma.org.au. https://glaucoma.org.au/what-is-glaucoma/risk-factors-for-glaucoma
- Clinic, C. (2025, April 28). Does Glaucoma Run in Families? Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/is-glaucoma-hereditary
- Cherney, K. (2023, September 11). Glaucoma and Genetics: Is It Inherited? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/eye-health/glaucoma-hereditary




