Skip to content

10 Penyebab Mata Kuning, Ternyata Terkait Kesehatan Tubuh

Mata kuning adalah kondisi kesehatan yang sering dianggap sepele. Padahal, sebenarnya kondisi ini dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius. Jika Anda atau orang terdekat memiliki kondisi mata kuning, sebaiknya segera cari tahu penyebabnya.

Mata kuning disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah. Hal tersebut mempengaruhi warna putih pada mata atau sklera menjadi kekuningan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan organ tubuh, khususnya hati, kantung empedu, atau darah.

Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa kemungkinan penyebab mata kuning yang paling umum, sehingga Anda dapat lebih memahami kondisi ini dan tahu apa yang perlu dilakukan jika mengalaminya.

Seperti Apa Definisi Kondisi Mata Kuning?

Mata kuning, atau yang dikenal juga dengan istilah jaundice, adalah perubahan warna putih mata menjadi kuning. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah melebihi ambang normal.

Bilirubin adalah produk sampingan pemecahan sel darah merah yang seharusnya diproses oleh hati dan dikeluarkan melalui empedu. Ketika hati tidak dapat memproses bilirubin dengan baik, bilirubin menumpuk dalam darah, menyebabkan mata, kulit, dan bahkan urine menjadi kuning. 

Penyebab mata kuning dapat berkaitan dengan gangguan hati, saluran empedu, atau kondisi darah tertentu. Oleh karena itu, mata kuning bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis lain yang mendasarinya. Memahami penyebabnya sangat penting agar Anda dapat segera mencari perawatan medis yang tepat.

Daftar Penyakit yang Berhubungan dengan Mata Kuning

Mata kuning bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius yang perlu mendapatkan perhatian medis. Berikut adalah beberapa penyakit yang dapat menyebabkan kondisi ini muncul pada tubuh Anda.

1. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus, gangguan autoimun, atau konsumsi alkohol yang berlebihan. Virus hepatitis B dan C merupakan penyebab umum hepatitis, tetapi hepatitis juga bisa disebabkan oleh infeksi lain, seperti virus hepatitis A.

Kondisi ini mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin secara efisien, sehingga menyebabkan penumpukan bilirubin dalam tubuh dan membuat mata menjadi kuning. Penanganan hepatitis bergantung pada penyebabnya.

Pengobatan mungkin melibatkan obat antivirus untuk infeksi virus atau perubahan gaya hidup untuk hepatitis yang disebabkan oleh alkohol. Hepatitis yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi sirosis hati atau gagal hati.

2. Sirosis Hati

Sirosis hati adalah kerusakan hati permanen yang terjadi akibat peradangan jangka panjang, sering disebabkan oleh alkoholisme atau infeksi hepatitis kronis.

Pada sirosis, jaringan hati yang sehat digantikan oleh jaringan parut yang mengganggu fungsi hati. Ketika hati gagal berfungsi dengan baik, bilirubin tidak dapat diproses dengan efisien, menyebabkan penumpukan bilirubin dalam darah.

Pengelolaan sirosis termasuk perubahan gaya hidup, seperti menghentikan konsumsi alkohol, serta pengobatan untuk mengatasi gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Jika kondisinya lebih parah, pasien penderita sirosis hati mungkin perlu melakukan transplantasi hati. 

3. Penyakit Kantung Empedu

Penyakit kantung empedu, seperti batu empedu atau infeksi, dapat menghambat aliran empedu dari hati ke usus. Empedu berfungsi untuk membantu pencernaan lemak dan mengeluarkan bilirubin dari tubuh. Ketika aliran empedu terhambat, bilirubin tertahan dalam darah, menyebabkan mata kuning.

Perawatan untuk kondisi ini mungkin melibatkan pengangkatan batu empedu atau bahkan pembedahan untuk mengatasi penyumbatan pada saluran empedu. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

4. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah kondisi yang terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada produksi sel darah merah yang baru.

Proses ini menghasilkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah karena pemecahan sel darah merah yang berlebihan. Kadar bilirubin yang tinggi ini dapat menyebabkan gejala seperti mata kuning.

Penanganan anemia hemolitik dapat melibatkan pengobatan untuk menghentikan penghancuran sel darah merah atau terapi untuk mengatasi penyebab yang mendasari, seperti gangguan autoimun atau infeksi.

5. Penyumbatan Saluran Empedu

Penyumbatan pada saluran empedu, baik akibat batu empedu, tumor, atau kelainan lainnya, dapat menghambat aliran empedu yang membawa bilirubin ke usus. Ketika empedu tidak dapat mengalir dengan lancar, bilirubin menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan mata kuning.

Penanganan untuk penyumbatan saluran empedu melibatkan prosedur medis untuk menghilangkan penyumbatan, seperti pembedahan atau prosedur endoskopik. Segera menangani kondisi ini penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada hati dan saluran empedu.

