Sudah Operasi LASIK, Apakah Tetap Butuh Kacamata?

kacamata setelah operasi lasik

Laser-Assisted in Situ Keratomileusis (LASIK) adalah prosedur bedah refraktif yang sangat populer untuk mengoreksi rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), maupun astigmatisme. Prosedur ini banyak dipilih karena hasilnya cepat, minim rasa sakit, dan mampu mengurangi ketergantungan pada kacamata.

Namun, pertanyaan penting sering muncul, “Apakah tetap butuh kacamata setelah operasi LASIK?” Apakah pasien benar-benar bisa lepas sepenuhnya dari kacamata, atau masih ada kondisi tertentu yang membuat kacamata pasca LASIK tetap dibutuhkan? Simak informasi lengkapnya lewat ulasan di bawah ini!

Baca juga: Syarat untuk Bisa Operasi LASIK, Adakah Maksimal Minus?

Apakah Tetap Butuh Kacamata Setelah Operasi LASIK?

Sumber gambar: Canva

Berbagai pertanyaan muncul tentang prosedur operasi LASIK, salah satunya adalah apakah penggunaan kacamata setelah LASIK masih dibutuhkan? Jawabannya adalah mungkin iya, namun hal ini tergantung pada kondisi mata pasien.

LASIK dapat mengurangi ketergantungan mata pada kacamata, tetapi tidak menjamin 100% bebas kacamata seumur hidup. Terdapat beberapa situasi yang membuat kacamata pasca LASIK tetap diperlukan.

Baca juga: Berapa Lama Proses Penyembuhan Setelah Operasi LASIK? Singkat Kok

1. Presbiopia (Mata Tua)

Seiring bertambahnya usia (biasanya mulai usia 40 tahun ke atas), lensa mata kehilangan elastisitas. Sedangkan prosedur LASIK tidak mencegah presbiopia. Akibatnya, pasien yang sudah menjalani LASIK tetap membutuhkan kacamata baca. 

2. Regresi Refraksi

Dalam beberapa kasus, penglihatan bisa sedikit berubah kembali beberapa tahun setelah operasi. Kondisi ini disebut regresi. Meski tidak selalu signifikan, kadang pasien memilih memakai kacamata ringan untuk aktivitas tertentu.

3. Astigmatisme Residual

Jika astigmatisme tidak terkoreksi sepenuhnya, pasien mungkin masih membutuhkan kacamata setelah LASIK untuk melihat lebih tajam pada jarak tertentu.

4. Perlindungan dan Kenyamanan

Meski koreksi penglihatan optimal, pasien tetap disarankan menggunakan kacamata pelindung pasca LASIK, terutama saat tidur (untuk mencegah mengucek mata) atau saat beraktivitas di luar ruangan agar mata terlindungi dari debu dan sinar UV.

Menurut penelitian di Journal of Cataract & Refractive Surgery, mayoritas pasien LASIK (lebih dari 90%) mencapai ketajaman visual 20/25 atau lebih baik tanpa kacamata. Namun, sebagian tetap menggunakan kacamata ringan untuk aktivitas spesifik. Studi lain di American Journal of Ophthalmology juga menemukan bahwa meskipun LASIK memberikan kepuasan tinggi, sebagian pasien memerlukan kacamata setelah operasi LASIK pada kondisi low-light atau saat membaca di usia tua. Jadi, kacamata memang masih diperlukan pada kondisi tertentu.

Baca juga: 10 Manfaat LASIK untuk Hidup Sehari-hari, Investasi Jangka Panjang

Kapan Kacamata Pasca LASIK Dibutuhkan?

Terdapat beberapa waktu atau kondisi kapan kacamata dibutuhkan pasca operasi LASIK, antara lain:

  • Hari-hari pertama setelah operasi – Dokter biasanya menyarankan penggunaan kacamata pelindung untuk mencegah iritasi atau trauma pada flap kornea.
  • Beberapa bulan setelah operasi – Sebagian pasien mungkin membutuhkan kacamata untuk aktivitas tertentu, misalnya menyetir malam, terutama jika ada gejala silau atau halo.
  • Tahun-tahun berikutnya – Karena faktor usia (presbiopia), hampir semua orang akan membutuhkan kacamata baca, meskipun sebelumnya sudah menjalani LASIK.

Baca juga: Mata Silinder Bisakah Operasi LASIK? Ini Syarat dan Biayanya

Tips Pasca LASIK Agar Meminimalisir Penggunaan Kacamata

Jika Anda ingin meminimalisir penggunaan kacamata pasca LASIK, terdapat beberapa tips yang bisa Anda ikuti. Berikut beberapa tips singkat yang dapat Anda coba.

  • Ikuti semua instruksi dan arahan dokter, termasuk penggunaan obat tetes antibiotik, antiinflamasi, dan pelumas.
  • Gunakan kacamata pelindung setelah operasi LASIK saat tidur atau beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari mengucek mata dalam beberapa minggu pasca operasi LASIK.
  • Lakukan kontrol rutin agar dokter bisa mendeteksi regresi atau komplikasi lebih awal.
  • Konsumsi makanan bergizi untuk mendukung kesehatan mata jangka panjang.

Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Operasi LASIK? Ini Biayanya

Itulah informasi mengenai kebutuhan kacamata pasca LASIK. Prosedur ini memang sangat efektif dalam mengurangi derajat minus pada mata, namun tetap ada kemungkinan penggunaan kacamata tetap diperlukan pasca operasi.

Jika Anda tertarik untuk melakukan LASIK mata, Anda bisa melakukannya di Klinik IEC Eye Care! Klinik terpercaya dengan dokter profesional dan alat-alat modern yang canggih membuat Anda tidak perlu khawatir soal kualitas pelayanan di klinik ini.

Referensi:

Apakah Operasi LASIK Mata Sakit, Signifikan atau Tidak?

apakah operasi lasik sakit

Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) adalah salah satu prosedur bedah refraktif yang paling populer untuk mengoreksi penglihatan akibat miopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), dan astigmatisme. Namun, calon pasien sering kali khawatir dan bertanya-tanya sesakit apa dalam menjalani prosedur ini.

Kekhawatiran ini wajar, sebab operasi melibatkan mata atau organ yang sangat sensitif. Oleh karena itu, mari kita bahas seberapa sakit operasi LASIK mata lewat ulasan di bawah ini!

Baca juga: Apakah Mata Minus Bisa Operasi LASIK? Ini Biayanya

Apakah Operasi LASIK Sakit?

Sumber gambar: Canva

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), prosedur LASIK tidak menimbulkan rasa sakit signifikan karena pasien diberikan tetes anestesi lokal yang membuat mata mati rasa sementara. Pasien hanya merasakan sedikit tekanan ketika flap kornea dibuat dengan laser femtosecond atau microkeratome.

Namun, pasien bisa merasakan ketidaknyamanan ringan setelah operasi, seperti:

  • Mata terasa kering
  • Sensasi mengganjal (seperti ada pasir)
  • Sedikit rasa perih atau terbakar
    Namun, gejala ini biasanya hilang dalam beberapa jam hingga beberapa hari dengan bantuan obat tetes mata dan perawatan sesuai anjuran dokter.

Bahkan berdasarkan pengalaman klinis dan laporan pasien, berikut beberapa bagian prosedur operasi LASIK yang menimbulkan rasa sakit, antara lain:

  • Selama operasi: Hampir tidak ada rasa sakit, hanya tekanan singkat ketika flap dibuat.
  • Beberapa jam pasca operasi: Muncul rasa perih ringan, mata berair, atau sensasi terbakar.
  • 1-2 hari pasca operasi: Rasa tidak nyaman berkurang secara signifikan.
  • Minggu pertama: Sebagian pasien melaporkan mata kering yang bisa diatasi dengan obat tetes mata.

Menurut penelitian di Journal of Cataract and Refractive Surgery, sebagian besar pasien menggambarkan rasa nyeri pasca operasi dalam skala ringan hingga sedang. Tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Operasi LASIK Mata Pakai BPJS, Apakah Bisa Ditanggung?

Apakah LASIK Sakit Dibanding Prosedur Medis untuk Mata Lainnya?

Sumber gambar: Canva

Jika dibandingkan dengan prosedur refraktif lain:

  • Photorefractive Keratectomy (PRK): Lebih menyakitkan pada fase awal pemulihan karena epitel kornea dilepas sepenuhnya.
  • SILK Elita => Smooth Incision Lenticule Keratomileusis Elita adalah prosedur yang dirancang sebagai metode koreksi refraksi (terutama miopia / mata minus, dengan atau tanpa astigmatisme) tanpa pembuatan flap besar seperti pada LASIK konvensional, dengan menggunakan sayatan kecil untuk mengeluarkan lentikular dalam kornea.
  • Small Incision Lenticule Extraction (SMILE): Cenderung lebih nyaman dibanding LASIK tradisional, karena tidak membuat flap kornea.

