Skip to content

Waspada Mata Juling Pada Bayi! Kapan Perlu Diperiksa?

waspada-mata-juling-pada-bayi

Banyak orang tua merasa cemas saat melihat mata juling pada bayi. Apalagi jika posisi kedua mata terlihat tidak sejajar atau seperti “lari” ke arah berbeda. Kamu mungkin bertanya-tanya, ini normal atau tanda masalah serius?

Faktanya, tidak semua kondisi bayi mata juling berbahaya. Namun, ada juga situasi yang membutuhkan perhatian medis segera. Supaya kamu tidak salah langkah, yuk pahami kapan kondisi ini masih wajar dan kapan perlu diwaspadai, termasuk mengenali gejala strabismus anak sejak dini.

Baca juga: Kalazion, Benjolan di Kelopak Mata yang Sering Dikira Bintitan

Wajarkah Bayi Baru Lahir Bermata Juling?

wajarkah-bayi-baru-lahir-bermata-juling

Pada bayi baru lahir hingga usia sekitar 3-4 bulan, mata yang terlihat tidak sejajar sebenarnya cukup umum terjadi. Kondisi ini disebut sebagai intermittent strabismus atau juling sementara.

Mengapa bisa begitu? Di usia awal kehidupan, koordinasi otot mata bayi belum berkembang sempurna. Otot-otot mata masih belajar bekerja sama untuk mengarahkan pandangan ke satu titik yang sama. Jadi jika kamu melihat mata juling pada bayi sesekali, terutama saat bayi lelah atau mengantuk, itu bisa saja masih dalam batas normal.

Namun, ternyata ada batas waktunya. Jika setelah usia 4-6 bulan mata bayi masih sering terlihat juling atau tidak sejajar secara konsisten, maka kondisi ini tidak lagi dianggap normal dan perlu evaluasi lebih lanjut.

Selain itu, perlu dibedakan antara juling sungguhan dan “pseudo-strabismus”. Beberapa bayi terlihat seperti juling karena lipatan kulit di sudut mata bagian dalam (epicanthal fold) atau bentuk batang hidung yang masih datar.

Secara tampilan terlihat juling, padahal posisi bola mata sebenarnya sejajar. Karena itulah pemeriksaan langsung oleh dokter mata anak sangat penting untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Baca juga: 7 Penyebab Mata Minus dan Pencegahannya, Jangan Terlambat

Tanda Mata Juling yang Harus Diwaspadai Orang Tua

tanda-mata-juling

Tidak semua bayi mata juling membutuhkan penanganan darurat. Namun kamu perlu waspada jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Mata Tidak Sejajar Secara Konsisten: Jika satu mata terus-menerus mengarah ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah, terutama setelah usia 4-6 bulan, ini bisa menjadi gejala strabismus anak yang nyata.
  • Bayi Sering Memiringkan Kepala: Anak mungkin memiringkan atau menolehkan kepala saat melihat sesuatu. Ini adalah cara alami tubuh untuk menyesuaikan penglihatan agar terlihat lebih jelas.
  • Menutup atau Menyipitkan Salah Satu Mata: Jika bayi atau anak sering menutup satu mata, terutama saat terkena cahaya terang, bisa jadi ia berusaha mengurangi penglihatan ganda.
  • Respons Visual Terlihat Tidak Seimbang: Misalnya, bayi hanya mengikuti benda dengan satu mata saja atau tampak kurang fokus.
  • Riwayat Keluarga: Jika ada anggota keluarga dengan riwayat juling, risiko anak mengalami kondisi serupa bisa lebih tinggi.

Strabismus yang tidak ditangani dapat menyebabkan ambliopia atau “mata malas”. Otak akan mengabaikan sinyal dari mata yang tidak sejajar, sehingga kemampuan penglihatan mata tersebut tidak berkembang optimal. Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak pada persepsi kedalaman dan kualitas penglihatan permanen. Karena itu, semakin cepat dideteksi, semakin besar peluang untuk terapi yang efektif.

