Skip to content

Mengenal Strabismus: Penyebab dan Jenis Mata Juling

Strabismus atau mata juling adalah kondisi gangguan posisi mata yang dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Kondisi ini bukan sekadar masalah penampilan, tetapi juga berkaitan dengan fungsi penglihatan dan perkembangan visual jangka panjang.

Memahami apa itu strabismus, mengetahui penyebab mata juling, serta mengenali jenis mata juling sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah komplikasi.

Apa Itu Strabismus (Mata Juling)?

Banyak orang bertanya, apa itu strabismus? Strabismus adalah kondisi ketika kedua mata tidak sejajar dan tidak mengarah ke titik yang sama secara bersamaan.

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), pada mata normal kedua mata bekerja sama mengirimkan gambar ke otak untuk digabungkan menjadi satu gambar yang utuh.

Pada strabismus, satu mata dapat mengarah lurus ke depan, sementara mata lainnya bisa mengarah ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah. Ketidaksejajaran ini bisa terjadi terus-menerus atau muncul sesekali.

Kondisi ini paling sering muncul pada anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa akibat gangguan saraf, cedera, atau penyakit tertentu. Jika tidak ditangani, strabismus dapat mengganggu perkembangan penglihatan.

Baca juga: Mata Juling pada Bayi

Faktor Utama Penyebab Mata Juling

Berbagai penyebab mata juling berkaitan dengan gangguan koordinasi otot-otot mata. Setiap mata memiliki enam otot yang harus bekerja secara seimbang agar kedua mata tetap sejajar.

Gangguan pada saraf yang mengontrol otot mata atau kelainan pada otot itu sendiri dapat menyebabkan salah satu mata bergerak tidak sinkron. Faktor genetik juga berperan, sehingga riwayat keluarga meningkatkan risiko terjadinya strabismus.

Pada anak-anak, strabismus sering dikaitkan dengan gangguan refraksi seperti rabun jauh atau rabun dekat yang tidak terkoreksi. Otak berusaha fokus berlebihan sehingga memicu mata bergerak tidak sejajar.

Pada orang dewasa, kondisi seperti stroke, cedera kepala, diabetes, gangguan tiroid, atau kelumpuhan saraf kranial dapat menjadi penyebab. Oleh karena itu, strabismus yang muncul tiba-tiba pada dewasa perlu evaluasi medis segera.

Baca juga: Perbedaan Mata Juling dan Mata Malas

Mengenal Esotropia, Exotropia, dan Hypertropia

penyebab-ptosis

Secara umum, jenis mata juling dibedakan berdasarkan arah deviasi atau penyimpangan mata. Tiga bentuk yang paling umum adalah esotropia, exotropia, dan hypertropia.

Esotropia terjadi ketika satu mata mengarah ke dalam menuju hidung. Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak dan bisa bersifat konstan atau hanya muncul saat lelah atau fokus dekat.

Exotropia adalah kondisi ketika mata mengarah ke luar menjauhi hidung. Pada beberapa kasus, mata tampak normal sebagian besar waktu, tetapi menyimpang saat anak melamun atau kelelahan.

Hypertropia terjadi ketika satu mata mengarah lebih tinggi dari mata lainnya. Bentuk ini lebih jarang dan sering berkaitan dengan gangguan otot vertikal atau kelumpuhan saraf tertentu.

Baca juga: Latihan Mata untuk Strabismus

Dampak Strabismus Jika Tidak Segera Ditangani

komplikasi-mata-juling

Strabismus yang tidak ditangani dapat menyebabkan ambliopia atau “mata malas.” Kondisi ini terjadi ketika otak mengabaikan sinyal dari satu mata untuk menghindari penglihatan ganda.

Pada anak-anak, hal ini dapat menghambat perkembangan penglihatan permanen jika tidak ditangani sebelum usia tertentu. Hal ini disebabkan otak anak masih berkembang, sehingga intervensi dini menjadi hal yang sangat penting.

Selain gangguan fungsi penglihatan, strabismus juga dapat memengaruhi persepsi kedalaman atau kemampuan melihat dalam tiga dimensi. Ini dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari seperti membaca atau berolahraga.

Dampak psikososial juga tidak boleh diabaikan. Anak maupun orang dewasa dengan mata juling dapat mengalami penurunan kepercayaan diri dan gangguan interaksi sosial jika kondisi ini tidak dikoreksi.

Strabismus bukan hanya masalah estetika, tetapi gangguan koordinasi mata yang memengaruhi fungsi visual. Dengan memahami apa itu strabismus, mengenali penyebab mata juling, dan mengetahui berbagai jenis mata juling, masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala awalnya.

Pemeriksaan mata rutin, terutama pada anak, sangat penting untuk deteksi dini. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang optimal. 

Jika Anda ingin melakukan pemeriksaan mata, atau mendapatkan informasi mengenai kesehatan mata, Anda bisa langsung berkunjung klinik mata IEC Eye Care dan berkonsultasi dengan ahli medis terpercaya. 

Referensi: 

  • What Is Adult Strabismus. (2024, September 9). What Is Adult Strabismus? American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-strabismus
  • Strabismus (Eye Misalignment): Symptoms, Causes & Treatment. (2023, September 8). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/strabismus-eye-misalignment
  • Kanukollu, V. M., & Sood, G. (2023, November 13). Strabismus. Nih.gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560782/
  • Strabismus (crossed eyes). (2026). Aoa.org. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/strabismus
  • John Hopkins Medicine. (2023). Strabismus. Www.hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/strabismus
×