Studi di American Journal of Ophthalmology (2017) juga menyatakan bahwa pasien PRK melaporkan tingkat nyeri lebih tinggi daripada pasien LASIK, SILK dan SMILE. Jadi, jika ada pertanyaan “apakah operasi LASIK sakit atau tidak?” maka jawabannya tentu saja iya. Namun, tingkat sakitnya bisa berbeda-beda pada setiap orang dan umumnya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Tingkat Keberhasilan Operasi LASIK, Benarkah Bisa Gagal?

Bagaimana Prosedur Medis dalam Mengurangi Nyeri pada Operasi LASIK?

Sumber gambar: Canva

Pada prosedur medis, terdapat beberapa cara untuk mengurangi nyeri pada operasi lasik. Berikut beberapa di antaranya:

  • Anestesi Tetes Mata: Obat tetes ini digunakan sebelum operasi, sehingga pasien tidak merasakan nyeri saat tindakan operasi.
  • Obat Tetes Mata Pelumas: Mencegah mata kering yang biasanya jadi penyebab mata perih.
  • Obat Anti Nyeri Ringan: Obat ini akan diberikan jika diperlukan menurut dokter.
  • Kontrol Rutin: Kunjungan rutin pasca operasi LASIK ini diperlukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang memperparah ketidaknyamanan pasca operasi.

Baca juga: Proses Operasi LASIK Mata dan Waktu yang Diperlukan

Jadi, bagi Anda yang bertanya apakah operasi LASIK mata sakit atau tidak, jawabannya adalah tidak sakit secara signifikan. Hanya menimbulkan ketidaknyamanan sementara yang bisa diatasi dengan perawatan medis standar.

Jika Anda tertarik untuk melakukan prosedur LASIK mata, Anda bisa melakukannya di Klinik IEC Eye Care. Dilakukan oleh dokter profesional dan fasilitas modern, Anda tidak perlu khawatir akan kualitas pelayanan di klinik premium yang terletak di pusat kota Jakarta ini.

Referensi:

Bedah Refraktif Canggih yang Tersedia di Indonesia, Pulih Cepat

lasik-indonesia

Perkembangan teknologi medis di bidang oftalmologi sangat pesat, termasuk di Indonesia. Salah satu prosedur yang paling banyak diminati adalah LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis), yang dikenal mampu mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak.

Ternyata LASIK Indonesia tidak ketinggalan dengan negara-negara maju lain. Kini telah banyak teknologi LASIK terbaru yang canggih dan sangat membantu dalam proses tindakan LASIK. Simak informasi tentang teknologi LASIK terbaru di Indonesia lewat ulasan di bawah ini!

Baca juga: Perbedaan LASIK dan Laser Mata, Apa Hubungan Keduanya?

Teknologi LASIK atau Bedah Refraktif di Indonesia

Sumber gambar: Canva

Di Indonesia, LASIK telah tersedia sejak akhir 1990-an dan terus berkembang mengikuti teknologi global. Kini, sejumlah rumah sakit mata di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota besar lainnya sudah menawarkan teknologi LASIK terbaru yang setara dengan standar internasional.

Beberapa teknologi LASIK yang sudah digunakan di Indonesia meliputi:

1. FemtoLASIK + Wavefront-Guided (WFG FS-LASIK)

Sumber gambar: Canva

FemtoLASIK dengan panduan Wavefront adalah teknik koreksi penglihatan yang menggabungkan dua teknologi presisi. Pertama, Laser Femtosecond digunakan untuk membuat lapisan tipis (flap) pada kornea, meningkatkan keamanan dan presisi dimensi flap.

Kedua, pembentukan ulang kornea oleh laser Excimer dipandu oleh data Wavefront yang mengukur aberasi optik keseluruhan mata, seperti “sidik jari visual”. Sistem ini mengoreksi tidak hanya kelainan refraksi dasar (miopi dan astigmatisme) tetapi juga aberasi tingkat tinggi yang menyebabkan glare dan penglihatan malam yang buruk.

2. FemtoLASIK + Topography-Guided

Sumber gambar: Canva

Gabungan FemtoLASIK + Topography-Guided merupakan teknologi koreksi mata yang juga sudah ada di Indonesia. FemtoLASIK merupakan teknologi yang menggunakan laser femtosecond untuk membuat lapisan tipis (flap) pada kornea.

Sedangkan, Topography-Guided ini terbilang lebih canggih dari Wavefront. Di mana ia memungkinkan untuk memberikan data visual atau memetakan mengikuti kondisi bola mata setiap pasien dengan masing-masing keunikannya. Dengan begitu, tenaga medis mampu menguasai permukaan kornea guna mengoreksi minus atau silinder secara presisi.

Baca juga: Operasi LASIK Mata Pakai BPJS, Apakah Bisa Ditanggung?

3. SILK (Smooth Incision Lenticule Keratomilieusis) ELITA

Sumber gambar: Canva

SILK merupakan teknik koreksi penglihatan yang sangat baru. Teknologi SILK ini menggunakan laser untuk membentuk potongan kecil lensa (lenticule) pada bagian dalam kornea. Lensa ini kemudian dikeluarkan dengan sayatan kecil.

Teknologi terbaru ini dibuat oleh Johnson & Johnson Vision, menggunakan energi laser rendah untuk menghasilkan sayatan lebih halus. Terbilang sangat baru, studi awal tentang SILK ELITA yang dipublikasi di Clinical Ophthalmology menunjukkan pemulihan visual dengan cepat dan risiko yang minim.

Berdasarkan penelitian lain yang diterbitkan oleh American Academy of Ophthalmolog, pasien yang menjalani operasi mata dengan metode SILK Elita  memiliki tingkat kepuasan hingga 95%. Di mana 85% pasien melaporkan penglihatan mereka membaik dalam waktu kurang dari seminggu setelah operasi.

Elita memiliki teknologi laser yang sangat halus yang digunakan untuk meminimalisir kerusakan pada jaringan kornea. Keunggulan teknologi ini adalah pemulihan mata yang lebih cepat dan potensi mata kering yang sangat rendah karena bentuk sayatan yang sangat kecil.

Dengan adanya berbagai pilihan tersebut, teknologi LASIK di Indonesia kini sudah setara dengan negara-negara maju. Pasien dapat memilih sesuai kondisi mata, kebutuhan visual, dan rekomendasi dokter.

4. ReLEx SMILE (Small Incision Lenticule Extraction)

Sumber gambar: Canva

Teknologi LASIK Indonesia terbaru lainnya yang mungkin sudah bisa kamu temukan di beberapa fasilitas kesehatan adalah ReLEx SMILE. Teknologi ini memudahkan prosedur koreksi refraksi tanpa flap melalui sayatan kecil sekitar 2-4 mm.

Prosedur ini sangat cocok untuk pasien dengan risiko mata kering yang lebih tinggi. Bahkan menurut penelitian pada American Journal of Ophthalmology, SMILE memberikan hasil visual yang setara dengan LASIK, namun dengan tingkat kenyamanan pasca operasi yang lebih baik.

5. SMILE PRO

Sumber gambar: Canva

SMILE PRO merupakan teknologi yang disempurnakan dan dipercepat dari teknologi ReLEx SMILE. Menggunakan Laser VisuMax 800 yang dapat membuat sayatan lebih kecil dan halus. Teknologi ini memiliki cara kerja yang sama persis dengan ReLEx SMILE dengan membuat dan mengeluarkan lenticule melalui sayatan kecil. 

Laser VisuMax 800 merupakan teknologi mesin yang memiliki kemampuan jauh lebih cepat. Jika SMILE biasa butuh sekitar 25 detik per mata untuk melakukan laser pada kornea, SMILE PRO bisa menyelesaikannya dalam waktu 8-10 detik. Kecepatan ini membuat pasien merasa lebih nyaman dan mendukung pemulihan yang lebih cepat.

Baca juga: Apakah LASIK Bisa Dilakukan Sampai 2 Kali? Apa Penyebabnya

Apa Saja Keunggulan Teknologi LASIK Terbaru?

Sumber gambar: Canva

Dibandingkan dengan metode lama, teknologi LASIK terbaru memiliki beberapa keunggulan:

  • Lebih presisi: Penggunaan femtosecond laser pada FemtoLASIK menghasilkan potongan kornea yang lebih akurat.
  • Minim risiko flap: Prosedur seperti SMILE dan SILK tidak memerlukan flap besar, sehingga meminimalisir risiko komplikasi flap.
  • Pemulihan lebih cepat: Banyak pasien sudah mendapatkan penglihatan tajam dalam 24 jam pasca melakukan prosedur medis LASIK menggunakan teknologi terbaru.
  • Nyeri minimal: Berdasarkan studi klinis, rasa sakit dari prosedur koreksi mata menggunakan teknologi LASIK terbaru jauh lebih ringan dibanding prosedur PRK.
  • Stabilitas jangka panjang: Hasil visual lebih stabil, terutama pada pasien dengan minus ringan hingga sedang.

