Mata juling atau secara medis disebut strabismus adalah kondisi ketika kedua mata tidak sejajar dan tidak mengarah ke titik yang sama secara bersamaan. Banyak orang tua menganggap kondisi ini hanya masalah estetika. Padahal, jika tidak ditangani dengan tepat, ada berbagai komplikasi strabismus yang dapat memengaruhi kualitas penglihatan anak hingga dewasa.
Anda mungkin bertanya, apakah benar ada bahaya mata juling tidak diobati? Jawabannya, ya. Selain berdampak pada penampilan, gangguan ini juga bisa menyebabkan masalah serius seperti kehilangan penglihatan binokular, ambliopia, hingga gangguan koordinasi.
Agar Anda lebih memahami risikonya, berikut penjelasan lengkap mengenai komplikasi yang bisa terjadi jika mata juling dibiarkan tanpa terapi.
Baca Juga: Perbedaan Mata Juling (Strabismus) dan Mata Malas (Ambliopia)
Hilangnya Kemampuan Melihat Kedalaman (Persepsi 3D)
Salah satu fungsi penting mata adalah memberikan penglihatan binokular, yaitu kemampuan kedua mata bekerja sama untuk menghasilkan persepsi tiga dimensi atau penglihatan kedalaman.
Pada kondisi normal, otak menggabungkan dua gambar dari masing-masing mata menjadi satu gambar utuh. Namun pada strabismus, karena posisi mata tidak sejajar, otak menerima dua gambar yang berbeda. Untuk menghindari penglihatan ganda, otak sering kali “mengabaikan” sinyal dari salah satu mata.
Jika kondisi ini berlangsung lama, anak bisa mengalami kehilangan penglihatan binokular. Akibatnya:
- Sulit memperkirakan jarak
- Kesulitan menangkap bola
- Tidak akurat saat menuang air ke gelas
- Lebih sering tersandung atau menabrak benda
Kemampuan melihat kedalaman sangat penting untuk aktivitas sehari-hari, termasuk olahraga dan keterampilan motorik. Inilah salah satu komplikasi strabismus yang sering tidak disadari.
Baca Juga: Mengenal Pseudo-Strabismus: Apakah Ini Kondisi Serius?
Risiko Ambliopia Permanen pada Anak
Salah satu bahaya mata juling tidak diobati yang paling serius adalah ambliopia atau mata malas. Kondisi ini terjadi ketika otak terus-menerus mengabaikan sinyal dari mata yang menyimpang.
Jika dibiarkan, jalur saraf antara mata dan otak tidak berkembang secara optimal. Akibatnya, penglihatan pada mata tersebut menjadi permanen lebih lemah, bahkan setelah posisi mata diperbaiki.
Ambliopia paling sering terjadi pada masa kanak-kanak karena periode ini merupakan masa kritis perkembangan visual. Jika tidak ditangani sebelum usia sekitar 7–8 tahun, risiko gangguan penglihatan permanen menjadi lebih besar. Inilah mengapa deteksi dan penanganan dini sangat penting. Semakin cepat terapi dilakukan, semakin besar peluang penglihatan berkembang normal.
Gangguan Koordinasi Mata dan Tangan
Selain memengaruhi persepsi kedalaman, komplikasi strabismus juga dapat berdampak pada koordinasi mata dan tangan.
Koordinasi ini sangat bergantung pada kemampuan kedua mata bekerja bersama. Jika terjadi kehilangan penglihatan binokular, anak mungkin mengalami:
- Kesulitan menulis rapi
- Lambat saat menyusun puzzle
- Kurang percaya diri saat olahraga
- Mudah menjatuhkan benda
Gangguan ini bisa berdampak pada performa akademik maupun aktivitas sosial. Anak mungkin terlihat kurang terampil, padahal akar masalahnya adalah gangguan visual yang tidak tertangani.
Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi rasa percaya diri anak, terutama jika disertai komentar dari lingkungan sekitar tentang tampilan mata mereka.
Baca Juga: Efek Gadget pada Mata Anak: Benarkah Bisa Bikin Juling?
Cegah Komplikasi Strabismus dengan Pemeriksaan Rutin
Melihat berbagai risiko di atas, jelas bahwa bahaya mata juling tidak diobati bukanlah hal sepele. Penanganan strabismus tidak hanya bertujuan memperbaiki tampilan mata, tetapi juga menjaga fungsi visual jangka panjang.
Beberapa langkah pencegahan dan deteksi dini yang bisa Anda lakukan antara lain:
- Melakukan pemeriksaan mata rutin sejak bayi
- Memperhatikan jika salah satu mata sering menyimpang
- Segera berkonsultasi jika anak mengeluh penglihatan ganda
- Tidak menunda terapi yang direkomendasikan dokter
Penanganan bisa berupa kacamata khusus, terapi penutup mata, terapi penglihatan, hingga tindakan operasi, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Semakin cepat intervensi dilakukan, semakin besar peluang untuk mempertahankan penglihatan binokular dan mencegah ambliopia permanen.
Mata juling bukan sekadar masalah kosmetik. Jika dibiarkan, ada berbagai komplikasi strabismus yang dapat terjadi, mulai dari kehilangan penglihatan binokular, gangguan persepsi kedalaman, ambliopia permanen, hingga masalah koordinasi mata dan tangan. Karena itu, penting untuk memahami bahwa ada bahaya mata juling tidak diobati yang dapat berdampak jangka panjang pada kualitas hidup anak. Deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi serius.
Ini saatnya lakukan pemeriksaan kesehatan mata rutin di klinik mata IEC Eye Care. Di sini, Anda akan ditangani oleh dokter spesialis mata profesional yang berpengalaman dengan fasilitas modern dan teknologi terkini.
Referensi:
- Bommireddy, T., et al. 2020. Assessing Strabismus in Children. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S175172221930232X
- Dr. Jayne Camuglia. Strabismus. https://drjaynecamuglia.com/treatments/strabismus/
- EMC Healthcare. 2025. Strabismus: What Causes It and How to Treat It?. https://www.emc.id/en/care-plus/strabismus-what-causes-it-and-how-to-treat-it
- Magrabi Health. 2025. What Are The Types, Causes, and Symptoms of Strabismus?. https://www.magrabihealth.com/blog/types-of-strabismus
- Nemours KidsHealth. 2022. Strabismus. https://kidshealth.org/en/parents/strabismus.html


