Trauma pada mata adalah kondisi serius yang dapat mengancam penglihatan, terutama jika melibatkan struktur penting seperti sklera. Sklera merupakan bagian putih mata yang berfungsi melindungi struktur internal dan menjaga bentuk bola mata. Cedera pada bagian ini dapat berdampak besar terhadap fungsi visual seseorang.
Trauma pada sklera biasanya terjadi akibat benturan keras, kecelakaan, atau benda tajam yang mengenai mata secara langsung. Kondisi ini bisa ringan seperti perdarahan di permukaan mata, hingga berat seperti robekan atau luka terbuka pada bola mata. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis cedera serta langkah penanganannya.
Cedera pada bagian putih mata sering kali terlihat jelas karena perubahan warna atau adanya perdarahan. Namun, tidak semua kondisi tampak ringan benar-benar aman. Beberapa trauma dapat menyembunyikan kerusakan serius di bagian dalam mata yang membutuhkan penanganan medis segera.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif mengenai trauma pada sklera, mulai dari jenis cedera, penanganan awal, hingga prosedur medis yang diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Mengenal Open Globe Injury (Luka Terbuka) pada Jaringan Sklera
Open globe injury adalah kondisi ketika terjadi luka terbuka pada dinding bola mata, termasuk sklera. Cedera ini biasanya disebabkan oleh trauma benda tajam atau benturan dengan energi tinggi yang menyebabkan robekan pada struktur mata.
Pada kondisi ini, integritas bola mata terganggu sehingga isi bola mata berisiko keluar atau terpapar lingkungan luar. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi serius seperti endophthalmitis yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak segera ditangani.
Gejala open globe injury meliputi nyeri hebat, penurunan penglihatan, bentuk pupil yang tidak normal, serta adanya cairan atau jaringan yang keluar dari mata. Dalam beberapa kasus, mata tampak cekung atau berubah bentuk akibat tekanan internal yang terganggu.
Penanganan kondisi ini bersifat darurat dan memerlukan intervensi dokter spesialis mata sesegera mungkin. Berdasarkan referensi klinis, pasien harus menghindari menekan mata, tidak mengucek, serta segera mendapatkan perlindungan dengan penutup mata sebelum tindakan operasi dilakukan.
Baca Juga: Mengenal Skleritis: Gejala, Penyebab & Bahayanya
Penanganan Pertama pada Perdarahan Subkonjungtiva yang Luas
Perdarahan subkonjungtiva terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva pecah, menyebabkan bagian putih mata tampak merah terang. Meskipun terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini sering kali tidak berbahaya jika tidak disertai cedera berat lainnya.
Namun, pada kasus trauma pada sklera, perdarahan subkonjungtiva yang luas dapat menjadi tanda adanya cedera yang lebih dalam. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan tidak ada kerusakan serius pada bola mata.
Penanganan pertama meliputi menghindari tekanan pada mata, tidak mengucek, serta memberikan kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan. Pasien juga disarankan untuk beristirahat dan menghindari aktivitas berat yang dapat meningkatkan tekanan intraokular.
Jika perdarahan disertai nyeri hebat, penurunan penglihatan, atau trauma langsung pada mata, maka pemeriksaan oleh dokter menjadi sangat penting. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan lanjutan seperti slit-lamp atau imaging diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan open globe injury.
Baca Juga: Episkleritis: Iritasi Putih Mata yang Mirip Mata Merah
Prosedur Bedah Penjahitan Sklera (Scleral Buckling) dalam Kasus Darurat
Pada kasus cedera pada bagian putih mata yang parah, tindakan bedah sering kali diperlukan untuk memperbaiki kerusakan struktur bola mata. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah penjahitan sklera untuk menutup luka robek.
Prosedur ini bertujuan mengembalikan integritas bola mata serta mencegah keluarnya isi intraokular. Dalam kondisi darurat, operasi dilakukan sesegera mungkin untuk mengurangi risiko infeksi dan komplikasi jangka panjang seperti kehilangan penglihatan permanen.
Scleral buckling sendiri lebih dikenal sebagai teknik untuk menangani ablasi retina, namun dalam konteks trauma, prinsip perbaikan sklera melibatkan penutupan luka dengan jahitan khusus yang kuat dan presisi tinggi. Tindakan ini biasanya dilakukan di bawah anestesi oleh dokter spesialis mata.
Setelah operasi, pasien memerlukan pemantauan ketat untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal. Penggunaan antibiotik, kontrol tekanan mata, serta evaluasi berkala menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi lanjutan.