Baca juga: Sudah Operasi LASIK, Apakah Tetap Butuh Kacamata?

Itulah informasi tentang teknologi bedah refraktif di Indonesia terbaru yang bisa jadi referensi Anda sebelum menjalani koreksi penglihatan guna bebas kacamata. Jika Anda tertarik untuk melakukan LASIK atau SILK Elita yang lebih minim risiko di IEC Eye Care!

Referensi:

  • Ang M, et al. (2022). Smooth Incision Lenticule Keratomileusis (SILK) with ELITA: Early Results. Clinical Ophthalmology. 2022;16:2877–2885. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36119249/ 
  • Moshirfar M, et al. (2017). Patient-reported outcomes after LASIK and SMILE. American Journal of Ophthalmology. 2017;182:1–9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28366573/
  • Reinstein DZ, et al. (2019). ReLEx SMILE vs LASIK: long-term outcomes. Journal of Cataract & Refractive Surgery. 2019;45(9):1232–1240. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31449556/
  • ResearchGate. (2021). Comparative analysis of the clinical outcomes between wavefront-guided and conventional femtosecond LASIK. https://www.researchgate.net/publication/355379930_Comparative_analysis_of_the_clinical_outcomes_between_wavefront-guided_and_conventional_femtosecond_LASIK_in_myopia_and_myopia_astigmatism
  • ResearchGate. (2016). Outcomes of topography-guided versus wavefront-optimized laser in situ keratomileusis. https://www.researchgate.net/publication/308853012_Outcomes_of_topography-guided_versus_wavefront-optimized_laser_in_situ_keratomileusis_for_myopia_in_virgin_eyes

Operasi LASIK Mata Pakai BPJS, Apakah Bisa Ditanggung?

biaya lasik mata bpjs

Saat ini, banyak orang mempertimbangkan prosedur LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) untuk memperbaiki penglihatan dan mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak.

Dengan biaya yang tidak bisa dibilang murah, pembiayaan alternatif menjadi pilihan. Muncul pertanyaan, “Apakah LASIK bisa pakai BPJS?” Supaya bisa menjawabnya, yuk telusuri regulasi, fakta medis, dan kisaran biaya operasi LASIK mata di Indonesia lewat ulasan di bawah ini!

Baca juga: Setelah LASIK Mata Masih Buram Apakah Normal? Kapan Perlu Khawatir

Apakah Biaya LASIK Mata Dicover BPJS?

Sumber gambar: Canva

Pertanyaan “apakah biaya LASIK mata dicover BPJS?” sering bermunculan di masyarakat. LASIK dikenal sebagai prosedur populer untuk mengatasi kelainan refraksi seperti lasik mata minus (miopia), mata plus (hipermetropia), hingga astigmatisme. Namun, prosedur ini membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga banyak pasien berharap bisa ditanggung BPJS Kesehatan.

Namun, sayangnya biaya LASIK mata hingga saat ini tidak dicover BPJS Kesehatan. Hal ini ditegaskan dalam berbagai publikasi resmi dan pernyataan institusi kesehatan. Hal ini karena LASIK mata sifatnya dianggap sebagai tindakan kosmetik atau estetik. BPJS berfokus pada layanan kesehatan esensial yang menyelamatkan fungsi tubuh. LASIK dikategorikan sebagai prosedur peningkatan kualitas hidup, bukan untuk kebutuhan dasar.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan tidak menanggung pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik. Meskipun LASIK memiliki manfaat medis untuk mengoreksi kelainan refraksi, prosedur ini juga seringkali dikategorikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atau estetika, bukan untuk mengobati penyakit yang mengancam jiwa atau menyebabkan kecacatan permanen.

Baca juga: Berapa Lama Proses Penyembuhan Setelah Operasi LASIK? Singkat Kok

Sebagai perbandingan, BPJS Kesehatan menanggung biaya operasi katarak. Mengapa demikian? Karena katarak adalah penyakit yang secara progresif dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani. Oleh karena itu, operasi katarak dianggap sebagai tindakan medis esensial yang wajib dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Namun, untuk gangguan penglihatan seperti miopi, hipermetropi (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder), BPJS Kesehatan memang memberikan subsidi, tetapi bukan untuk operasi LASIK. Subsidi yang diberikan adalah untuk pembelian kacamata, yang dianggap sebagai alat bantu yang cukup untuk mengatasi kelainan refraksi tersebut. Besaran subsidi untuk kacamata ini pun memiliki plafon tertentu yang disesuaikan dengan jenis kelas kepesertaan. Oleh karena itu, biaya lasik mata BPJS tidak ada.

LASIK Mata BPJS: Mengapa Kacamata Di-cover, Tapi LASIK Tidak?

Sumber gambar: Canva

Penting untuk memahami perbedaan antara penyakit mata yang ditanggung BPJS dan kondisi yang tidak ditanggung. Miopi, hipermetropi, dan astigmatisme diklasifikasikan sebagai kelainan refraksi. Dalam banyak kasus, kondisi ini dapat diatasi secara efektif dengan penggunaan kacamata atau lensa kontak. Kacamata dianggap sebagai solusi yang memadai dan terjangkau untuk mengembalikan ketajaman penglihatan.

Sementara itu, LASIK adalah pilihan yang menawarkan kebebasan dari kacamata dan lensa kontak. Ini lebih merupakan sebuah “pilihan” atau “preferensi” gaya hidup, bukan keharusan medis. Oleh karena itu, biaya operasi LASIK mata menjadi tanggung jawab pribadi pasien. Hal ini selaras dengan prinsip BPJS Kesehatan yang memprioritaskan penjaminan untuk penyakit-penyakit yang memiliki urgensi medis tinggi.

Baca juga: Adakah Batas Minimal Umur untuk LASIK Mata? Ini Rekomendasinya

Alternatif Pembiayaan untuk Operasi LASIK

Sumber gambar: Canva

Meskipun biaya LASIK mata BPJS tidak berlaku, jangan berkecil hati jika Anda ingin menjalani prosedur ini. Ada beberapa opsi pembiayaan lain yang bisa dipertimbangkan, antara lain:

  1. Asuransi Kesehatan Swasta: Beberapa polis asuransi kesehatan swasta mungkin menawarkan tanggungan untuk operasi LASIK, terutama jika dianggap memiliki indikasi medis tertentu. Pastikan untuk memeriksa detail polis Anda dan berbicara dengan agen asuransi.
  2. Kartu Kredit: Menggunakan kartu kredit dapat menjadi pilihan untuk mencicil biaya operasi. Banyak klinik mata yang bekerja sama dengan bank untuk menawarkan program cicilan nol persen.
  3. Promo dan Diskon: Banyak klinik mata yang seringkali mengadakan promo dan diskon, terutama pada momen-momen tertentu seperti akhir tahun. Memanfaatkan promo ini dapat sangat membantu meringankan beban biaya.
  4. Tabungan Pribadi: Merencanakan keuangan dan menabung jauh-jauh hari adalah cara terbaik untuk mempersiapkan dana operasi.

Baca juga: Syarat untuk Bisa Operasi LASIK, Adakah Maksimal Minus?

Pertanyaan “apakah operasi LASIK bisa pakai BPJS” sering kali menjadi dilema bagi banyak orang. Namun, faktanya, berdasarkan peraturan yang ada, prosedur LASIK tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan karena dianggap sebagai tindakan non-esensial dan estetik. BPJS Kesehatan memprioritaskan penjaminan untuk penyakit yang lebih vital, seperti katarak, dan menyediakan subsidi untuk kacamata bagi penderita kelainan refraksi.

Jadi, tertarik untuk mencoba LASIK? Jika Anda sedang mempertimbangkan melakukan operasi LASIK, Anda bisa melakukannya di Klinik EIC Eye Care. Klinik EIC Eye Care menyediakan layanan dengan fasilitas modern dan tenaga medis profesional berpengalaman.

Referensi:

Apakah Mata Minus Bisa Operasi LASIK? Ini Biayanya

apakah-mata-minus-bisa-operasi-lasik

Artikel ini ditinjau oleh dr. Nelandriani Yudapratiwi, SpM

Mata minus atau miopia adalah kondisi umum di mana objek yang jauh terlihat kabur. Bagi penderitanya, ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak sering kali menimbulkan kerinduan akan penglihatan yang bebas dari alat bantu. Operasi Laser-Assisted In Situ Keratomileusis (LASIK) hadir untuk mengobati mata minus.

