Skip to content

Mengenal Penyakit Mata Tiroid dan Penyebabnya

mengenal-penyakit-mata-tiroid

Perubahan pada bentuk mata sering kali menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah mata menonjol atau tampak lebih keluar dari biasanya. Banyak orang mengira kondisi ini hanya berkaitan dengan faktor genetik atau kelelahan, padahal bisa menjadi tanda adanya penyakit mata tiroid.

Penyakit ini sering dikaitkan dengan gangguan pada kelenjar tiroid, khususnya penyakit Graves. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah graves ophthalmopathy atau thyroid eye disease. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan di sekitar mata sehingga menyebabkan peradangan dan perubahan pada struktur mata.

Gejala yang muncul bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami mata kering dan iritasi, namun ada juga yang mengalami mata sangat menonjol, kelopak mata sulit menutup, hingga gangguan penglihatan.

Memahami kondisi ini sejak awal sangat penting agar Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat sebelum muncul komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga: Penyebab Mata Bengkak saat Bangun Tidur & Cara Mengatasinya

Apa Itu Penyakit Mata Tiroid?

apa-itu-penyakit-mata-tiroid

Penyakit mata tiroid adalah gangguan autoimun yang memengaruhi jaringan di sekitar mata. Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita penyakit Graves, yaitu gangguan pada kelenjar tiroid yang menyebabkan produksi hormon tiroid berlebihan.

Pada kondisi ini, sistem imun menyerang jaringan otot dan lemak di sekitar mata. Akibatnya, jaringan tersebut mengalami peradangan dan pembengkakan. Perubahan ini membuat bola mata terdorong ke depan sehingga tampak menonjol.

Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita graves ophthalmopathy antara lain:

  • Mata tampak menonjol
  • Mata terasa kering atau berpasir
  • Mata merah dan iritasi
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan ganda
  • Kelopak mata sulit menutup saat tidur

Pada kondisi yang lebih berat, penyakit ini bahkan bisa menekan saraf optik yang berperan penting dalam proses penglihatan.

Siapa yang Berisiko Mengalami Penyakit Ini?

Tidak semua orang dengan gangguan tiroid akan mengalami masalah pada mata. Namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit mata tiroid, antara lain:

1. Penderita Penyakit Graves

Sekitar 25-50% penderita penyakit Graves mengalami gangguan pada mata. Hal ini terjadi karena proses autoimun yang menyerang kelenjar tiroid juga dapat memengaruhi jaringan di sekitar mata.

2. Wanita

Wanita memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan autoimun dibandingkan pria. Karena itu, penyakit mata tiroid lebih sering ditemukan pada wanita.

3. Perokok

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk graves ophthalmopathy. Zat berbahaya dalam rokok dapat memperburuk peradangan dan meningkatkan keparahan penyakit.

4. Riwayat Keluarga

Faktor genetik juga dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami gangguan autoimun, termasuk penyakit mata tiroid.

Gejala Penyakit Mata Tiroid yang Perlu Anda Waspadai

gejala-penyakit-mata-tiroid

Gejala penyakit ini biasanya berkembang secara bertahap. Pada tahap awal, gejalanya mungkin tampak ringan sehingga sering diabaikan. Beberapa tanda yang perlu Anda perhatikan antara lain:

  • Mata Menonjol (Proptosis): Salah satu tanda paling khas dari penyakit mata tiroid adalah mata menonjol. Hal ini terjadi karena jaringan di belakang mata mengalami pembengkakan sehingga mendorong bola mata ke depan.
  • Mata Kering dan Iritasi: Kelopak mata yang tidak dapat menutup dengan sempurna membuat permukaan mata menjadi lebih mudah kering. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa perih, gatal, atau seperti ada pasir di dalam mata.
  • Mata Merah dan Bengkak: Peradangan pada jaringan sekitar mata dapat menyebabkan mata tampak merah dan kelopak mata terlihat bengkak.
  • Penglihatan Ganda: Pembengkakan pada otot mata dapat memengaruhi pergerakan bola mata sehingga menyebabkan penglihatan ganda (diplopia).
  • Sensitif terhadap Cahaya: Banyak penderita graves ophthalmopathy mengalami sensitivitas tinggi terhadap cahaya atau fotofobia. Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut secara bersamaan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan mata untuk memastikan penyebabnya.