6. Kanker Hati atau Pankreas

Kanker pada hati atau pankreas dapat menyebabkan gangguan pada saluran empedu atau hati itu sendiri, menghambat pemrosesan bilirubin. Tumor yang tumbuh di sekitar hati atau pankreas dapat mempengaruhi aliran empedu, yang menyebabkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah dan akhirnya mata kuning.

Pengobatan untuk kanker hati atau pankreas dapat melibatkan pembedahan, kemoterapi, atau terapi radiasi, tergantung pada stadium kanker dan kondisi pasien secara keseluruhan. Diagnosis dini sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan pemulihan.

7. Kondisi Genetik

Beberapa kondisi genetik, seperti sindrom Gilbert, memengaruhi cara tubuh memproses bilirubin. Penderita sindrom Gilbert mungkin memiliki kadar bilirubin yang sedikit lebih tinggi daripada kadar normal. Hal ini dapat menyebabkan mata kuning, meskipun umumnya tidak berbahaya.

Sindrom Gilbert biasanya tidak memerlukan pengobatan, tetapi penderita mungkin disarankan untuk menghindari pemicu seperti stres atau puasa panjang yang dapat meningkatkan kadar bilirubin. Kondisi ini tidak mengancam jiwa, tetapi perlu diperhatikan agar gejalanya tidak memburuk.

8. Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun seperti lupus dapat menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat tubuh, termasuk sel-sel di hati, yang mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin. 

Penanganan penyakit autoimun sering melibatkan obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid. Dalam beberapa kasus, pengobatan lain yang lebih spesifik mungkin perlu dilakukan, tetapi hal ini tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit autoimun. 

9. Alkoholisme

Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak hati, menyebabkan kondisi seperti hepatitis alkoholik dan sirosis hati. Kerusakan hati mengganggu kemampuan hati untuk memproses bilirubin, yang akhirnya menyebabkan penumpukan bilirubin dalam darah.

Perawatan untuk alkoholisme melibatkan penghentian konsumsi alkohol, serta terapi medis untuk mengatasi kerusakan hati dan gejala terkait. Dalam kasus yang lebih parah, transplantasi hati mungkin diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

10. Obat-obatan

Beberapa obat dapat menyebabkan kerusakan pada hati, yang berakibat pada ketidakmampuan hati untuk memproses bilirubin dengan benar. Obat-obatan seperti acetaminophen dalam dosis tinggi, antibiotik tertentu, dan obat-obatan anti-epilepsi diketahui dapat menyebabkan gangguan pada hati.

Jika mata kuning muncul setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, sangat penting untuk segera berhenti menggunakan obat tersebut dan berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan biasanya melibatkan penghentian obat yang menyebabkan masalah dan terapi untuk mengatasi kerusakan hati yang terjadi.

Apa yang Perlu Diperhatikan Terkait Penanganan?

pentingnya-pemeriksaan-kesehatan-mata-rutin

Jika Anda atau orang terdekat mengalami kondisi mata kuning, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan mata kuning harus dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Untuk kondisi yang berhubungan dengan infeksi atau peradangan pada hati, dokter mungkin akan memberikan obat atau terapi untuk mengatasi kondisi tersebut. Pada beberapa kasus, perubahan gaya hidup seperti menghindari alkohol atau mengubah pola makan juga dapat membantu. 

Jika kondisi mata kuning disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu atau batu empedu, prosedur medis seperti pengangkatan batu empedu atau pembedahan mungkin perlu dilakukan.

Sementara itu, untuk penyakit genetik seperti sindrom Gilbert, penanganan biasanya tidak diperlukan, kecuali jika ada gejala yang lebih serius. Mengelola kondisi mendasar dengan perawatan yang tepat sangat penting untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. 

Mata kuning bisa menjadi tanda dari berbagi masalah kesehatan yang serius, terutama yang melibatkan hati, saluran empedu, atau masalah kesehatan yang berkaitan dengan darah. Mengetahui penyebab mata kuning sangat penting agar Anda dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.

Jika Anda mengalami gejala mata kuning, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis yang akurat. Dengan penanganan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang mendukung, banyak penyebab mata kuning dapat diatasi dengan efektif.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi seputar kesehatan mata atau ingin melakukan pemeriksaan mata, datang langsung untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata berpengalaman di klinik mata IEC Eye Care.

Referensi:

  • Dumain, T. (2019, May 14). Yellow Eyes. WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/causes-of-yellow-eyes
  • NHS website. (2018, January). Jaundice. Nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/jaundice/
  • Clinic, C. (2023, September 6). Adult Jaundice: What It Is, Symptoms, Causes & Treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/15367-adult-jaundice
  • Nall, R. (2014, October 9). Why Are My Eyes Yellow? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/yellow-eyes
  • Katz, M. (2024). MD Anderson Cancer Center. MD Anderson Cancer Center. https://www.mdanderson.org/cancerwise/what-causes-jaundice-in-adults.h00-159699912.html

 

×