Pertanyaan krusial yang sering diajukan adalah, “Apakah mata minus bisa LASIK?” Jawabannya adalah ya, miopia adalah indikasi utama operasi LASIK. Namun, keberhasilan dan keamanan prosedur ini sangat bergantung pada serangkaian syarat medis ketat yang harus dipenuhi oleh calon pasien.
Yuk, simak informasi apakah LASIK bisa digunakan untuk mata minus dan berapa biaya LASIK mata minus lewat ulasan di bawah ini.

Baca juga: Tingkat Keberhasilan Operasi LASIK, Benarkah Bisa Gagal?

Apakah Mata Minus Bisa LASIK?

Sumber gambar: Canva

Banyak orang yang memiliki mata minus (miopia) bertanya: “Apakah mata minus bisa LASIK?” dan, “Apakah biayanya berbeda tergantung tingkat minus?” Demi menjawab secara ilmiah dan faktual, penting melihat data dari penelitian klinis, panduan bedah refraktif, serta keterbatasan teknis yang berlaku.

Pada penelitian Long-term outcomes of LASIK for myopia, hasil penglihatan tanpa koreksi (uncorrected distance visual acuity, UDVA) pada pasien miopia yang menjalani LASIK selama periode 3–12 tahun menunjukkan bahwa antara 64% hingga 90% pasien mencapai UDVA setara 20/20 (±) setelah operasi.

Penelitian Predictive Factors for Successful High Myopia Treatment juga menyebutkan bahwa saat mengevaluasi pasien dengan miopia ≥ –6,00 hingga –13,00 di Indonesia, menemukan bahwa penggunaan laser femtosecond + laser eksimer modern dapat memberikan hasil yang relatif baik, dengan variabel seperti derajat sferis, astigmatisme, dan karakter kornea menjadi faktor prediktif penting. Dari kedua penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hasil yang positif bahwa LASIK dapat memperbaiki miopia atau mata minus.

Baca juga: Proses Operasi LASIK Mata dan Waktu yang Diperlukan

Adakah Minimal Minus untuk Operasi LASIK?

Sumber gambar: Canva

Sebelum memutuskan LASIK, harus dipastikan bahwa minus pasien berada dalam rentang yang dapat dikoreksi secara aman.
Menurut panduan klinis Refractive Surgery Preferred Practice Pattern dari American Academy of Ophthalmology (AAO), LASIK dapat dipertimbangkan hingga sekitar –12,00 D pada sebagian sistem (tergantung platform laser, kualitas kornea, dan kondisi pasien).

Dalam panduan seleksi pasien LASIK, disebutkan bahwa batas koreksi tergantung pada platform laser masing-masing dan bahwa perawatan ekstrem di batas minus tinggi bisa meningkatkan risiko aberasi visual dan komplikasi seperti mata kering.

Studi Predictive Factors for Successful High Myopia Treatment juga menguji kasus miopia sangat tinggi (≥ -6 hingga -13 D), sehingga menunjukkan bahwa batas yang sering digunakan dalam penelitian klinis memang melewati –6 D, namun dengan catatan bahwa prediksi hasil menjadi lebih sulit pada minus tinggi.

Jadi, praktik umum menyebut bahwa LASIK minimal efektif mulai dari minus ringan (misalnya -0,5 sampai –1,0 D) dan sering digunakan sampai batas hingga -12,0 D, tergantung faktor lainnya.

Baca juga: Adakah Efek Samping Jangka Panjang Setelah Operasi LASIK?

Perbedaan Biaya LASIK Mata Minus dengan Plus

Sumber gambar: Canva

Biaya LASIK mata minus bisa sangat berbeda tergantung sejumlah faktor berikut:

1. Derajat Minus / Kompleksitas Kasus

Operasi untuk minus ringan biasanya lebih sederhana dan cepat, sedangkan minus tinggi atau disertai astigmatisme memerlukan koreksi lebih kompleks.

2. Metode atau teknologi LASIK

  • LASIK konvensional
  • fs-LASIK (dengan flap dibuat dengan laser femtosecond)
  • Metode lanjutan seperti topography-guided LASIK
  • Semakin canggih teknologi dan presisi yang digunakan, makin tinggi biayanya.

3. Kualitas Klinik / Reputasi Dokter

Klinik mata dengan fasilitas modern, staf ahli, dan sertifikasi internasional biasanya membebankan tarif lebih tinggi.

4. Paket Layanan Tambahan

Biaya pra-operasi (pemeriksaan, topografi kornea), perawatan pasca-operasi, obat tetes mata, kontrol rutin, dan garansi atau retouch (pengulangan jika koreksi tidak sempurna) sering menjadi faktor tambahan. Namun, perlu dicatat bahwa dalam literatur ilmiah saat ini belum banyak studi yang membandingkan secara sistematis biaya relatif antara derajat minus rendah dan minus tinggi dalam konteks LASIK. Dalam ulasan Laser Refractive Surgery for Vision Correction: A Review, disebut bahwa meskipun kepuasan pasien tinggi, studi biaya-efektivitas jangka panjang masih terbatas.

Perkiraan Biaya LASIK Mata Minus di Indonesia

Sumber gambar: Canva

Beberapa klinik mata dan platform kesehatan menggambarkan kisaran tarif LASIK per mata untuk pasien dengan minus (miopia). Umumnya biaya LASIK mata di Indonesia berkisar antara 10 juta hingga 35 juta rupiah per mata, tergantung pada layanan yang Anda pilih.

Selain itu, perkiraan biaya LASIK mata minus ini juga bergantung pada metode yang dipilih. Metode LASIK standar akan lebih murah dibandingkan dengan metode yang lebih canggih seperti SILK Elita. Tentu, dengan biaya yang lebih mahal, teknologi ini bisa menawarkan kesembuhan yang lebih cepat dan tanpa flap.

Yuk, LASIK mata minus di Klinik IEC Eye Center! Anda dapat menikmati operasi LASIK berkualitas yang dilakukan oleh petugas kesehatan profesional dan pelayanan terbaik serta fasilitas modern!

Referensi:

  • Deborah S. Jacobs. (2022, December 2019). Refractive Surgery Preferred Practice Pattern. American Academy of Ophthalmology (AAO). https://www.aaojournal.org/article/S0161-6420(22)00868-5/fulltext
  • Tran Khai., Ryce Andrea. (2018, June 22). Laser Refractive Surgery for Vision Correction: A Review of Clinical Effectiveness and Cost-effectiveness. National Institutes of Health (NIH) / NCBI – Laser Refractive Surgery for Vision Correction. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532537/
  • Mayo Clinic. (2025, July 16). LASIK eye surgery. Mayo Clinic – LASIK eye surgery. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lasik-eye-surgery/about/pac-20384774
  • WebMD. (2024, December 6). LASIK Eye Surgery. WebMD https://www.webmd.com/eye-health/lasik-laser-eye-surgery
  • Artini, Widya. (2018, July 23). Predictive Factors for Successful High Myopia Treatment with LASIK. Open Ophthalmology Journal. https://openophthalmologyjournal.com/VOLUME/12/PAGE/214/
  • Mattarungan, Monica., Tania. (2023). Long-term outcomes of LASIK for myopia. Journal of Ophthalmology Indonesia. https://ophthalmologica-indonesiana.com/index.php/journal/article/view/101207
  • Istiantoro., Primadina, Nandia. (2003). Surgeon Factor on LASIK in Low and Moderate Myopia. Medical Journal of Indonesia. https://mji.ui.ac.id/journal/index.php/mji/article/view/106

Seminar SILK Elita: The Next Generation of Laser Vision Correction

lasik, seminar lasik, silk elita

Seminar SILK Elita: The Next Generation of Laser Correction. Cocok untuk yang ingin LASIK dan bebas kacamata.


Mau tahu teknologi laser terkini yang highly precise, flap-free, dan fast recovery? Yuk, hadir di Seminar Gratis SILK Elita dan temukan jawabannya langsung dari ahlinya!

Acara seminar akan diadakan di waktu dan tempat berikut:

Adapun berikut benefit spesial yang bisa diperoleh bagi peserta:

  • Free Lunch
  • Free Goodie Bag
  • Free Eye Check
  • Cashback Rp1 juta untuk tindakan SILK Elita di IEC Eye Care

Tempat terbatas! Daftar sekarang dengan scan QR di poster atau hubungi 0819 0535 5536 (Fira).

Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk mengenal lebih dekat teknologi laser vision correction terbaru di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Apakah Operasi Lasik Ada Efek Sampingnya? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Bedah Refraktif - SILK

Artikel direview oleh dr. Muhammad Edrial, SpM (K)

Operasi Lasik atau Laser-Assisted in Situ Keratomileusis adalah prosedur untuk memperbaiki kelainan refraksi mata seperti miopia, hiperopia, dan astigmatisme. Prosedur ini memungkinkan Anda untuk mengurangi ketergantungan pada kacamata dan lensa kontak. Namun, seperti halnya prosedur medis lainnya, penting untuk memahami bahwa Lasik memiliki potensi risiko, meskipun sangat jarang terjadi.