Baca Juga: Kalazion, Benjolan di Kelopak Mata yang Sering Dikira Bintitan

Cara Mengatasi Penyakit Mata Tiroid

Penanganan penyakit mata tiroid biasanya bergantung pada tingkat keparahan gejala yang dialami. Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi peradangan, melindungi permukaan mata, serta mencegah kerusakan penglihatan. Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan antara lain:

  • Obat Antiinflamasi: Dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi peradangan pada jaringan sekitar mata.
  • Obat Tetes Mata: Tetes mata atau air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan mata dan mengurangi iritasi.
  • Terapi Hormon Tiroid: Karena kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada kelenjar tiroid, pengobatan untuk menyeimbangkan hormon tiroid juga menjadi bagian penting dalam terapi.
  • Radioterapi Orbita: Pada beberapa kasus, terapi radiasi dapat digunakan untuk mengurangi pembengkakan pada jaringan di sekitar mata.
  • Operasi Dekompresi Orbita: Jika kondisi cukup parah, dokter mungkin menyarankan operasi untuk mengurangi tekanan pada jaringan di belakang mata. Prosedur ini dilakukan dengan cara memperluas ruang di dalam rongga mata sehingga bola mata dapat kembali ke posisi yang lebih normal.

Cara Menjaga Kelembapan Mata pada Pasien Tiroid

Menjaga kelembapan mata sangat penting bagi pasien yang mengalami penyakit mata tiroid. Kondisi seperti mata menonjol dan kelopak mata yang sulit menutup sempurna dapat membuat permukaan mata lebih mudah kering dan iritasi. Jika tidak ditangani dengan baik, mata kering dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan meningkatkan risiko kerusakan pada kornea.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu menjaga kelembapan mata.

1. Gunakan Air Mata Buatan

Air mata buatan atau artificial tears dapat membantu menjaga permukaan mata tetap lembap. Produk ini biasanya tersedia dalam bentuk tetes mata dan dapat digunakan beberapa kali sehari sesuai anjuran dokter. Penggunaan air mata buatan sangat membantu mengurangi rasa kering, perih, atau sensasi seperti ada pasir di dalam mata yang sering dialami oleh penderita graves ophthalmopathy.

2. Gunakan Salep Mata Saat Malam Hari

Pada beberapa pasien, kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna saat tidur. Hal ini dapat membuat mata menjadi sangat kering di pagi hari. Dokter biasanya menyarankan penggunaan salep mata khusus sebelum tidur untuk menjaga kelembapan mata sepanjang malam.

3. Gunakan Kacamata Pelindung

Menggunakan kacamata, terutama kacamata hitam, dapat membantu melindungi mata dari angin, debu, dan paparan sinar matahari yang berlebihan. Perlindungan ini penting karena mata yang mengalami penyakit mata tiroid cenderung lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar.

4. Hindari Lingkungan yang Terlalu Kering

Ruangan dengan pendingin udara (AC) yang terlalu dingin atau udara yang sangat kering dapat memperburuk kondisi mata kering. Jika Anda sering berada di ruangan ber-AC, pertimbangkan untuk menggunakan humidifier agar kelembapan udara tetap terjaga.

5. Istirahatkan Mata Secara Berkala

Menatap layar komputer atau ponsel terlalu lama dapat memperparah gejala mata kering. Karena itu, penting untuk memberi waktu istirahat pada mata secara berkala. Anda bisa mencoba aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik untuk membantu mata tetap rileks.

Dengan menjaga kelembapan mata secara konsisten, Anda dapat mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus membantu melindungi kesehatan mata dari komplikasi yang lebih serius. Jika gejala mata kering terus berlanjut atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Apakah Tanam Lensa Phakic IOL Permanen atau Bisa Dilepas Kembali?

Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada graves ophthalmopathy atau perubahan pada bentuk mata, Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis mata di klinik mata IEC Eye Care.

Referensi:

  • American Academy of Ophthalmology. 2024. What is Thyroid Eye Disease (TED) or Graved’s Eye Disease?. https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-graves-disease 
  • British Thyroid Foundation. 2024. Thyroid Eye Disease. https://www.btf-thyroid.org/thyroid-eye-disease-leaflet 
  • Cleveland Clinic. 2025. Thyroid Eye Disease (Grave’s Eye Disease). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17558-thyroid-eye-disease 
  • Medical News Today. 2023. Can Thyroid Eye Disease be Cured?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/can-thyroid-eye-disease-be-cured 
  • Medical News Today. 2022. Thyroid Eye Disease Treatment. https://www.medicalnewstoday.com/articles/thyroid-eye-disease-treatment 
  • Medical News Today. 2023. Phases of Thyroid Eye Disease Explained. https://www.medicalnewstoday.com/articles/stages-of-thyroid-eye-disease 
  • National Library of Medicine. 2025. Thyroid Eye Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK582134/ 
  • Douglas, Raymond. 2025. Non-Surgical Treatment Options for Thyroid Eye Disease. https://raymonddouglasmd.com/non-surgical-treatment-options-for-thyroid-eye-disease
×