Bagi atlet dan Anda yang menjalani gaya hidup aktif, kualitas penglihatan bukan hanya soal melihat jelas, tapi juga soal keamanan dan ketahanan mata saat beraktivitas fisik. Sayangnya, tidak semua metode koreksi penglihatan cocok untuk olahraga intens, terutama olahraga kontak atau aktivitas ekstrem.
Soft lens bisa bergeser atau terlepas, kacamata berisiko pecah saat benturan, dan prosedur tertentu seperti LASIK memiliki keterbatasan pada kondisi olahraga berat. Di sinilah Phakic IOL mulai banyak dipertimbangkan sebagai solusi operasi mata untuk olahraga kontak dan aktivitas fisik intens. Lalu, apa yang membuat Phakic IOL unggul untuk atlet dan pecinta olahraga?
Baca Juga: Manfaat LASIK Mata untuk Kehidupan Sehari-hari, Investasi Jangka Panjang
Tantangan Koreksi Penglihatan pada Atlet dan Olahraga Aktif
Atlet, penyelam, dan pecinta olahraga intens memiliki kebutuhan visual yang berbeda dibandingkan aktivitas sehari-hari. Beberapa tantangan utama yang sering dihadapi antara lain:
- Risiko benturan fisik pada mata
- Tekanan air atau perubahan tekanan udara
- Keringat berlebih yang mengganggu lensa kontak
- Gerakan cepat yang membutuhkan penglihatan stabil
Metode koreksi penglihatan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko cedera mata atau penurunan performa.
Baca Juga: Berapa Lama Proses Penyembuhan Setelah Operasi LASIK? Singkat Kok
LASIK dan Risiko Flap pada Aktivitas Fisik
LASIK bekerja dengan membuat flap atau sayatan tipis berbentuk melingkar pada permukaan kornea, lalu jaringan di bawahnya dibentuk ulang dengan laser. Meskipun flap ini akan menempel kembali, secara teknis flap tidak pernah benar-benar menyatu seperti jaringan asli.
Pada kebanyakan aktivitas harian, hal ini tidak menjadi masalah. Namun untuk olahraga tertentu, flap bisa menjadi titik lemah. Pada olahraga dengan risiko benturan langsung ke wajah atau mata, seperti:
- MMA, karate, tinju, taekwondo
- Sepak bola dan futsal
- Basket dan rugby
Sedangkan, flap LASIK berpotensi:
- Bergeser akibat benturan keras
- Menyebabkan nyeri dan gangguan penglihatan mendadak
- Membutuhkan tindakan medis ulang
Inilah alasan mengapa LASIK sering kurang direkomendasikan untuk atlet olahraga kontak.
Baca Juga: LASIK Mata Bisa Sampai Umur Berapa? Apakah Ada Minimal Usia
Keunggulan Teknis Phakic IOL untuk Gaya Hidup Aktif
Phakic IOL memiliki pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan LASIK. Prosedur yang satu ini memiliki beberapa keunggulan berbeda dengan prosedur koreksi mata lainnya. Adapun keunggulan phakic IOL, antara lain:
- Tidak mengikis kornea
- Cocok untuk penderita derajat minus atau silinder tinggi
- Tidak membuat flap
- Kornea tetap utuh secara struktural
- Lebih stabil terhadap trauma fisik
- Tidak memiliki titik lemah struktural di permukaan mata
- Cocok untuk olahraga dengan risiko benturan
- Lebih aman karena tidak bergantung pada permukaan kornea, tidak ada risiko flap akibat perubahan tekanan, dan tidak bisa terlepas di dalam air seperti soft lens
Lensa Phakic IOL ditanam di dalam mata, biasanya di belakang iris dan di depan lensa alami. Karena tidak ada sayatan besar pada permukaan kornea, tidak ada risiko flap bergeser akibat benturan fisik. Ini menjadi faktor krusial bagi atlet dan praktisi bela diri.
Bagi Anda yang aktif di MMA, karate, judo, atau olahraga tim seperti sepak bola, Phakic IOL menawarkan tingkat keamanan tambahan dibandingkan LASIK.
Baca Juga: Teknologi LASIK di Indonesia, Ini yang Paling Canggih
Olahraga Setelah Phakic IOL, Kapan Bisa Dimulai?
Salah satu pertanyaan paling umum adalah soal olahraga setelah Phakic IOL. Secara umum, olahraga dapat dilakukan pasca phakic IOL, jika:
- Aktivitas ringan dapat dimulai dalam beberapa hari
- Olahraga non-kontak biasanya aman setelah 1-2 minggu
- Olahraga kontak atau intens disarankan setelah izin dokter
Dokter mata akan menilai kondisi penyembuhan mata Anda sebelum memberikan izin penuh untuk kembali ke aktivitas berat.
Baca Juga: Mata Silinder Bisakah Operasi LASIK? Apa syaratnya
Konsultasi Mata Sebelum Phakic IOL
Meski Phakic IOL memiliki banyak keunggulan, tidak semua orang otomatis cocok. Evaluasi menyeluruh meliputi:
- Kondisi mata
- Kedalaman bilik mata
- Tekanan bola mata
- Gaya hidup dan jenis olahraga
Baca Juga: Ini Ciri-ciri Mata yang Tidak Bisa LASIK, Apa Alternatifnya?
Di klinik mata IEC Eye Care Jakarta, pemeriksaan komprehensif akan membantu menentukan apakah Phakic IOL adalah pilihan terbaik untuk kebutuhan olahraga Anda.
Bagi atlet dan pecinta olahraga aktif, keamanan mata adalah prioritas utama. Dibandingkan LASIK, Phakic IOL memiliki keunggulan teknis penting karena tidak membuat flap pada kornea, sehingga tidak berisiko bergeser akibat benturan fisik.
Bagi praktisi bela diri, pemain bola, hingga penyelam, Phakic IOL menawarkan solusi penglihatan tajam yang stabil dan aman untuk gaya hidup aktif. Dengan evaluasi yang tepat, Phakic IOL dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan mata dan performa olahraga Anda.
Jika tertarik untuk melakukan phakic IOL, kini Anda bisa melakukan konsultasi kondisi mata Anda dengan dokter spesialis mata profesional. Dapatkan layanan dengan kualitas terbaik untuk mata sehat Anda!
Referensi:
- Biotech. 2025. Phakic Lenses Vs. Glasses And Contact Lenses: A Game-Changer In Vision Correction. https://biotechhealthcare.com/phakic-lenses-vs-glasses-and-contact-lenses-a-game-changer-in-vision-correction/
- Dayal Eye Centre. Phakic IOL Vision Correction – Better than LASIK?. https://dayaleyecentre.in/blog/phakic-iol-vision-correction-better-than-lasik/
- T.D Eye. 2025. Break Free from Glasses with Phakic ICL, Elevate Your Athletic Passion. https://tdeye.vn/en/break-free-from-glasses-with-phakic-icl-elevate-your-athletic-passion/
- T.D Eye. 2025. Comparison of Athlete Performance with Glasses, Contact Lenses, and Phakic ICL. https://tdeye.vn/en/athlete-performance-glasses-vs-contacts-vs-evo-icl/