Sebagai alternatif yang lebih modern, teknologi SILK (Smart IntraLase LASIK Keratomileusis) kini semakin direkomendasikan karena menggunakan sayatan yang lebih halus dan teknologi canggih untuk hasil yang lebih presisi. Sebelum memutuskan prosedur mana yang paling cocok, mari kita bahas lebih dalam tentang risiko Lasik dan mengapa SILK bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi Setelah Lasik

1. Mata Jadi Lebih Sensitif Terhadap Cahaya

Sensitivitas terhadap cahaya atau photophobia adalah salah satu efek samping yang kadang dilaporkan setelah operasi Lasik. Beberapa pasien mengalami silau lebih intens, terutama saat berkendara di malam hari atau terkena sinar matahari langsung. Namun, sensitivitas ini biasanya bersifat sementara dan membaik dalam beberapa minggu atau bulan.

2. Iritasi Ringan

Pasca operasi, iritasi ringan seperti sensasi pasir di mata, rasa gatal, atau mata berair dapat terjadi. Iritasi ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dapat dikurangi dengan penggunaan tetes mata yang diresepkan dokter.

3. Mata Kering

Gangguan sementara pada produksi air mata dapat menyebabkan mata kering setelah operasi. Mata kering umumnya dialami oleh sekitar 30-40% pasien dalam beberapa bulan pertama, namun dapat diatasi dengan tetes mata pelembap yang diresepkan dokter.

4. Efek Halo

Pasien kadang melihat lingkaran cahaya di sekitar sumber cahaya (efek halo), terutama di malam hari. Ini disebabkan oleh perubahan bentuk kornea dan biasanya berkurang seiring waktu.

5. Radang pada Mata

Radang ringan pada kornea dapat terjadi, namun dapat diatasi dengan obat tetes mata anti-inflamasi yang diresepkan dokter.

6. Pergeseran Flap

Flap kornea yang dibuat selama prosedur Lasik perlu tetap berada di tempatnya selama masa penyembuhan. Risiko ini dapat diminimalkan dengan menghindari aktivitas berat atau menggosok mata setelah operasi.

7. Hasil Operasi pada Tiap Orang Berbeda

Meskipun tingkat keberhasilan Lasik tinggi, tidak semua pasien mencapai penglihatan sempurna 20/20. Faktor seperti kondisi mata sebelum operasi dan respons tubuh terhadap penyembuhan memengaruhi hasil akhir.

8. Kemungkinan Enhancement

Beberapa pasien mungkin memerlukan prosedur tambahan untuk memperbaiki hasil yang belum optimal, terutama jika memiliki kelainan refraksi tinggi.

9. Astigmatisme

Dalam kasus yang jarang, astigmatisme dapat muncul atau bertambah setelah Lasik, terutama jika proses penyembuhan tidak sempurna.

10. Keratokonus

Meskipun sangat jarang, Lasik dapat memicu keratokonus pada pasien dengan kornea tipis atau riwayat keluarga kondisi ini.

11. Gangguan Penglihatan

Gangguan seperti penglihatan buram atau ganda dapat terjadi, namun umumnya membaik dalam beberapa minggu pasca operasi.

SILK: Alternatif dengan Teknologi Lebih Modern

Dibandingkan Lasik, SILK menawarkan keunggulan berupa sayatan lebih halus yang memungkinkan penyembuhan lebih cepat dan risiko lebih rendah. Teknologi ini juga lebih presisi sehingga hasilnya lebih optimal, terutama bagi pasien dengan kondisi kornea tertentu.

Kesimpulan

Operasi Lasik adalah pilihan yang efektif untuk mengoreksi penglihatan tanpa kacamata atau lensa kontak. Namun, dengan adanya teknologi SILK yang lebih modern, Anda memiliki opsi yang lebih aman dan nyaman. Sebelum memutuskan prosedur mana yang paling sesuai, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter mata berpengalaman untuk menentukan pilihan terbaik bagi kondisi mata Anda.

7 Jenis LASIK Mata, Prosedur, dan Syarat LASIK Mata

Glaukoma

Artikel direview oleh dr. Nelandriani Yudapratiwi, SpM

Operasi LASIK mata adalah solusi efektif yang bisa Anda ambil untuk mengoreksi penglihatan akibat mata silinder, rabun dekat atau karena rabun jauh.

Hasil dari operasi ini juga membantu membebaskan Anda dari keharusan menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Namun sebelum mengambil keputusan melakukan LASIK mata, cari tahu dulu yuk, jenis LASIK mata, prosedur yang harus Anda lalui, dan syarat untuk bisa melakukannya.

7 Jenis LASIK Mata yang Sudah Banyak Dilakukan & Prosedurnya

Ada 7 jenis LASIK mata yang umum direkomendasikan oleh dokter mata, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Berikut jenis-jenis LASIK dan prosedurnya yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda:

1. Elita SILK

Elita SILK adalah metode operasi LASIK dengan teknologi yang menawarkan pengalaman operasi LASIK mata yang lebih halus dan hasil penglihatan yang lebih memuaskan.

SILK™ adalah singkatan dari Smooth Incision Lenticular Keratomileusis, yang menggunakan teknologi laser femtosecond paling canggih dan presisi untuk menciptakan dan mengangkat lentikel dengan sangat halus, dan menggunakan mesin laser ELITA™.

Proses dimulai dengan dokter melakukan pembiusan terlebih dahulu. Kemudian dokter membuat lentikel menggunakan laser Elita. Lentikel adalah potongan kecil berbentuk cakram yang dibuat di kornea mata.

Dengan pembuatan lentikel, maka mata Anda akan dipersiapkan untuk pengangkatan lentikel tanpa perlu membuat flap besar seperti yang dilakukan dalam operasi LASIK konvensional.

Setelah pembentukan lentikel selesai, dokter akan mengangkatnya melalui sayatan mikroskopis yang sangat kecil dengan hati-hati dan presisi.

Pengangkatan lentikel bertujuan untuk membentuk ulang kornea mata serta mengoreksi kelainan refraksi, sehingga Anda akan mendapatkan penglihatan yang lebih tajam. Setelahnya, Anda tak perlu lagi menggunakan kacamata atau lensa kontak hanya demi bisa melihat dengan jernih dan nyaman.

Keuntungan operasi LASIK mata metode Elita SILK, antara lain:

●       Selama proses operasi akan minimal rasa sakit.

●       Proses penyembuhan lebih cepat dan lebih optimal.

●   Hasil operasi meningkatkan kualitas penglihatan yang lebih baik.

Bahkan dari hasil wawancara yang sudah dilakukan kepada pasien yang pernah menjalani metode Elita SILK, yaitu:

●       89% pasien memiliki penglihatan 20/20 atau lebih baik dalam 1 hari.

●   96% pasien memiliki penglihatan 20/20 atau lebih baik dalam 3 hari.

Dari keseluruhan pasien, hampir 100% pasien menyatakan puas dengan hasil Elita SILK yang mereka dapatkan, sementara 98% orang puas dengan seberapa cepat  penglihatan mereka membaik, dan 96% lainnya merekomendasikan SILK™ kepada teman.

Lalu apa bedanya dengan LASIK mata konvensional?

LASIK mata konvensional menggunakan microkeratome untuk membuat flap di kornea, yang kemudian diangkat untuk memungkinkan laser mengoreksi bentuk kornea.

Untuk diketahui, microkeratome adalah prosedur bedah mikro menggunakan pisau bedah yang sangat kecil, yang berguna untuk membuat lipatan atau lapisan tipis (flap) berukuran 83-200 mikrometer pada kornea.

Jadi, Elita SILK sudah menggunakan teknologi laser, sementara LASIK konvensional masih menggunakan pisau bedah yang sangat kecil

2. Bladeless LASIK (Femto-LASIK)

Bladeless LASIK atau Femto-LASIK adalah operasi pada mata menggunakan laser Femtosecond untuk membuat flap kornea, sehingga mengurangi risiko komplikasi yang terkait dengan penggunaan pisau bedah.

Prosedur operasi LASIK mata jenis Femto-LASIK  yang akan Anda lalui, yaitu:

●       Anestesi menggunakan tetes mata.

●       Pembuatan flap pada permukaan kornea menggunakan Femtosecond laser.

●       Teknologi ini menawarkan presisi yang tinggi sehingga memungkinkan pasien berpindah dengan nyaman dari mesin Femtosecond laser ke mesin excimer laser untuk tahap selanjutnya.

●       Flap yang sudah dibuat akan dibuka perlahan sehingga jaringan kornea terlihat. Kemudian mesin excimer laser akan melakukan pengikisan lapisan kornea.

