Mata merah sering dianggap sebagai kondisi ringan akibat kelelahan atau kurang tidur. Padahal, tidak semua mata merah itu sama. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi namun kurang dikenal adalah episkleritis. Apa itu episkleritis? Jika Anda pernah mengalami kemerahan pada bagian putih mata tanpa rasa sakit yang berat, bisa jadi itu adalah episkleritis. Meski tergolong ringan, kondisi ini tetap perlu dipahami agar tidak tertukar dengan gangguan mata yang lebih serius.
Baca Juga: Alergi Tungau Debu, Salah Satu Penyebab Utama Mata Tiba-tiba Bengkak Bangun Tidur
Apa Itu Episkleritis?
Banyak dari kita yang masih tidak tahu apa itu episkelirits? Episkleritis adalah peradangan ringan yang terjadi pada episklera, yaitu lapisan tipis di antara konjungtiva (lapisan luar) dan sklera (bagian putih mata).
Kondisi ini biasanya ditandai dengan:
- Mata merah pada satu area tertentu
- Rasa tidak nyaman ringan
- Tidak disertai nyeri hebat
Menurut literatur medis seperti American Academy of Ophthalmology dan Cleveland Clinic, episkleritis termasuk kondisi jinak (benign) yang sering kali bisa sembuh sendiri tanpa komplikasi serius.
Peradangan pada episklera bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang ringan maupun yang berkaitan dengan kondisi sistemik tubuh. Menariknya, dalam banyak kasus, penyebab pasti episkleritis tidak selalu diketahui (idiopatik). Namun, ada beberapa pemicu umum yang sering dikaitkan dengan kondisi ini.
Perbedaan Gejala Klinis antara Episkleritis dan Skleritis
Salah satu hal paling penting yang perlu Anda pahami adalah membedakan episkleritis dengan skleritis. Keduanya sama-sama menyebabkan mata merah, tetapi tingkat keparahannya sangat berbeda. Berikut perbedaan gejala klinis antara episkleritis dan skleritis.
1. Episkleritis
Episkleritis memiliki beberapa gejala, antara lain:
- Kemerahan lokal (tidak menyeluruh)
- Rasa tidak nyaman ringan
- Tidak terlalu nyeri
- Penglihatan normal
- Tidak sensitif terhadap cahaya
Biasanya, episkleritis tidak mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan.
2. Skleritis
Pada skleritis, gejala menjadi lebih serius dan intens. Berikut beberapa gejala yang umum terjadi pada skleritis.
- Nyeri hebat dan dalam
- Kemerahan lebih luas dan intens
- Mata terasa sangat sensitif terhadap cahaya
- Penglihatan bisa terganggu
Skleritis sering dikaitkan dengan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga: Mata Berair Terus? Mungkin Saluran Air Mata Tersumbat
Pemicu Episkleritis dan Skleritis
Episkleritis bisa dipicu oleh berbagai faktor, baik dari kebiasaan sehari-hari maupun kondisi medis tertentu.
1. Kelelahan Mata
Penggunaan gadget dalam waktu lama tanpa istirahat dapat menyebabkan iritasi dan peradangan ringan pada mata. Kondisi ini sering terjadi pada:
- Pekerja kantoran
- Content creator
- Pengguna layar digital intensif
2. Alergi
Reaksi alergi terhadap debu, polusi, atau bahan tertentu juga bisa memicu episkleritis. Biasanya gejala ini disertai dengan:
- Gatal
- Mata berair
- Sensasi terbakar ringan
3. Autoimun
Dalam beberapa kasus, episkleritis bisa berkaitan dengan penyakit sistemik seperti:
- Rheumatoid arthritis
- Lupus
- Inflammatory bowel disease
Namun, ini lebih jarang terjadi dibandingkan penyebab ringan.
4. Infeksi Ringan atau Iritasi Lingkungan
Paparan asap, angin, atau bahan kimia ringan juga bisa menyebabkan peradangan pada episklera. Hal ini menyebabkan terjadi infeksi ringan dan iritasi.
5. Idiopatik
Sekitar sebagian besar kasus episkleritis tidak memiliki penyebab yang jelas. Kondisi ini tetap bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga minggu.
Baca Juga: Pengobatan Kanker Mata Melanoma & Proses Pemulihannya
Gejala Episkleritis yang Perlu Diperhatikan
Selain mata merah, beberapa gejala episkleritis meliputi:
- Rasa mengganjal ringan
- Sensasi hangat pada mata
- Kemerahan yang muncul tiba-tiba
- Tidak ada kotoran mata berlebihan
Gejala ini biasanya muncul pada satu mata, tetapi bisa juga terjadi pada kedua mata secara bergantian.
Penanganan Episkleritis secara Mandiri
Kabar baiknya, episkleritis termasuk kondisi yang bisa ditangani dengan perawatan sederhana. Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:
- Istirahatkan mata dari layar digital
- Kompres dingin untuk mengurangi kemerahan
- Hindari pemicu seperti debu atau asap
- Gunakan air mata buatan (artificial tears)
Langkah ini biasanya cukup untuk meredakan gejala ringan. Jika gejala tidak membaik, dokter mungkin akan meresepkan:
- Tetes mata anti-inflamasi (NSAID atau steroid ringan)
- Obat untuk mengatasi alergi jika diperlukan
Penggunaan obat harus sesuai anjuran dokter untuk menghindari efek samping. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami:
- Nyeri yang semakin berat
- Penglihatan terganggu
- Kemerahan tidak membaik dalam 1–2 minggu
- Sensitif terhadap cahaya
Hal ini penting untuk memastikan bahwa kondisi tersebut bukan skleritis atau gangguan mata lainnya.
Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Mata Melanoma dengan Proteksi UV
Apakah Episkleritis Bisa Kambuh?
Episkleritis bisa kambuh, terutama jika pemicunya tidak dihindari. Beberapa orang mengalami episode berulang dalam jangka waktu tertentu. Namun, setiap episode biasanya tetap bersifat ringan.
Meskipun tidak selalu bisa dicegah, Anda bisa mengurangi risikonya dengan:
- Mengatur waktu penggunaan gadget
- Menggunakan pelindung mata saat beraktivitas di luar
- Menjaga kebersihan mata
- Menghindari alergen
- Mengelola kondisi medis yang mendasari
Baca Juga: Cara Mengatasi Kelopak Mata Bawah Bengkak: Solusi Praktis dan Ampuh yang Bisa Anda Coba!
Episkleritis adalah peradangan ringan pada bagian putih mata yang sering disalahartikan sebagai mata merah biasa. Dengan gejala yang cenderung ringan dan tidak nyeri, kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dikenali dengan baik.
Jika mengalami mata merah yang tidak kunjung membaik atau ingin memastikan kondisi mata Anda, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan di klinik mata IEC Eye Care. Dengan pemeriksaan yang tepat, Anda bisa mendapatkan diagnosis akurat dan penanganan yang sesuai.
Referensi:
- American Academy of Ophthalmology. 2024. Episcleritis. https://eyewiki.org/Episcleritis
- American Academy of Ophthalmology. 2026. What is Scleritis?. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-scleritis#:~:text=Published%20Jan.,arthritis%20or%20other%20autoimmune%20disease.
- Cleveland Clinic. 2023. Episcleritis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24974-episcleritis
- Cleveland Clinic. 2023. Scleritis. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24975-scleritis
- Healthline. 2018. Episcleritis. https://www.healthline.com/health/episcleritis
- Schonberg, Stacy., Stokkermans, Thomas J. 2023. Episcleritis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534796/




