Skip to content

Kalazion, Benjolan di Kelopak Mata yang Sering Dikira Bintitan

kalazion-benjolan-mata-bintitan

Benjolan di kelopak mata sering kali membuat panik, apalagi jika muncul tiba-tiba dan terasa mengganggu. Banyak orang langsung menganggapnya sebagai bintitan dan mencoba mengobatinya sendiri. Padahal, benjolan di kelopak mata bukan selalu bintitan. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi namun masih kurang dikenal adalah kalazion.

Kalazion sering disalahartikan sebagai bintitan karena lokasinya mirip. Namun, penyebab, gejala, dan cara penanganannya berbeda. Agar Anda tidak salah langkah, artikel ini akan membahas secara lengkap tentang kalazion, mulai dari penyebab, ciri-ciri, hingga kapan perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.

Baca Juga: Perbedaan Katarak dan Glaukoma, Perlu Waspadai Keduanya

Apa Itu Kalazion?

apa-itu-kalazion

Kalazion adalah benjolan pada kelopak mata yang terjadi akibat penyumbatan kelenjar minyak (kelenjar Meibom) di kelopak mata. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan minyak untuk menjaga kelembapan mata.

Ketika saluran kelenjar tersumbat, minyak tidak bisa keluar dengan normal dan akhirnya menumpuk. Lama-kelamaan, terbentuklah benjolan yang biasanya tidak terasa nyeri. Berbeda dengan bintitan yang disebabkan oleh infeksi bakteri, kalazion bersifat non-infeksi dan cenderung berkembang secara perlahan.

Kemunculan kalazion dapat disertai dengan rasa sakit, namun setelah beberapa waktu umumnya rasa sakit akan berkurang. Kalazion umum terjadi pada orang dewasa dengan usia 30 sampai 50 tahun. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi pada anak-anak.

Baca Juga: Jenis Sakit Mata pada Anak: Penyebab, Gejala & Penanganannya

Perbedaan Kalazion dengan Bintitan

perbedaan-kalazion-dengan-bintitan

Terkadang sulit untuk membedakan antara kalazion (chalazion) dan bintitan . Kalazion bisa terbentuk akibat bintitan, tetapi keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Meskipun sama-sama terjadi karena kelenjar minyak yang tersumbat, bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri yang membuat kelenjar membengkak.

Bintitan biasanya muncul di tepi kelopak mata, sedangkan kalazion muncul lebih ke bagian dalam atau belakang kelopak mata. Selain itu, bintitan biasanya terasa nyeri, sementara kalazion umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Gejala dan Faktor Risiko Kalazion

gejala-kalazion

Jika Anda memiliki kalazion, hal pertama yang akan terasa adalah benjolan pada kelopak mata. Biasanya hal ini akan memengaruhi pergerakan kelopak mata, dan menimbulkan sedikit rasa sakit. Kalazion dapat membesar, berwarna merah dan empuk saat disentuh.

Beberapa gejala lain yang mungkin muncul saat Anda memiliki kalazion, antara lain:

  • Iritasi pada mata
  • Mata berair
  • Penglihatan kabur
  • Pembengkakan pada keseluruhan kelopak mata

Kalazion sangat umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun, terdapat beberapa orang dengan kondisi tertentu yang dapat memiliki risiko lebih tinggi seperti:

  • Pernah mengalami kalazion sebelumnya
  • Memiliki blefaritis kronis (peradangan pada kelopak mata)
  • Memiliki kondisi kulit tertentu, seperti ketombe atau rosacea
  • Memiliki kulit kering
  • Mengalami perubahan hormon

Cara Menangani Kalazion

cara-menangani-kalazion

Secara umum, kalazion dapat ditangani secara mandiri di rumah. Sebagian besar kalazion akan hilang dalam waktu satu bulan atau kurang. Namun, terdapat beberapa cara menangani kalazion yang dapat Anda coba.

1. Jangan Menekan atau Memecahkan Kalazion

Langkah pertama saat Anda menyadari terdapat kalazion pada kelopak mata adalah dengan tidak menekan atau memecahkan kalazion. Hal ini dapat menimbulkan peradangan dan infeksi.

2. Kompres Air Hangat

Jika ingin menangani kalazion, Anda dapat mengompres kelopak mata dengan air hangat. Cukup basahi kain bersih dengan air hangat dan tempelkan pada kelopak mata selama 15 menit. Lakukan setidaknya tiga kali sehari untuk membantu membuka kelenjar minyak yang tersumbat.

3. Menjaga Kebersihan

Hindari menggunakan make up mata selama masih ada kalazion. Setelah kalazion mulai mengering atau mengeluarkan cairan, jaga area kelopak mata tetap bersih. Terapkan kebiasaan menjaga kesehatan dan hindari menyentuh mata.

Jika kalazion tidak kunjung hilang, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter mata. Penanganan di klinik dapat meliputi pengeluaran cairan melalui sayatan kecil (insisi). Dalam beberapa kasus, Anda juga mungkin memerlukan obat-obatan lain untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Baca Juga: Apa Itu Ablasi Retina? Kenali Jenis & Faktor Risikonya

Kalazion adalah salah satu penyebab benjolan di kelopak mata yang sering disalahartikan sebagai bintitan. Meski umumnya tidak berbahaya dan tidak nyeri, kalazion tetap perlu diperhatikan, terutama jika tidak kunjung sembuh atau sering kambuh.

Dengan mengenali ciri-ciri, penyebab, dan cara penanganannya, Anda bisa mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan mata. Jika ragu atau mengalami keluhan yang mengganggu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata berpengalaman di klinik mata IEC Eye Care!

Referensi:

×