●   Terakhir, flap dikembalikan ke posisi semula dan operasi pun selesai.

Jenis LASIK mata yang satu ini memiliki banyak keuntungan, seperti berkurangnya keluhan terkait sensitivitas mata atau mata kering layaknya efek samping PRK, lebih sedikit komplikasi terkait flap, dan pemulihan pasca operasi lebih cepat.

3. Wavefront-Guided LASIK

Tindakan operasi jenis Wavefront guided LASIK biasanya akan disesuaikan dengan karakteristik mata penderita.

Berdasarkan Stanford Medicine Health Care, tahapan proses untuk jenis LASIK mata yang satu ini kurang lebih sebagai berikut:

●       Dokter bedah akan menggunakan mesin laser khusus berteknologi wavefront untuk mengukur mata dari depan ke belakang demi membuat gambar 3D dari mata Anda.

●   Hasil pengukuran yang sudah berbentuk peta 3D dan disebut peta depan gelombang tersebut kemudian menjadi panduan untuk melakukan refraksi pada kornea mata.

Untuk diketahui, sistem VISX Wavescan merupakan laser pertama yang FDA AS setujui untuk pengobatan miopia dan astigmatisme (mata silinder).

Sistem ini terdiri dari laser Star S4 dan perangkat wavefront WaveScan. Biasanya teknologi ini akan sangat berguna untuk pengobatan gangguan penglihatan mata buram yang tidak terdeteksi menggunakan jenis pengobatan lainnya.

4. Topography-Guided LASIK

Metode LASIK mata jenis Topography-guided LASIK hampir mirip dengan jenis Wavefront-guided LASIK.

Prosesnya didahului dengan pemetaan kondisi kornea dalam bentuk tiga dimensi.

Umumnya, prosedur Topography-Guided LASIK cocok bagi penderita gangguan penglihatan dengan bentuk kornea yang tidak teratur atau yang pernah menjalani operasi mata sebelumnya.

5. ReLEx SMILE

Refractive Lenticule Extraction, Small Incision Lenticule Extraction atau yang disingkat ReLEx SMILE adalah operasi LASIK mata yang prosesnya tanpa pembuatan flap, sehingga proses pemulihan setelah operasi jadi lebih cepat.

Saat menerapkan prosedur ini, dokter akan menggunakan teknologi terkini. Dimulai dengan mengeluarkan lenticule melalui sayatan kecil yang membuat struktur kornea mata tetap terjaga.

Jenis LASIK mata generasi ketiga seperti ReLEx SMILE memberi banyak keuntungan bagi pasien, seperti:

●       Prosesnya hanya memakan waktu beberapa detik dan hampir tidak menimbulkan rasa sakit.

●       Minim komplikasi karena tidak didahului proses pembuatan flap.

●       Prosedur dilakukan dengan hanya menggunakan satu mesin, yaitu Visumax Femtosecond System, yang bisa melakukan pemotongan yang akurat dan dalam kecepatan tinggi.

●   Tindakan jenis LASIK mata ini juga mengurangi risiko terjadinya mata kering pasca operasi.

6. Photorefractive Keratectomy (PRK)

Berdasarkan referensi dari WebMD, prosedur PRK hanya bisa diberlakukan untuk pasien gangguan penglihatan yang memiliki kornea sangat tipis, atau pada pasien yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.

Proses yang akan Anda lalui kalau memilih jenis LASIK mata PRK ini, yaitu:

●       Dokter akan memberikan anestesi dalam bentuk tetes mata untuk mencegah timbulnya rasa sakit selama proses operasi.

●       Kemudian mata ditetesi alkohol agar epitel bisa dilepaskan dengan mudah.

●       Pengangkatan lapisan epitel menggunakan spatula tumpul.

●       Tindakan koreksi untuk menyempurnakan bentuk kornea menggunakan mesin excimer laser.

●   Prosedur terakhir adalah pemasangan bandage contact lens sampai epitel baru terbentuk kembali.

Kalau melihat tahapan proses operasinya, maka wajar pemulihan tindakan medis PRK ini lebih lama dibandingkan dengan jenis LASIK lainnya. Namun hasil akhirnya tetap sama baiknya, yaitu meningkatkan kualitas penglihatan menjadi lebih baik.

7. Epi-LASIK

Jika Anda mengalami masalah penglihatan, seperti rabun dekat, rabun jauh, atau mata silinder, dokter akan memberikan opsi tindakan medis untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun kalau kondisi kornea mata sangat tipis dan Anda termasuk kategori pasien yang tidak cocok dengan jenis LASIK mata lainnya, maka metode Epi-LASIK bisa menjadi pilihan.

Epi-LASIK adalah prosedur yang mirip dengan Photorefractive Keratectomy atau PRK, di mana lapisan epitel dibuat, kemudian diangkat, sebelum laser digunakan untuk mengoreksi kornea.

Tahap prosedurnya kurang lebih seperti ini:

●       Lapisan sel yang sangat tipis dipisahkan dulu dari kornea mata.

●       Lalu bagian dalam kornea akan dibentuk kembali menggunakan mesin laser excimer.

●       Tahap selanjutnya biasanya akan disesuaikan dengan kondisi pasien, apakah lapisan tipis akan dibiarkan atau diganti.

●   Terakhir, Anda akan diminta menggunakan lensa kontak lunak untuk sementara waktu sampai lapisan epitel yang baru tumbuh kembali.

Selain 7 jenis LASIK mata yang sudah Anda baca di atas, masih banyak lagi jenis lain yang biasanya akan disarankan oleh dokter sesuai dengan kondisi dan gangguan penglihatan yang Anda alami.

Setiap jenis LASIK memiliki prosedur yang berbeda-beda, namun secara umum memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas penglihatan dan mengatasi masalah yang sebelumnya Anda rasakan.

Prosedur yang Harus Dilalui Sebelum LASIK Mata

Oh ya, sebelum memutuskan akan melakukan operasi mata, Anda juga perlu tahu lho tindakan pemeriksaan yang perlu dilakukan sebelum memutuskan jenis Lasik mata mana yang cocok untuk Anda. Pemeriksaannya, antara lain:

●       Mencari tahu jenis gangguan refraksi mata yang Anda alami.

●       Dokter melakukan pengukuran tekanan intraokular dan pemetaan kondisi kornea.

●       Memeriksa produksi air mata dan ketebalan kornea.

●       Penggunaan specular microscope, alat khusus untuk memeriksa sel endotel kornea dan ada tidaknya katarak.

●   Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan mata secara fisik.

Nanti berdasarkan hasil seluruh rangkaian pemeriksaan di atas, dokter akan memutuskan untuk bisa tidaknya Anda melakukan prosedur tindakan LASIK.

Apa Syarat LASIK Mata?

Selain dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter, seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada syarat lain yang harus Anda penuhi untuk bisa melakukan operasi LASIK mata.

Hal ini karena tidak semua orang dengan kondisi tertentu yang bisa menjalani prosedur LASIK. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan LASIK mata, antara lain:

●       Pasien baru boleh mendapatkan tindakan LASIK mata jika sudah berusia di atas 18 tahun.

●       Ada tidaknya penyakit mata lainnya, seperti miopia berat, glaukoma, atau degenerasi makula bisa mempengaruhi keberhasilan operasi LASIK.

●       Pasien wanita tidak sedang hamil atau menyusui.

●       Ketebalan kornea mata cukup untuk melakukan LASIK mata.

●       Untuk penderita diabetes, dislipidemia, atau jenis penyakit lainnya yang bisa menyebabkan risiko tinggi, harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menentukan bisa tidaknya melakukan LASIK mata.

●       Pasien yang sering melakukan aktivitas olahraga berisiko tinggi terkena cedera mata.

●       Kondisi kornea mata terlalu tipis, mengalami kelainan bawaan mata seperti distrofi kornea, atau keratokonus.

●       Penderita gangguan autoimun dan rheumatoid arthritis.

●   Jika memiliki sistem kekebalan tubuh rendah akibat konsumsi obat imunosupresif atau merupakan penderita HIV, maka tindakan LASIK mata sangat tidak direkomendasikanNah, sekarang Anda sudah tahu berbagai jenis LASIK mata yang umum dilakukan untuk pengobatan gangguan penglihatan mata, prosedur LASIK, dan syarat untuk bisa melakukan operasi LASIK mata.  Jika masih ada pertanyaan atau ingin tahu cocok tidaknya Anda melakukan tindakan operasi ini, lebih baik cari tahu dulu di Refraktif Lasik IEC dan jika perlu langsung saja buat appointment ya.

 

Apa Itu LASIK Mata, Manfaat, dan Fakta Penting yang Wajib Anda Tahu

LASIK - IEC Eye Care

Artikel direview oleh dr. Nelandriani Yudapratiwi, SpM

Operasi LASIK mata adalah solusi populer yang bisa menjadi pilihan untuk mengatasi berbagai gangguan penglihatan, mulai dari rabun jauh, rabun dekat, hingga mata silinder.