Baca Juga: Kelopak Mata Melipat: Bahaya Entropion dan Ektropion
Penyebab dan Faktor Risiko Trauma Sklera
Trauma pada sklera dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kecelakaan lalu lintas, cedera olahraga, hingga paparan benda tajam seperti serpihan logam atau kaca. Aktivitas tanpa pelindung mata juga meningkatkan risiko cedera secara signifikan.
Selain itu, pekerjaan dengan risiko tinggi seperti konstruksi atau industri manufaktur sering kali menjadi faktor predisposisi. Tanpa penggunaan alat pelindung diri seperti kacamata safety, risiko cedera mata menjadi lebih besar.
Anak-anak juga termasuk kelompok rentan karena sering bermain dengan benda yang berpotensi membahayakan mata. Cedera pada anak sering terjadi akibat kecelakaan rumah tangga atau aktivitas bermain yang tidak diawasi.
Memahami faktor risiko ini sangat penting sebagai langkah pencegahan. Dengan meningkatkan kesadaran dan penggunaan pelindung mata, sebagian besar cedera pada bagian putih mata sebenarnya dapat dihindari.
Baca Juga: Posisi Tidur yang Benar untuk Mencegah Mata Bengkak
Diagnosis dan Pemeriksaan Medis
Diagnosis trauma pada sklera memerlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis mata. Evaluasi awal biasanya meliputi pemeriksaan visual, respon pupil, serta kondisi permukaan mata menggunakan slit-lamp.
Jika dicurigai adanya luka terbuka atau kerusakan internal, pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dapat dilakukan. Imaging ini membantu mendeteksi benda asing atau kerusakan struktur bola mata yang tidak terlihat secara langsung.
Pemeriksaan tekanan intraokular juga menjadi bagian penting, meskipun pada kasus open globe injury biasanya dihindari untuk mencegah tekanan tambahan pada mata yang cedera.
Diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan penanganan yang sesuai. Kesalahan diagnosis dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi serius seperti kebutaan.
Trauma pada sklera merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis segera. Cedera pada bagian putih mata dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dengan potensi komplikasi yang signifikan jika tidak ditangani dengan tepat.
Baca Juga: Waspada! Mata Bengkak Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal
Memahami jenis cedera, gejala, serta langkah penanganan awal sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Penanganan cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang pemulihan serta menjaga fungsi penglihatan.
Jika mengalami cedera mata, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Anda juga bisa datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan mata di klinik mata IEC Eye Care demi mendapatkan pelayanan terbaik. Mata adalah organ vital yang sangat sensitif, sehingga setiap trauma harus ditangani dengan hati-hati dan profesional.
Referensi:
- Eye Injury: Types, Causes, Prevention & Treatment. (2016, November 17). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/eye-injury
- Eye Injury. (2026). Seattle Children’s Hospital. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/eye-injury
- Bharat Gurnani, & Kaur, K. (2023, June 11). Scleral and Limbic Lacerations. Nih.Gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK580563/
- Scleral Laceration : Eye Trauma : The Eyes Have It. (2026). Umich.Edu. https://kellogg.umich.edu/theeyeshaveit/trauma/scleral_laceration.html
- Mohseni, M., Bharat Gurnani, & Blair, K. (2026, February 21). Blunt Eye Trauma. Nih.Gov; StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/books/NBK470379/
- Ruptured Globe – EyeWiki. (2026). Eyewiki.Org. https://eyewiki.org/Ruptured_Globe

![[Trauma Sklera Mata: Penanganan Luka Robek dan Laserasi] - [trauma pada sklera]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/aching-young-pretty-sporty-girl-wearing-headband-wristband-putting-hand-face-with-closed-eyes-isolated-orange-wall-with-copy-space-300x155.jpg)
![[Trauma Sklera Mata: Penanganan Luka Robek dan Laserasi] - [trauma pada sklera]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/headshot-attractive-brunette-woman-with-bruises-around-eyes-looks-with-miserable-expression-directly-camera-1-300x155.jpg)
![[Trauma Sklera Mata: Penanganan Luka Robek dan Laserasi] - [trauma pada sklera]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/beauty-treatments-portrait-1-300x155.jpg)
![[Trauma Sklera Mata: Penanganan Luka Robek dan Laserasi] - [trauma pada sklera]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/brown-hazel-eye-color-2-2-300x155.jpg)
![[Trauma Sklera Mata: Penanganan Luka Robek dan Laserasi] - [trauma pada sklera]](https://ieceyecare.com/wp-content/uploads/2026/04/marc-schulte-KJCyvlA_aAQ-unsplash-2-300x155.jpg)