Masalah kesehatan mata tidak selalu bisa diatasi hanya dengan obat tetes atau kacamata. Pada kondisi tertentu, dokter mata dapat merekomendasikan tindakan medis berbasis teknologi laser. Salah satu prosedur yang cukup sering digunakan adalah fotokoagulasi.
Mungkin Anda masih asing dengan istilah ini atau bertanya-tanya, fotokoagulasi laser itu untuk apa, bagaimana cara kerjanya, dan apakah biayanya mahal. Artikel ini akan membahas fotokoagulasi secara menyeluruh agar Anda bisa memahami manfaatnya sebelum menjalani tindakan di fasilitas kesehatan.
Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Sembuh Alami? Fakta atau Mitos Belaka
Apa Itu Fotokoagulasi?
Fotokoagulasi adalah prosedur medis yang menggunakan sinar laser untuk menangani gangguan pada retina atau pembuluh darah di mata. Laser bekerja dengan menghasilkan panas terkontrol untuk “menggumpalkan” jaringan atau pembuluh darah yang bermasalah.
Istilah fotokoagulasi sendiri berasal dari kata “photo” yang berarti cahaya dan “coagulation” yang berarti pembekuan. Artinya, prosedur ini memanfaatkan cahaya laser untuk menghentikan perdarahan, menutup pembuluh darah abnormal, atau mencegah kerusakan jaringan retina lebih lanjut.
Fotokoagulasi laser umumnya dilakukan secara rawat jalan dan tidak memerlukan operasi besar, sehingga relatif aman jika dilakukan oleh dokter mata berpengalaman.
Baca juga: ReLEx SMILE vs LASIK, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Efektif?
Kondisi Mata yang Membutuhkan Fotokoagulasi Laser
Tidak semua gangguan mata memerlukan fotokoagulasi. Prosedur ini biasanya direkomendasikan untuk kondisi tertentu, terutama yang berkaitan dengan retina dan pembuluh darah mata.
1. Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik terjadi akibat kerusakan pembuluh darah retina pada penderita diabetes. Pembuluh darah bisa bocor atau tumbuh tidak normal. Kondisi retinopati diabetik ini dapat memburuk menjadi retinopati diabetik proliferatif, di mana pembuluh darah abnormal tumbuh di retina dan dapat menyebabkan jaringan parut.
Retinopati diabetik ini jadi salah satu penyakit paling umum yang membutuhkan tindakan fotokoagulasi laser. Fotokoagulasi laser membantu menghentikan kebocoran dan mencegah pertumbuhan pembuluh darah baru yang rapuh.
2. Robekan atau Lubang Retina
Tak hanya retinopati diabetik, fotokoagulasi juga dapat dilakukan pada kasus robekan atau lubang retina. Laser fotokoagulasi ini digunakan untuk “mengunci” area retina yang robek agar tidak berkembang menjadi ablasi retina, yaitu kondisi serius yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.
3. Ablasio Retina
Kondisi lain yang membutuhkan tindakan fotokoagulasi adalah ablasio retina. Kondisi ini terjadi ketika retina di bagian belakang mata terlepas dari lapisan di bawahnya.
4. Edema Makula
Pada edema makula, cairan menumpuk di area pusat retina. Fotokoagulasi dapat membantu mengurangi kebocoran pembuluh darah sehingga pembengkakan berkurang.
5. Degenerasi Makula Terkait Usia
Pada beberapa kasus degenerasi makula tipe basah, fotokoagulasi laser dapat digunakan untuk menutup pembuluh darah abnormal yang merusak penglihatan.
Bagaimana Cara Kerja Fotokoagulasi?
Banyak orang khawatir ketika mendengar kata “laser”, padahal cara kerja fotokoagulasi cukup terkontrol dan terukur.
Prosedur ini dilakukan dengan mengarahkan sinar laser ke area mata yang bermasalah. Panas dari laser akan menciptakan luka kecil yang disengaja dan sangat presisi. Luka ini akan membantu:
- Menutup pembuluh darah yang bocor
- Menghentikan perdarahan
- Mencegah pertumbuhan pembuluh darah abnormal
- Menguatkan jaringan retina di area tertentu
Proses ini tidak merusak seluruh mata, karena laser hanya diarahkan pada titik yang membutuhkan penanganan. Selain itu, prosesnya juga cukup sebentar, yaitu 30-60 menit saja.
Baca juga: Ortho K vs LASIK Femto, Mana Pilihan Terbaik?
Risiko dan Efek Samping dari Fotokoagulasi
Kekhawatiran akan suatu metode pengobatan baru tentu tak dapat dipungkiri. Di bawah ini beberapa risiko efek samping yang dapat terjadi dari tindakan fotokoagulasi ini.
- Penglihatan mungkin akan buram setelah tindakan, kurang lebih selama 3-4 jam.
- Pembengkakan pada retina yang umumnya membaik seiring berjalannya waktu.
- Pada beberapa kasus, mata dapat menjadi merah dan perih setelah tindakan.
- Kehilangan penglihatan pada malam hari selama beberapa jam. Namun pada kasus tindakan fotokoagulasi berulang, kesulitan melihat pada malam hari bisa menjadi permanen.
Apakah Fotokoagulasi Sakit?
Salah satu pertanyaan paling umum adalah apakah fotokoagulasi terasa sakit. Secara umum, fotokoagulasi tidak menimbulkan nyeri hebat karena mata sudah diberi anestesi lokal.
Sebagian pasien hanya merasakan sedikit rasa tidak nyaman, tekanan ringan, atau sensasi panas singkat. Jika Anda merasa terlalu tidak nyaman, segera beri tahu dokter agar tindakan bisa disesuaikan.
Biaya Fotokoagulasi
Jika berbicara tentang biaya fotokoagulasi, terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya. Biaya fotokoagulasi dapat bervariasi tergantung beberapa faktor, seperti:
- Jenis dan tingkat keparahan penyakit mata
- Jumlah titik laser yang dibutuhkan
- Teknologi laser yang digunakan
- Fasilitas dan dokter spesialis mata
Fotokoagulasi adalah prosedur laser yang berperan penting dalam penanganan berbagai penyakit retina dan pembuluh darah mata. Dengan cara kerja yang presisi, fotokoagulasi laser mampu mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut dan mengurangi risiko kebutaan.
Jika Anda memiliki keluhan penglihatan atau riwayat penyakit yang berisiko terhadap retina, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata terbaik. Deteksi dan penanganan yang tepat dengan fasilitas lengkap.
Referensi:
- MedlinePlus. 2024. Laser Photocoagulation – Eye. https://medlineplus.gov/ency/article/007664.htm
- Oxford University Hospitals – NHS. 2024. Retinal Photocoagulation Treatment: Information for Patients. https://www.ouh.nhs.uk/media/jiyiyeuj/82351treatment.pdf
- Suleman, N. 2022. Retinal Laser Photocoagulation. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/JMHSJ/article/view/16194/pdf_1



