Apa sih LASIK mata itu? Cari tahu jawaban lengkapnya dengan membaca artikel ini sampai selesai, yuk.

Apa Itu LASIK Mata?

Operasi Laser-Assisted In Situ Keratomileusis atau lebih dikenal dengan sebutan LASIK mata adalah salah satu jenis operasi mata refraktif untuk memperbaiki berbagai masalah penglihatan, seperti gangguan penglihatan karena miopia (rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), dan astigmatisme atau mata silinder.

Operasi LASIK mata bekerja dengan cara mengubah bentuk kornea sehingga cahaya yang masuk ke mata dapat difokuskan dengan lebih baik ke retina. Pada gilirannya memperbaiki kemampuan penglihatan, sehingga Anda tidak perlu lagi bergantung pada penggunaan kacamata atau lensa kontak.

Meskipun LASIK telah menjadi solusi populer selama bertahun-tahun, kini telah hadir metode bedah refraktif yang lebih canggih dan modern, yaitu SILK Elita. Metode ini menawarkan keunggulan berupa pendekatan yang minim invasif, pemulihan yang lebih cepat, dan risiko komplikasi yang lebih rendah dibandingkan LASIK. SILK Elita menggunakan teknologi laser femtosecond untuk membentuk lentikel dengan presisi tinggi tanpa perlu membuat flap besar pada kornea, memberikan hasil yang lebih halus dan kualitas penglihatan yang lebih baik bagi pasien.

Selain itu, pastikan Anda juga membaca beberapa manfaat dan hal-hal lain yang perlu Anda tahu dari tindakan Lasik mata di bawah ini.

7 Manfaat LASIK Mata untuk Penglihatan yang Lebih Baik

1. Solusi Mengatasi Masalah Penglihatan

Berdasarkan penjelasan dari situs WebMD, manfaat utama dari LASIK mata adalah solusi efektif untuk mengoreksi masalah penglihatan.

Hal ini karena cara kerja LASIK memang mengoreksi bentuk kornea mata sehingga memungkinkan cahaya yang masuk ke mata terfokus tepat di retina.

Penjelasan tersebut didukung pula dari hasil penelitian yang dirilis American Academy of Ophthalmology.

Dalam penelitian terdapat data sekitar 96% orang yang sudah melakukan LASIK mata mengaku kalau penglihatannya jauh lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan kacamata atau lensa kontak.

2. Prosedur Cepat dan Minim Nyeri

Cukup banyak pertanyaan pengguna internet yang muncul di Google terkait sakit tidaknya operasi mata LASIK dan durasi operasinya.

Dalam penjelasan dari Mayo Clinic disebutkan kalau prosedur LASIK mata hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Itu sudah termasuk untuk kedua mata lho ya.

Anestesi yang digunakan pun bukan anestesi suntik lokal atau bius total, namun berupa anestesi tetes mata sehingga selama tindakan medis pada bagian mata Anda tidak akan merasakan nyeri yang terlalu berat. Mungkin Anda hanya akan merasa ada tekanan saja selama proses LASIK mata berlangsung.

Untuk memberi gambaran bagaimana prosesnya? Jadi, prosedur LASIK mata dimulai dari pembuatan flap tipis di kornea menggunakan pisau mikro atau laser femtosecond.

Setelah itu, dokter akan menggunakan laser excimer untuk membentuk kembali kornea. Selama proses ini, Anda tetap sadar dan dapat pulang ke rumah beberapa saat setelah operasi.

3. Pulih Lebih Cepat & Bisa Langsung Beraktivitas

LASIK mata cocok bagi Anda yang sibuk, punya jadwal padat, dan tetap ingin penglihatan yang jernih dan terang. Ini menjadi salah satu manfaat terbaik LASIK mata di mana Anda bisa kembali beraktivitas normal setelah beberapa hari operasi.

Bahkan dari data yang dimuat di situs Cleveland Clinic, cukup banyak pasien yang sudah pernah melakukan LASIK, mengaku mengalami peningkatan kemampuan penglihatan dalam waktu 24-48 jam setelah operasi.

4. Hasil Jangka Panjang

Dibandingkan dengan metode pengobatan Ortho-K yang hasilnya hanya berlaku seharian, atau repotnya menggunakan kacamata dan lensa kontak, maka hasil operasi LASIK mata bisa Anda nikmati untuk jangka panjang.

Jadi setelah masa pemulihan dari operasi, penglihatan Anda akan jadi lebih jernih dan tak lagi buram. Bahkan ketika Anda tidak mengenakan kacamata atau lensa kontak.

Bisa dikatakan, hasil LASIK mata lebih permanen dan bisa bertahan untuk waktu yang lama. Dengan catatan, hasil tetap bergantung pada kondisi kesehatan mata maupun proses penuaan yang Anda alami.

5. Peningkatan Kualitas Hidup

Mengambil keputusan melakukan operasi LASIK mata memang membutuhkan pertimbangan mata, serta perlu pula memperhatikan syarat yang berlaku dari dokter mata.

Namun jika Anda termasuk orang yang mengalami gangguan penglihatan akibat miopia, hipermetropia, atau mata silinder, melakukan LASIK mata bisa meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Anda jadi lebih nyaman ketika beraktivitas, bekerja, mengemudi, bahkan saat harus menikmati buku bacaan kesukaan Anda.

6. Tidak Repot dengan Kacamata atau Lensa Kontak

Bagi sebagian orang, mengenakan kacamata sepanjang hari tentu ada rasa tak nyaman. Bahkan bisa membatasi Anda untuk tidak melakukan aktivitas tertentu.

Jika saat ini Anda masih sering mengenakan masker ketika beraktivitas, maka penggunaan kacamata akan semakin mengganggu. Hal ini karena masker malah membuat kacamata Anda sering berembun dan penglihatan jadi makin tidak jelas.

Hal yang sama juga terjadi ketika Anda mengenakan lensa kontak secara rutin demi meningkatkan kemampuan penglihatan. Penggunaan lensa kontak membutuhkan waktu, termasuk perawatannya pun cukup detail.

Semua kerepotan di atas tidak akan lagi Anda alami begitu Anda melakukan operasi LASIK mata.

7. Tidak Meninggalkan Bekas Jahitan

Prosedur operasi LASIK mata termasuk kategori operasi non-invasif. Artinya selama prosesnya dokter mata tidak perlu melakukan sayatan maupun jahitan.

Dokter cukup menggunakan laser yang berguna untuk mengoreksi bentuk kornea mata. Inilah yang mempercepat proses pemulihan pasca operasi dan sangat kecil risiko terjadinya infeksi.

Fakta Penting yang Wajib Anda Tahu Tentang LASIK Mata

Setelah membaca apa itu LASIK mata serta manfaatnya, maka selanjutnya cari tahu juga beberapa fakta penting yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan untuk melakukan operasi mata jenis ini.

Beberapa fakta tersebut, antara lain:

●       Tidak semua orang cocok menjalani prosedur LASIK sehingga Anda perlu melakukan pemeriksaan secara intensif dengan dokter mata untuk tahu kondisi mata Anda yang sebenarnya.

●       Meskipun secara data cukup banyak pasien yang melakukan LASIK mata menyatakan operasi mereka berhasil dengan baik, tetap ada efek samping sementara yang bisa saja terjadi. Beberapa efek samping tersebut seperti sensasi terbakar, rasa gatal di mata, mata jadi lebih kering, atau bentuk ketidaknyamanan lainnya.

●       Dalam kondisi tertentu, ada orang yang harus melakukan perbaikan ulang setelah LASIK mata pertama yang mereka jalani untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

●   Ada pula pasien LASIK mata yang mengeluhkan adanya perubahan pada penglihatan, seperti terlalu silau dalam kondisi cahaya tertentu. Kondisi ini ada yang bersifat sementara, namun ada juga yang merasakan secara permanen.

Nah, bagaimana? Ingin segera melakukan LASIK mata untuk meningkatkan kualitas penglihatan atau mengatasi berbagai gangguan mata yang selama ini Anda alami? Jika iya, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter yang sudah berpengalaman ya.

Jangan lupa, cari tahu terlebih dahulu mengenai 7 Jenis LASIK Mata, Prosedur, dan Apa Syarat LASIK Mata.

Perbedaan SILK Elita, LASIK Konvensional, dan PRK: Mana yang Lebih Baik?

Artikel direview oleh dr. Nelandriani Yudapratiwi, SpM

Dalam dunia medis, khususnya dalam bidang bedah refraktif mata, teknologi terus berkembang demi memberikan hasil operasi berupa penglihatan yang menjadi lebih baik dan proses pemulihan lebih cepat bagi pasien. 

