Mata bukan hanya organ penglihatan, tetapi juga “jendela” yang dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu bagian yang sering luput diperhatikan adalah sklera, yaitu bagian putih pada mata yang berfungsi melindungi struktur internal bola mata. Dalam kondisi normal, sklera berwarna putih cerah dan bersih.
Namun, dalam praktik klinis, perubahan warna sklera sering menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan tertentu. Mulai dari bagian putih mata berubah merah akibat iritasi, hingga perubahan warna sklera menjadi kuning atau bahkan kebiruan yang bisa mengindikasikan kondisi sistemik yang lebih serius.
Memahami arti dari perubahan warna sklera penting agar Anda dapat mengenali sinyal tubuh sejak dini. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih kompleks.
Apa Itu Sklera dan Mengapa Warnanya Penting?
Sklera adalah lapisan luar mata yang kuat dan berwarna putih, terdiri dari jaringan kolagen yang padat. Fungsinya adalah menjaga bentuk bola mata serta melindungi bagian dalam mata dari cedera.
Warna sklera yang normal mencerminkan kondisi jaringan yang sehat dan sirkulasi darah yang baik. Perubahan warna sklera biasanya terjadi akibat perubahan struktur jaringan, gangguan pembuluh darah, atau akumulasi zat tertentu dalam tubuh.
Menurut berbagai studi medis, perubahan warna pada sklera dapat menjadi indikator awal penyakit sistemik seperti gangguan hati, anemia, hingga kelainan genetik.
Baca Juga: Mengenal Skleritis: Gejala, Penyebab & Bahayanya
Sklera Ikterik (Kuning) sebagai Indikator Gangguan Fungsi Hati
Salah satu perubahan warna sklera yang paling signifikan adalah menjadi kuning, yang dikenal sebagai sklera ikterik. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah.
Bilirubin adalah zat hasil pemecahan sel darah merah yang seharusnya diproses oleh hati. Ketika fungsi hati terganggu, bilirubin menumpuk dan menyebabkan jaringan, termasuk sklera, tampak kuning.
Menurut Cleveland Clinic, sklera ikterik sering dikaitkan dengan penyakit hati seperti hepatitis, sirosis, atau gangguan saluran empedu. Selain itu, kondisi ini juga bisa muncul pada gangguan darah tertentu.
Biasanya, perubahan warna sklera menjadi kuning juga disertai gejala lain seperti kulit menguning, urine berwarna gelap, dan kelelahan. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis segera untuk mengetahui penyebab pastinya.
Baca Juga: Episkleritis: Iritasi Putih Mata yang Mirip Mata Merah
Fenomena Sklera Biru (Blue Sclera) dan Kaitannya dengan Penyakit Tulang
Perubahan warna sklera menjadi kebiruan merupakan kondisi yang lebih jarang, tetapi memiliki makna klinis yang penting. Fenomena ini dikenal sebagai blue sclera.
Blue sclera terjadi ketika lapisan sklera menjadi lebih tipis, sehingga jaringan di bawahnya yang berwarna kebiruan (uvea) terlihat lebih jelas. Hal ini membuat sklera tampak biru atau abu-abu.
Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan jaringan ikat seperti osteogenesis imperfecta, yaitu penyakit genetik yang menyebabkan tulang rapuh.
Selain itu, sklera biru juga dapat muncul pada anemia defisiensi besi atau kondisi tertentu pada anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, perubahan warna ini tidak boleh diabaikan dan perlu evaluasi medis lebih lanjut.
Baca Juga: Kelopak Mata Melipat: Bahaya Entropion dan Ektropion
Bercak Melanosit atau Nevus pada Sklera: Kapan Harus Khawatir?
Selain perubahan warna menyeluruh, sklera juga dapat menunjukkan bercak atau bintik gelap yang dikenal sebagai nevus atau melanosit. Kondisi ini umumnya bersifat jinak.
Nevus pada sklera biasanya muncul sebagai bercak cokelat atau kehitaman yang tidak berubah dalam waktu lama. Ini merupakan akumulasi pigmen melanin dan sering kali tidak berbahaya.
Namun, penting untuk memantau perubahan pada bercak tersebut. Jika ukuran, bentuk, atau warnanya berubah, atau disertai gejala lain, hal ini bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius seperti melanoma okular.
Pemeriksaan rutin ke dokter mata sangat dianjurkan untuk memastikan bahwa bercak tersebut tidak berkembang menjadi kondisi yang berbahaya.
Baca Juga: Ptosis Kongenital, Kapan Si Kecil Bisa Dioperasi dan Bisakah Sembuh Sendiri?
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Tidak semua perubahan warna sklera berbahaya, tetapi ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Perubahan warna yang terjadi secara tiba-tiba atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.
Misalnya, sklera yang menguning, kebiruan, atau kemerahan yang tidak kunjung membaik dalam beberapa hari perlu diperiksakan. Apalagi jika disertai nyeri, gangguan penglihatan, atau gejala sistemik lainnya.
Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang tepat. Dokter mata dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan penyebab perubahan warna tersebut.
Perubahan warna sklera bukan sekadar masalah estetika, tetapi bisa menjadi indikator penting dari kondisi kesehatan tubuh. Dari bagian putih mata berubah merah hingga perubahan warna sklera menjadi kuning atau biru, masing-masing memiliki makna klinis yang berbeda.
Baca Juga: Posisi Tidur yang Benar untuk Mencegah Mata Bengkak
Dengan memahami tanda-tanda ini, Anda dapat lebih waspada terhadap kondisi kesehatan yang mungkin terjadi. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan di klinik mata IEC Eye Care serta melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata jika menemukan perubahan yang tidak biasa pada mata Anda.
Menjaga kesehatan mata tidak hanya tentang penglihatan, tetapi juga tentang memahami sinyal tubuh secara menyeluruh. Dengan deteksi dini, Anda dapat menjaga kualitas hidup tetap optimal.
Referensi:
- What Causes the Sclera To Turn Blue? (2022). All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/symptoms/what-causes-blue-sclera/
- Clinic, C. (2024, July 23). Scleral Icterus: What It Is, Causes, Care & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/scleral-icterus
- Russell, R., Sweda, J. R., Porcheron, A., & Mauger, E. (2014). Sclera color changes with age and is a cue for perceiving age, health, and beauty. Psychology and Aging, 29(3), 626–635. https://doi.org/10.1037/a0036142
- Eyes, M. (2025, March 7). Why Are the Whites of My Eyes Discolored? American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/discolored-sclera-whites-of-my-eyes-turn-yellow
- Clinic, C. (2021, November 30). Sclera (White of the Eye): Definition, Anatomy & Function. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/body/22088-sclera

![[Arti Perubahan Warna Sklera: Kuning, Merah, hingga Biru] - [bagian putih mata berubah merah]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/marc-schulte-KJCyvlA_aAQ-unsplash-1-300x155.jpg)
![[Arti Perubahan Warna Sklera: Kuning, Merah, hingga Biru] - [bagian putih mata berubah merah]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/eyes-young-girl-1-300x155.jpg)
![[Arti Perubahan Warna Sklera: Kuning, Merah, hingga Biru] - [bagian putih mata berubah merah]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/brown-hazel-eye-color-2-1-300x155.jpg)
![[Arti Perubahan Warna Sklera: Kuning, Merah, hingga Biru] - [bagian putih mata berubah merah]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/beauty-treatments-portrait-300x155.jpg)
![[Arti Perubahan Warna Sklera: Kuning, Merah, hingga Biru] - [bagian putih mata berubah merah]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/amanda-dalbjorn-UbJMy92p8wk-unsplash-300x155.jpg)