Bercak kuning yang muncul di sekitar kelopak mata sering membuat orang khawatir karena dianggap sebagai tanda penyakit tertentu. Kondisi ini dikenal sebagai xanthelasma, yaitu penumpukan lemak di bawah kulit tipis kelopak mata yang membentuk plak kekuningan.
Dalam dunia medis, xanthelasma adalah jenis xanthoma yang paling sering muncul di area wajah, terutama di sekitar sudut dalam kelopak mata. Plak ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat memengaruhi penampilan dan membuat seseorang merasa kurang percaya diri.
Banyak orang menyebut kondisi ini sebagai lemak kelopak mata karena tampak seperti timbunan lemak kecil yang menonjol di kulit. Meski tidak selalu berbahaya, xanthelasma kadang berhubungan dengan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.
Kabar baiknya, kondisi ini dapat ditangani melalui beberapa metode medis. Dari terapi laser hingga operasi xanthelasma, berbagai pilihan perawatan tersedia untuk menghilangkan plak dan mencegahnya muncul kembali.
Penyebab Munculnya Bercak Kuning Xanthelasma
Xanthelasma terjadi karena penumpukan kolesterol dan lipid di bawah permukaan kulit. Menurut American Academy of Ophthalmology, plak ini terbentuk ketika lemak dari aliran darah terkumpul di jaringan kulit kelopak mata.
Kondisi ini sering berkaitan dengan kadar kolesterol tinggi, terutama kolesterol LDL. Namun, tidak semua orang dengan xanthelasma memiliki gangguan kolesterol, karena faktor genetik juga dapat berperan dalam pembentukannya.
Selain itu, beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko munculnya lemak kelopak mata, seperti diabetes, obesitas, penyakit hati, dan gangguan metabolisme lipid. Orang dengan riwayat penyakit jantung juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.
Faktor usia juga memengaruhi kemunculannya. Xanthelasma lebih sering ditemukan pada orang dewasa paruh baya hingga lansia, meskipun pada beberapa kasus dapat muncul pada usia yang lebih muda.
Baca juga: Apa itu Okuloplasti?
Apakah Xanthelasma Berbahaya bagi Kesehatan?
Secara umum, xanthelasma bukanlah kondisi yang berbahaya. Plak ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tidak mengganggu penglihatan, dan tidak berkembang menjadi kanker.
Namun, keberadaan xanthelasma bisa menjadi tanda adanya masalah metabolisme lemak dalam tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Oleh karena itu, dokter sering menyarankan pemeriksaan kadar kolesterol dan profil lipid ketika seseorang mengalami xanthelasma. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan apakah ada gangguan kesehatan yang mendasarinya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar kolesterol tinggi, perubahan gaya hidup dan pengobatan mungkin diperlukan. Dengan mengendalikan faktor risiko tersebut, kemungkinan munculnya lemak kelopak mata dapat berkurang.
Baca juga: Penyebab Kelopak Mata Turun dan Cara Mengatasinya
Metode Pengangkatan Xanthelasma: Bedah vs Laser
Ada beberapa metode medis yang dapat digunakan untuk menghilangkan xanthelasma. Pilihan perawatan biasanya tergantung pada ukuran, kedalaman, dan lokasi plak di kelopak mata.
Salah satu metode yang paling umum adalah operasi xanthelasma, yaitu prosedur bedah kecil untuk mengangkat jaringan lemak yang menumpuk. Teknik ini dilakukan dengan anestesi lokal dan biasanya memberikan hasil yang cepat terlihat.
Selain bedah, dokter mata juga dapat menggunakan terapi laser untuk menghancurkan jaringan lemak tersebut. Laser bekerja dengan menargetkan jaringan plak tanpa merusak area kulit di sekitarnya.
Metode lain yang kadang digunakan adalah chemical peeling atau cryotherapy. Meski efektif, semua metode ini memiliki kemungkinan kekambuhan sehingga pasien tetap perlu memantau kondisi kesehatannya.
Baca juga: Apa itu Blefaroplasti?
Mencegah Xanthelasma Muncul Kembali
Walaupun xanthelasma bisa diangkat, kondisi ini dapat muncul kembali jika faktor penyebabnya tidak dikendalikan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah penting setelah perawatan.
Salah satu cara utama adalah menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Pola makan sehat dengan mengurangi lemak jenuh dan meningkatkan konsumsi serat dapat membantu menurunkan risiko pembentukan plak.
Aktivitas fisik secara rutin juga berperan penting dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Olahraga membantu mengontrol berat badan sekaligus memperbaiki profil lipid dalam darah.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi orang dengan riwayat kolesterol tinggi atau penyakit jantung. Dengan pengelolaan kesehatan yang baik, risiko munculnya kembali lemak kelopak mata dapat diminimalkan.
Xanthelasma adalah kondisi berupa bercak kuning akibat penumpukan lemak di kelopak mata yang sering dikaitkan dengan kadar kolesterol tinggi. Meski biasanya tidak berbahaya, kondisi ini dapat menjadi tanda adanya gangguan metabolisme lipid.
Perawatan seperti operasi xanthelasma atau terapi laser dapat membantu menghilangkan plak yang mengganggu penampilan. Namun, langkah pencegahan seperti menjaga pola makan sehat dan memantau kadar kolesterol tetap penting agar kondisi ini tidak muncul kembali.
Jika Anda menemukan bercak kuning di sekitar mata yang tidak hilang dalam waktu lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan metode perawatan terbaik sekaligus memastikan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata terbaik di klinik mata IEC Eye Care dan mendapatkan berbagai informasi terkait kesehatan mata yang Anda butuhkan.
Referensi:
- Xanthelasma: What It Is, Causes and Treatment. (2022, July). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23385-xanthelasma
- What is xanthelasma. (2021, May 12). What is xanthelasma? American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-xanthelasma
- Watson, S. (2014, October 2). What Is Xanthelasma? WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/xanthelasma
- Xanthelasma: A Sign of High Blood Cholesterol – Singapore Heart Foundation. (2022). Singapore Heart Foundation. https://www.myheart.org.sg/heart-news/xanthelasma/
- Gill, S. (2018, March 21). Cholesterol deposits around the eyes (xanthalasma). Medicalnewstoday.com; Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321267