Tiga prosedur bedah refraktif mata yang sering dipilih pasien ketika harus melakukan operasi mata adalah Lasik konvensional atau Photorefractive Keratectomy (PRK). 

Karena saat ini sudah ada metode operasi Lasik mata berteknologi canggih, yaitu Elita SILK, maka sudah waktunya Anda juga mempertimbangkan mana yang terbaik di antara ketiganya.

Tapi hal penting yang perlu Anda sadari adalah ketiga metode tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Nah, mari kita bahas perbedaan antara SILK Elita, Lasik konvensional dan PRK, serta mana yang lebih baik.

Mengenal SILK Elita, Lasik Konvensional, dan PRK

Untuk bisa memahami masing-masing metode operasi mata Lasik yang akan dibahas pada artikel ini, lebih baik cari tahu dulu apa itu SILK Elita, Lasik konvensional, dan PRK. Berikut penjelasannya:

1. SILK Elita

Elita SILK adalah teknologi terbaru dalam bidang bedah mata yang menggunakan metode Smooth Incision Lenticular Keratomileusis (SILK) dengan alat bernama Elita. 

Teknologi ini menawarkan pembuatan lentikel yang halus dan minim risiko komplikasi. Setelah proses pembuatan lentikel selesai, lalu lentikel akan diangkat melalui proses sayatan yang sangat halus. 

Memilih metode operasi mata Elita SILK memungkinkan Anda menjalani operasi bedah refraktif mata yang minim risiko, dan proses pemilihan yang lebih cepat, untuk penglihatan yang lebih baik.

2. Lasik Konvensional

Lasik konvensional atau Laser-Assisted in Situ Keratomileusis adalah metode operasi mata yang sudah sejak lama menjadi solusi paling sering dipilih pasien untuk mengatasi gangguan penglihatan yang mereka rasakan. 

Prosedur operasi Lasik mata ini melibatkan pembuatan flap tipis di kornea menggunakan microkeratome atau laser femtosecond

Setelah flap terbentuk, dokter bedah mata akan menggunakan sinar laser atau pisau bedah yang kecil untuk membentuk ulang kornea sehingga cahaya dapat difokuskan dengan benar ke retina. 

Setelah prosesnya selesai, flap dikembalikan ke posisinya semula tanpa memerlukan jahitan.

3. Photorefractive Keratectomy (PRK)

PRK adalah prosedur bedah refraktif di mana dalam prosesnya, dokter beda mata akan mengangkat lapisan luar kornea (epitel), lalu permukaan kornea dibentuk ulang dengan laser. 

Tidak seperti Lasik, PRK tidak memerlukan pembuatan flap. Setelah laser selesai, epitel akan tumbuh kembali secara alami selama beberapa hari. 

Meskipun pemulihan PRK biasanya lebih lambat dibandingkan Lasik, Anda yang memiliki kornea tipis dan tidak memungkinkan menjalani prosedur operasi Lasik jenis lain, maka bisa memilih PRK.

Perbedaan Utama Antara SILK Elita, LASIK Konvensional, dan PRK

Anda sudah tahu pengertian masing-masing metode Lasik mata, mulai dari Elita SILK, Lasik konvensional, dan PRK dari pembahasan di atas. Lalu apa sih perbedaan antara ketiga metode tersebut? Ini jawabannya:

1. Metode dan Teknik Operasi

Anda pasti sudah tahu dari penjelasan sebelumnya kalau SILK Elita menggunakan teknologi SILK yang memungkinkan pembuatan lentikel yang sangat halus dan pengangkatan yang minimal invasif. 

Ini membuat prosedur bedah refraktif mata menjadi lebih nyaman dengan waktu pemulihan yang lebih cepat.

Sementara Lasik konvensional dalam prosesnya harus ada proses pembuatan flap di kornea terlebih dahulu. 

Kemudian menggunakan laser, dokter bedah mata akan membentuk ulang kornea. Baru setelahnya flap dikembalikan ke tempat semula.

Bagaimana dengan teknik operasi PRK? Nah, kalau PRK harus dimulai dengan mengangkat lapisan epitel atau lapisan luar kornea, sebelum laser digunakan untuk membentuk ulang kornea. 

Tidak ada proses pembuatan flap. Jadi setelah pembentukan ulang kornea, operasi Lasik jenis ini pun selesai. Epitel akan tumbuh kembali setelah beberapa hari.

2. Waktu Pemulihan

Waktu pemulihan metode operasi Lasik mata SILK Elita sangat cepat. Bahkan cukup banyak pasien yang sudah menjalani prosedur ini mengaku mendapatkan penglihatan yang lebih tajam dan jernih dalam 24 jam setelah operasi. 

Hal ini sesuai dengan laporan yang dirilis Johnson & Johnson Vision yang menyebutkan kalau ada kurang lebih 89% pasien yang menjalani Elita SILK mendapatkan penglihatan 20/20 atau lebih baik dalam waktu satu hari saja, sementara 96% lainnya baru mendapatkan penglihatan yang lebih baik dalam waktu tiga hari. 

Hampir serupa dengan SILK Elita, waktu pemulihan Lasik konvensional juga relatif cepat, namun masih membutuhkan beberapa hari hingga seminggu untuk pulih sepenuhnya dan mencapai penglihatan dengan hasil yang maksimal.

Berbeda dari kedua jenis Lasik mata di atas, maka metode PRK memiliki waktu pemulihan yang lebih lama, mengingat ada proses menunggu epitel tumbuh kembali. 

Dari banyak referensi menyebutkan kalau pasien biasanya baru mendapatkan penglihatan yang tajam antara beberapa minggu hingga beberapa bulan.

3. Tingkat Efek Samping dan Risiko

Karena menggunakan teknologi canggih yang bisa melakukan sayatan yang sangat halus ketika mengangkat lentikel, maka mengurangi risiko infeksi dan komplikasi pada metode operasi Lasik mata SILK Elita. 

Dalam prosesnya, pasien juga tidak akan mengalami ketidaknyamanan yang mengganggu karena prosesnya yang sangat cepat.

Bagaimana dengan Lasik konvensional dan PRK? 

Risiko efek samping jauh lebih besar pada operasi Lasik konvensional karena adanya proses pembuatan flap. Contoh risiko atau efek samping yang mungkin terjadi seperti dislokasi flap atau infeksi.

Sedangkan PRK memiliki risiko invasif yang lebih sedikit dibandingkan Lasik, tapi tetap berisiko jika dibandingkan dengan Elita SILK. Hal ini karena ada proses pengangkatan epitel yang menyebabkan pasien akan merasakan ketidaknyamanan. Apalagi ditambah dengan waktu pemulihan yang lebih lama.

Mana yang Lebih Baik antara SILK Elita, Lasik Konvensional, dan PRK?

Memilih antara Elita SILK, Lasik konvensional, dan PRK tergantung pada beberapa faktor, seperti:

1. Kondisi Mata Anda

Jika Anda memiliki kornea yang tipis atau mengalami sindrom mata kering, maka sebaiknya Anda memilih PRK. Metode ini yang lebih cocok dengan kondisi Anda karena tidak perlu ada proses pembuatan flap

Tetapi kalau menginginkan waktu pemulihan yang lebih cepat, mengingat Anda harus bekerja atau ada aktivitas harian yang harus Anda jalani, maka pilihan yang cocok sudah tentu SILK Elita. 

Apalagi hasil dari operasi SILK Elita lebih optimal, minim risiko, dan hasil bisa bertahan untuk waktu yang lama.

2. Gaya Hidup

Bagi Anda yang memiliki aktivitas fisik tinggi atau terlibat dalam olahraga kontak, dokter bedah mata biasanya akan merekomendasikan SILK Elita karena tidak ada risiko dislokasi flap.

3. Preferensi Pribadi

Jika Anda ingin menjalani prosedur yang lebih cepat dengan hasil penglihatan yang tajam dalam waktu singkat, SILK Elita bisa menjadi pilihan yang baik.

Namun, jika ingin menghindari risiko terkait flap dan tidak keberatan dengan waktu pemulihan yang lebih lama, LASIK atau PRK bisa menjadi pilihan yang tepat.

Memilih metode operasi mata terbaik antara SILK Elita, Lasik konvensional, dan PRK menjadi keputusan yang sangat pribadi dan harus berdasarkan pada kondisi mata serta sesuai dengan kebutuhan. Itulah sebabnya, Anda tetap membutuhkan berkonsultasi dengan dokter bedah mata terlebih dahulu.

Pada saat berkonsultasi, bertanyalah secara detail mengenai manfaat, kelebihan, kekurangan, prosedur yang dijalani, hingga biaya yang harus Anda siapkan. Semakin lengkap informasi yang Anda miliki, Anda akan jauh lebih well prepared dalam menjalani operasi Bedah Refraktif (SILK Elita, LASIK dan PRK) mata.