Usia Ideal untuk Skrining Mata Anak

usia-ideal-skrining-mata-anak

Skrining mata sebaiknya tidak menunggu sampai anak bisa membaca. Berikut panduan umum waktu pemeriksaan mata anak:

  • Usia 0-6 bulan: Pemeriksaan dasar oleh dokter anak untuk memastikan respons refleks cahaya dan struktur mata normal.
  • Usia 6-12 bulan: Jika ada kecurigaan mata juling pada bayi, pemeriksaan oleh dokter mata anak sangat disarankan.
  • Usia 3 tahun: Pemeriksaan mata menyeluruh, bahkan jika tidak ada keluhan.
  • Sebelum masuk sekolah: Pastikan fungsi penglihatan optimal.

Jika kamu melihat gejala strabismus anak, jangan menunggu sampai usia sekolah. Evaluasi lebih awal memungkinkan pilihan terapi seperti kacamata khusus, terapi penutup mata (patching), latihan ortoptik, atau bahkan tindakan bedah jika diperlukan.

Penanganan strabismus sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Ada yang disebut esotropia (mata masuk ke dalam), exotropia (mata keluar), hipertropia (mata ke atas), dan hipotropia (mata ke bawah). Setiap jenis memerlukan pendekatan berbeda.

Mitos “Mata Juling Akan Sembuh Sendiri”

Salah satu mitos yang paling sering beredar adalah: “Tenang saja, nanti juga lurus sendiri.”

Memang benar, pada bayi di bawah 4 bulan, juling bisa saja bersifat sementara. Namun jika sudah melewati usia tersebut dan kondisi tetap terjadi, harapan sembuh sendiri tanpa intervensi medis sangat kecil. Menunda pemeriksaan justru bisa memperbesar risiko:

  • Ambliopia (mata malas)
  • Gangguan persepsi kedalaman
  • Gangguan perkembangan visual jangka panjang
  • Dampak psikologis saat anak tumbuh besar

Ingat, perkembangan visual anak sangat pesat pada 5–7 tahun pertama kehidupan. Jika dalam masa emas ini terjadi gangguan dan tidak ditangani, hasil pengobatan di kemudian hari mungkin tidak maksimal.

Jadi daripada berspekulasi, jauh lebih aman melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan mata anak tidak selalu berarti tindakan operasi. Banyak kasus dapat ditangani dengan terapi non-bedah jika terdeteksi lebih awal.

Baca Juga: Makanan yang Baik untuk Mencegah Katarak pada Mata

Kapan Kamu Harus Segera Membawa Bayi ke Dokter Mata?

Segera jadwalkan pemeriksaan jika:

  • Mata tampak juling terus-menerus setelah usia 4-6 bulan
  • Salah satu mata tidak bergerak bebas
  • Bayi tidak merespons wajah atau benda bergerak
  • Ada perbedaan refleks cahaya pada kedua mata
  • Terdapat riwayat kelainan mata dalam keluarga

Sebagai orang tua, insting kamu sangat berharga. Jika merasa ada yang tidak biasa pada penglihatan anak, jangan ragu untuk berkonsultasi.

Jika kamu masih ragu apakah kondisi yang dialami si kecil termasuk normal atau tidak, pemeriksaan langsung oleh dokter mata anak adalah langkah paling bijak.

Klinik IEC Eye Care menyediakan layanan pemeriksaan mata anak dengan dokter spesialis mata berpengalaman serta peralatan diagnostik modern untuk mendeteksi gejala strabismus anak secara akurat. Jangan tunggu sampai terlambat, karena kesehatan mata si kecil dimulai dari keputusan kamu hari ini.

Referensi:

  • American Academy of Ophthalmology. 2026. Strabismus in Children. https://www.aao.org/eye-health/diseases/strabismus-in-children 
  • Children’s Health Queens;and. 2023. Strabismus. https://www.childrens.health.qld.gov.au/health-a-to-z/strabismus 
  • Cleveland Clinic. 2023. Strabismus (Eye Misalignment). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/strabismus-eye-misalignment 
  • M., Venkata, et al. 2023. Strabismus. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560782/
  • Singapore National Eye Centre. 2018. Common Strabismus in Children: A Brief Overview. https://www.snec.com.sg/publications/patient-care/common-strabismus-in-children
×